Review Asus Zenbook UX331UN – EG106T

[vc_row][vc_column width=”1/6″][/vc_column][vc_column width=”3/6″][ult_content_box box_shadow=”horizontal:px|vertical:px|blur:px|spread:px|style:none|” hover_box_shadow=”horizontal:px|vertical:px|blur:px|spread:px|style:none|”][vc_progress_bar values=”%5B%7B%22label%22%3A%22DESIGN%22%2C%22value%22%3A%2265%22%2C%22color%22%3A%22bar_green%22%7D%2C%7B%22label%22%3A%22HANDLING%22%2C%22value%22%3A%2270%22%2C%22color%22%3A%22peacoc%22%7D%2C%7B%22label%22%3A%22PERFORMANCE%22%2C%22value%22%3A%2265%22%2C%22color%22%3A%22bar_red%22%7D%2C%7B%22label%22%3A%22PRICE%22%2C%22value%22%3A%2270%22%2C%22color%22%3A%22chino%22%7D%2C%7B%22label%22%3A%22UNIQUE%22%2C%22value%22%3A%2260%22%2C%22color%22%3A%22vista-blue%22%7D%5D” bgcolor=”custom” options=”striped,animated” css_animation=”rotateIn” bgstyle=”outline” units=”points” custombgcolor=”#81d742″][vc_empty_space][/ult_content_box][/vc_column][vc_column width=”1/6″][vc_single_image image=”25957″ img_size=”large” alignment=”center” style=”vc_box_rounded” onclick=”zoom” css_animation=”bounceIn”][/vc_column][vc_column width=”1/6″][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column width=”1/6″][/vc_column][vc_column width=”2/3″][vc_column_text]

Performa MX150 di ‘Cangkang’ yang lebih Premium

 

Skyepod – Tren laptop tipis yang mampu dibawa kerja keras kian berlanjut, bahkan makin panas persaingannya akhir-akhir ini. Tak hanya fokus pada performa, banyak pabrikan bekerja keras agar ultrabook mereka tampil semewah mungkin. Salah satu contohnya, unit review Asus Zenbook UX331UN yang datang ke lab Skyepod kali ini.

 

Desain

 

review Asus Zenbook UX331UN-LCD-Cover

 

Karena produk ini lebih menjual desain dibanding performa, mari kita telusuri desain dan bagian-bagian pendukung lainnya dari unit review Zenbook UX331UN ini.

 

review Asus Zenbook UX331UN-LCD-frame

 

Yang menarik tentu saja adalah, dimensi bingkai LCD yang jauh lebih tipis hingga membuat dimensi keseluruhan laptop 13.3 inci ini menyusut selayaknya laptop 12 inci. Tapi bobotnya yang hanya 1,1 KG, justru memunculkan sedikit pertanyaan bagi saya. Seberapa besar pendingin yang digunakan untuk menaklukan panas dari Intel Core i7 empat inti delapan thread plus Geforce MX150 GDDR5?

 

review Asus Zenbook UX331UN-keycap

 

Berbeda dari saudara-nya S410UN dari seri Vivobook, material Zenbook UX331UN didominasi logam dengan dua jenis finishing berbeda. Untuk cover LCD, dipilih tekstur halus atau silky. Sedang untuk bagian dalam dan bawah, teksturnya dibuat lebih kesat atau doff untuk mengurangi licin saat dibawa-bawa. Saya perhatikan, keduanya cukup baik menyamarkan jejak sidik jari.

 

Spesifikasi & Harga

 

review Asus Zenbook UX331UN-CPU-GPU-Spec-web

 

Melihat dari spesifikasinya, jelas Asus mentargetkan UX331UN ini untuk individu kreatif yang dinamis. UX331UN rencananya akan tersedia dalam 2 pilihan prosesor yakni, Intel Core i7-8550U dengan RAM 16GB dan SSD 512GB yang dijual diharga Rp. 19,299,000. Dan versi Core i5-8250U dengan RAM 8GB dan SSD 256GB yang ditawarkan diharga Rp. 15,599,000.

 

Baca juga  : Asus ZenBook UX331UN – Ultrabook standar militer dengan Geforce MX150

 

Ada satu lagi sebenarnya SKU Zenbook UX331UN yang menggunakan Intel Core i7, tapi dengan kapasitas Ram 8GB dan SSD 256GB, dan ditawarkan dengan harga Rp. 17,299,000. Untuk unit review Asus Zenbook UX331UN yang kita ulas kali ini, adalah versi tertinggi.

 

review Asus Zenbook UX331UN-storage-web

 

Untuk menyesuaikan dimensi ketebalan yang hanya 13,9 mm, Asus terpaksa menanam RAM hingga tak memungkinkan untuk kamu upgrade. Tenang saja, walau sudah tertanam mati, Asus membuat RAM pada UX331UN ini berjalan pada konfigurasi Dual-Channel. Yang saya cukup heran, walaupun berjalan di clock 2133 MHz, tipe RAM yang digunakan adalah DDR3L. Kok aneh, ya?

 

review Asus Zenbook UX331UN-SSD-Spec-bench

 

Serupa dengan kebanyakan ultrabook lain, komponen media penyimpanan pada UX331 ini juga tergolong minimalis. Hanya tersedia 1 slot m.2 yang itupun, sudah terisi. Untungnya, Zenbook UX331UN ada yang menyediakan pilihan SSD SATA berkapasitas 512GB. Sebagai info, slot m.2-nya mendukung PCIe SSD hingga 512GB.

 

review Asus Zenbook UX331UN-LCD-under-the-sun

 

Untuk LCD, Asus menggunakan panel AUO AUO492D yang spesifikasinya cocok untuk pekerja kreatif. Berikut hasil pengujian menggunakan Datacolor Spyder4Pro yang saya lakukan. (Klik untuk memperbesar)

 

 

 

Workstation

 

review Asus Zenbook UX331UN-workstation-full

 

Turun ke area kerja, saya temukan sebuah sensor sidik jari berbentuk kotak selain keyboard dengan 3 tingkatan backlit dan touchpad lebar tanpa tombol terpisah. Untuk keyboard, menurut saya pemilihan material dan dimensi ketinggian keycap, masih bisa dimaksimalkan. Untuk sebuah laptop premium, pengguna pasti akan lebih suka jenis isolated backlit.

 

review Asus Zenbook UX331UN-touchpad

 

Sedangkan dibalik tampilan touchpad yang lux, saya rasakan performanya sangat responsif. Dari dimensi keseluruhan touchpad yang mencapai 7,4 x 10,5 cm, hampir 75%-nya merupakan area tombol klik. Material dan build-quality – nya pun cukup sturdy.

 

review Asus Zenbook UX331UN-fingerprint-and-audio

 

Hardware audio harman kardon yang disematkan juga tak perlu diragukan kualitasnya. Yang saya sayangkan, Audio Enhancement SonicMaster audio seperti yang di infokan di web resmi, tidak saya temukan pada laptop ini. Hanya ada Asus IcePower Audio Wizard yang itupun, letaknya tersembunyi dalam Realtek Audio manager.

 

Baca juga : Review Acer Aspire 3 A315-41 Ryzen 5

 

Performa

 

review Asus Zenbook UX331UN-PCMark-8-overall-performance

 

Perlu diingat, zenbook adalah sebuah ultrabook. Yang pasti terdapat banyak pembatasan, untuk menjaga performa laptop ini tetap tajam. Dengan TDP prosesor 15 Watt, prosessor jenis ini sangat sensitif pada temperatur.

 

Saat kami mencoba dengan aplikasi profesional Premiere Pro 2018, optimasi multithreading yang nampaknya semakin maksimal di jajaran produk Adobe, membuat ke-empat core berjalan pada frekuensi ‘aman’. Tapi efeknya, akselerasi saat rendering terlihat sekali agak tertahan. Untuk sebuah hasil video 4 menit 30 detik, dengan preset H264 1080p 30fps, dan 192-bit audio, UX331UN ini membutuhkan waktu cukup lama, kurang lebih 40 menit.

 

Agar berbeda di pengujian game yang memang jarang sekali mampu memanfaatkan semua core dalam waktu bersamaan. Selama pengujian, saya tidak merasakan drop FPS berarti yang menandakan, frekuensi kerja prosesor terjaga dengan baik.

 

Baterai dan Manajemen Daya

 

review Asus Zenbook UX331UN-PCMark-8-Battery-Test

 

Selama saya gunakan untuk operasional sehari-hari, dan membandingkannya dengan beberapa produk sejenis yang pernah saya pakai, performa baterai berkapasitas 48 Wh pada unit review Zenbook UX331UN ini belum hadir sebagai yang terbaik. Tapi jika prediksi saya tentang isu putaran kipas bisa diperbaiki dengan update firmware, durasi pakainya pasti bisa lebih dari 3 jam 25 menit seperti yang di tunjukan aplikasi PC Mark 8 di atas.

 

Sistem Pendingin

 

review Asus Zenbook UX331UN-Disassembly-web

 

Dengan sebuah kipas dan sebatang heatpipe pipih yang membentang dari chip prosessor ke chip kartu grafis, saya tidak terlalu punya ekspektasi tinggi terkait performa sistem pendingin laptop ini. Tapi di luar dugaan, ternyata paket pendingin ini saat menjalankan komputasi menengah hingga berat, mampu menahan temperatur prosesor stabil di angka 64°C hingga 76°C, Sekalipun angka di aplikasi HWInfo sangat-sangat fluktuatif, juga saat bermain game.

 

Sedikit masukan, mungkin sebaiknya Asus menambahkan software pengatur putaran kipas untuk seri Zenbook. Karena yang saya alami, putaran kipas tidak selalu sesuai dengan load yang diberikan. Sebagai contoh, terkadang saat editing dokumen, putaran kipas tetap tinggi.

 

Kesimpulan

 

review Asus Zenbook UX331UN-bottom-case-sku-info

 

Asus saya lihat sudah cukup berusaha membuat Zenbook bisa bersaing dengan merek lain yang lebih dahulu menjajakan laptop bisnis premium. Walaupun mengorbankan beberapa hal yang sebenarnya masih bisa dihindari. Seperti, kualitas engsel LCD, kualitas keyboard dan backlit pendukung, hasil tangkapan webcam, dan lubang keluar masuk udara dari sistem pendingin.

 

review Asus Zenbook UX331UN-power-adaptor

 

Keseluruhan, dengan harga mulai dari 15 juta-an, kamu akan dapatkan sebuah ultrabook yang sangat kompak, ringan, dan solid dengan performa komputasi yang sangat cekatan di pekerjaan ringan hingga sedang.

 

Walau seringkali mendapatkan pengalaman yang kurang mulus untuk komputasi berat, sebab performa prosesor yang tertahan saat bekerja multi-core. Untuk gaming, menurut saya cukup OK untuk kategori gamer yang non-intensif atau kamu yang bermain hanya untuk mengisi waktu luang.

 

review Asus Zenbook UX331UN-right-IO

review Asus Zenbook UX331UN-Right-IO

 

jika kamu butuh laptop siap pakai dengan OS Windows, berukuran kompak untuk mendukung produktifitas yang intensif, menurut saya Asus Zenbook UX331UN ini cocok untuk kamu.

 

Unique

 

Untuk sebuah laptop yang mentargetkan para profesional, absen-nya SD Card reader menurut saya adalah kealpaan yang cukup fatal. Mungkin sebagian besar dari anda tidak masalah membawa sebuah USB Card reader. Tapi dengan nilai jual portabilitas produk ini, hal tersebut sangat bertentangan.

 

Di awal, sistem bisa memberi suplai hingga 25 Watt. Tapi saat temperatur menyentuh 86’C, TDP turun ke 15 Watt, membuat ke-4 core pada unit review asus zenbook ux331un hanya berjalan maksimal kira-kira 2,3 GHz per core.

 

(+) Sasis tipis, ringan dan kuat.

(+) Akurasi warna LCD sangat baik.

(+) Network Adapter multi-stream (2×2)

 

(-) Flex pada bingkai LCD cukup mengganggu

(-) Tidak ada SD Card reader, hanya Micro-SD[/vc_column_text][/vc_column][vc_column width=”1/6″][/vc_column][/vc_row]