Review Asus Vivobook A405UR i5-7200U

[vc_row][vc_column width=”1/6″][/vc_column][vc_column width=”2/3″][vc_row_inner][vc_column_inner width=”3/4″][vc_progress_bar values=”%5B%7B%22label%22%3A%22DESIGN%22%2C%22value%22%3A%2275%22%2C%22color%22%3A%22bar_green%22%7D%2C%7B%22label%22%3A%22HANDLING%22%2C%22value%22%3A%2275%22%2C%22color%22%3A%22peacoc%22%7D%2C%7B%22label%22%3A%22PERFORMANCE%22%2C%22value%22%3A%2270%22%2C%22color%22%3A%22bar_red%22%7D%2C%7B%22label%22%3A%22PRICE%22%2C%22value%22%3A%2270%22%2C%22color%22%3A%22chino%22%7D%2C%7B%22label%22%3A%22UNIQUE%22%2C%22value%22%3A%2270%22%2C%22color%22%3A%22vista-blue%22%7D%5D” bgcolor=”custom” options=”striped,animated” css_animation=”rotateIn” bgstyle=”outline” units=”points” custombgcolor=”#81d742″][vc_empty_space][/vc_column_inner][vc_column_inner width=”1/4″][vc_single_image image=”25957″ img_size=”large” alignment=”center” style=”vc_box_rounded” onclick=”zoom” css_animation=”bounceIn”][/vc_column_inner][/vc_row_inner][vc_column_text]

Hadir Lebih Ringkas dan Elegan

 

Skyepod – Saat produk ini dirilis, Vivobook masuk kelas medium di jajaran notebook Asus. Tapi kabar terbaru saat artikel review Asus Vivobook A405UR publik di Skyegrid Media, Asus merentangkan range produk Vivobook hingga ke harga 5 jutaan. Lalu sebenarnya, apa esensial dari produk notebook Asus yang menyandang predikat Vivobook? Untuk itu, kita fokuskan ulasan kali ini untuk menjawab pertanyaan tersebut.

 

Design

 

 

 

Sepintas, konsep desain saya lihat serupa dengan seri A sebelumnya yang belum menyandang predikat Vivobook. Bentuk clamshell khas Asus yang menurut saya, sudah harus di refresh. Saat beralih ke bagian cover bawah, baru terlihat garis desain baru yang mengingatkan saya pada desain netbook Asus seri E203. Tak lagi meruncing kebagian depan melainkan lebih flat dan memberi kesan rigid.

 

Skyepod-Review-Asus-Vivobook-A405U-LCD-Frame

 

Baru terlihat ada perbedaan signifikan saat lid dibuka. Dimensi bingkai LCD yang kini jauh lebih tipis membuat bagian atas A405U ini sepintas mirip vivobook S410U. Teknologi NanoEdge membuat bingkai sebelah kiri dan kanan mengecil hingga 7mm. Ini salah satu yang nampaknya menjadi ciri khas produk-produk Vivobook Asus.

 

Material

 

Skyepod-Review-Asus-Vivobook-A405U-Bottom-Cover

 

Sangat dimengerti saat mengetahui plastik masih jadi menu utama untuk material produk satu ini. Produk ini menyasar calon pengguna yang lebih concern pada spesifikasi dibanding material. Terutama sekali bagian bawah notebook yang tidak ditambahkan finishing apapun.

 

Baca juga : Review Asus Zenbook UX331UN – EG106T

 

Efeknya, masih saya temukan flex di cover LCD dan permukaan keyboard. Walau, tak tak lagi selembek saat ditekan seperti seri multimedia Asus 2 hingga 3 tahun lalu. Agaknya Asus sudah menemukan solusi yang lebih baik dibanding menggunakan busa keras untuk menopang material plastik dari bagian dalam. Hal ini pun jadi satu esensial produk Vivobook dibanding A atau X series.

 

Spesifikasi

 

Skyepod-Review-Asus-Vivobook-A405U-spesifikasi

 

Spesifikasi unit review Asus Vivobook A405UR

 

Intel Core i5 7200U Processor
8 GB DDR4 2133MHz SDRAM (Onboard)
14.0″ 768p Anti-Glare Panel – Support ASUS Splendid Technology
NVIDIA GeForce 940MX 2GB GDDR5
1TB 5400RPM SATA HDD + 128GB m.2 SSD
Built-in Stereo 2 W Speakers with ASUS SonicMaster Technology And Microphone
Wi-Fi : Integrated 802.11 AC (2×2)
Bluetooth : Built-in Bluetooth V4.2

 

Harga : 8,999,000 (tokopedia – Agustus 2018)

 

Handling

 

 

Pertama, saya mencoba kekuatan LID cover dengan prosesi buka tutup senatural mungkin. Sebagai informasi, seting engsel pada notebook Asus seri menengah bawah, menurut pengalaman saya, cukup mengganggu saat mengetik dengan notebook ini di pangkuan.

 

Hasilnya, saya menemukan flex yang serupa dengan seri A456U 2 tahun lalu. Usut punya usut, desain engsel yang digunakan ternyata serupa. Bukan hal yang luar biasa, apalagi jika anda yang memang selalu bekerja di atas meja.

 

Skyepod Review Asus Vivobook A405UR - Right IO

Susunan I/O nya cukup baik dimana posisi USB port disebelah kanan ada dibagian atas hingga tak membuat mengganggu pengoperasian mouse. Sayangnya, Asus memutuskan untuk membuat port USB type A lebih didominasi USB versi 2.0.

 

Skyepod - Review Asus Vivobook A405UR - Left-IO

Sedangkan USB type-A versi 3.0 hanya 1 buah. Tapi tenang, dengan bantuan adapter type-C to type-A, kamu akan dapatkan tambahan 1 port USB 3.0 lagi. Anda juga masih akan temukan port RJ45 Gigabit LAN pada Asus Vivobook A405UR ini.

 

Monitor

 

Skyepod-Review-Asus-Vivobook-A405U-LCD-Color-test

 

A405UR menggunakan panel TN buatan Innolux dengan seri N140BGA-EA4. Lewat test kalibrasi mengunakan Spyder 4 Pro yang saya lakukan, didapatkan hasil akurasi warna 62% sRGB, 44% NTSC dan 47% AdobeRGB.

 

Skyepod-Review-Asus-Vivobook-A405UR-Spyder4-Pro-Test

 

Tingkat kecerahan panel ini saya perhatikan kurang natural dan terkesan wash-out. Terlihat sekali pada taskbar yang warna hitamnya terkontaminasi hingga menjadi gray di beberapa titik. Terutama saat anda melihat dari sudut yang tidak pas.

 

Workstation

 

Skyepod-Review-Asus-Vivobook-A405UR-Keyboard

 

Poin yang satu ini, mau tidak mau memang harus mengikuti dimensi yang mengecil. Keyboard terutama, yang bentuk dan ukuran keycap-nya, lebih mirip Vivobook S410U. Jika dibanding keyboard pada seri A442 sebelumnya, keyboard pada Vivobook A405 ini punya suara klik lebih senyap.

 

Sayangnya, untuk seri yang satu ini belum dibekali backlit keyboard.

 

Skyepod-Review-Asus-Vivobook-A405UR-Touchpad

 

Untuk touchpad, ia sudah menawarkan Windows Precision Driver yang mendukung multi gesture hingga tiga atau empat jari. Tak seperti seri mid-low Lenovo, touchpad pada A405 ini belum menawarkan dedicated button.

 

Keseluruhan, untuk area workstation di unit review Asus Vivobook A405UR ini menawarkan experience yang lebih baik, terutama keyboard. Sangat disayangkan, touchpad yang saya harapkan mendapat penambahan tombol fisik, belum terwujud.

 

Upgrade Option

 

Skyepod-Review-Asus-Vivobook-A405UR-airflow

 

Secara default, Asus Vivobook A405UR ini sudah dibekali spesifikasi yang mampu menunjang pekerjaan kreatif sehari-hari. Itu artinya, amat sangat mumpuni juga untuk pekerjaan office yang pada dasarnya, lebih ringan.

 

Dengan kombinasi SSD SATA dan HDD 5400 rpm, dipastikan laptop ini menawarkan sebuah slot m.2 yang bisa kamu upgrade SSD bawaannya dengan SSD m.2 SATA hingga kapasitas 256GB.

 

Tapi melihat konfigurasi RAM bawaan, saya bisa pastikan, versi retailnya akan sama dengan unit review Asus Vivobook A405UR yang hanya menawarkan 1 slot DDR 4. Artinya, RAM DDR4 8GB bawaan pabrik, sudah tertanam mati. Minimal, kamu bisa upgrade RAMnya hingga kapasitas 16GB DDR4.

 

Performa

 

Prosesor yang ditawarkan, memang belum kekinian. Masih menggunakan keluarga Intel ULV generasi ke tujuh (7) dengan dua buah core tanpa Hyperthreading. Dengan TDP 15 Watt, prosesor ini jelas bukan untuk jenis komputasi ekstra berat dalam jangka waktu panjang, yang mewajibkan prosesor selalu dalam clock speed terbaiknya.

 

Untuk urusan kartu grafis, ia juga masih menggunakan chip Nvidia Geforce 940MX 2GB GDDR5 yang masuk kategori 64-bit. Jadi, tidak punya bandwith memory yang lebar untuk kebutuhan rendering profesional.

 

Untuk gaming, beberapa game kompetitif seperti CS:GO dan DOTA masih playable di unit review Asus Vivobook A405U yang saya coba ini. Beberapa game AAA 2 tahun lalu seperti Battlefield 4, juga masih bisa kamu mainkan dengan FPS di atas 35 pada seting low.

 

Power management & Baterai

 

Skyepod-Review-Asus-Vivobook-A405UR-Power-adaptor

Asus Vivobook A405U dibekali adaptor ringkas andalan Asus berkapasitas 65 Watt. Melihat dari dimensi power adaptornya, agak lebih besar dibanding power adaptor bawaan Vivobook S410U yang notabene sama-sama menawarkan kapasitas 65 Watt.

 

Dengan baterai 42 Watt, notebook ini bisa bertahan 2 jam 30 menit sejak posisi full charge hingga tersisa 15%. Saya mencobanya dengan pemakaian standar office seperti, menulis di wordpress, membuat file presentasi di powerpoint, streaming Youtube, dan sesekali melakukan editing foto ringan baik di photoscape maupun photoshop.

 

Skyepod-Review-Asus-Vivobook-A405UR-Charging_time

 

Menurut estimasi sistem Windows, dibutuhkan durasi charging 1 jam 20 menit dari posisi 9% hingga penuh 100%. Saya juga melakukan test charging langsung dalam kondisi laptop sambil dipakai bekerja. Hasilnya, dalam 1 jam, baterai berkapasitas 42 Wh pada unit review Asus Vivobook A405UR ini terisi 75%.

 

Kesimpulan

 

Skyepod-Review-Asus-Vivobook-A405UR-Audio

 

Dengan hadirnya refresh di seri Vivobook, tepatnya seri A407. Seharusnya seri ini sudah bisa kamu dapatkan dengan potongan harga yang signifikan. Untuk menemani segala aktifitas perkuliahan ataupun office menengah, saya cukup merekomendasikan produk ini.

 

Kemampuan baterai yang masih di bawah rata-rata, mewajibkan kamu harus membawa charger kemanapun. Tapi, bentuk dan bobotnya yang ringkas, menurut saya tidak akan menjadi masalah besar bagi siapapun.

 

Skyepod-Review-Asus-Vivobook-A405UR-Power-button

 

Terkait kelebihan yang ada dibanding versi terdahulunya, agaknya sudah ditakdirkan ada di produk ini. Jadi, penambahan label Vivobook pada unit review Asus Vivobook A405UR ini lebih kepada strategi dagang Asus membentuk segmen baru.

 

[/vc_column_text][/vc_column][vc_column width=”1/6″][/vc_column][/vc_row]