Review: Asus Zenfone Max Pro M2

[vc_row][vc_column width=”1/6″][/vc_column][vc_column width=”2/3″][vc_row_inner][vc_column_inner width=”3/4″][vc_progress_bar values=”%5B%7B%22label%22%3A%22DESIGN%20%26%20HANDLING%22%2C%22value%22%3A%2275%22%2C%22color%22%3A%22bar_green%22%7D%2C%7B%22label%22%3A%22MULTIMEDIA%22%2C%22value%22%3A%2285%22%2C%22color%22%3A%22peacoc%22%7D%2C%7B%22label%22%3A%22PERFORMANCE%22%2C%22value%22%3A%2270%22%2C%22color%22%3A%22bar_red%22%7D%2C%7B%22label%22%3A%22PRICE%22%2C%22value%22%3A%2280%22%2C%22color%22%3A%22chino%22%7D%2C%7B%22label%22%3A%22UNIQUE%22%2C%22value%22%3A%2280%22%2C%22color%22%3A%22vista-blue%22%7D%5D” bgcolor=”custom” options=”striped,animated” css_animation=”rotateIn” bgstyle=”outline” units=”points” custombgcolor=”#81d742″][vc_column_text][yasr_overall_rating][/vc_column_text][/vc_column_inner][vc_column_inner width=”1/4″][vc_single_image image=”25961″ img_size=”large” alignment=”center” style=”vc_box_rounded” onclick=”zoom” css_animation=”bounceIn”][/vc_column_inner][/vc_row_inner][vc_empty_space height=”16px”][vc_column_text]

Smartphone Gaming Terjangkau paling Layak Beli dipenghujung 2018?

 

Smartphone gaming tengah menjadi sorotan di kancah penjualan gadget beberapa waktu belakangan ini. Tak heran, banyak pabrikan berlomba-lomba membenamkan spesifikasi kelas atas untuk menarik perhatian para calon pengguna.

 

Mulai dari peningkatan kapasitas RAM hingga 8GB (sudah kayak PC Desktop gan. .), hingga kapasitas penyimpanan internal hingga 512GB yang sangat berguna menampung file data game-game 3D Mobile berukuran raksasa. Bahkan, beberapa smartphone gaming kelas atas seperti ROG Phone, menawarkan layar OLED dengan refresh rate yang cukup tinggi mencapai 90 Hz plus respone time 1 ms.

 

Asus nampaknya tak mau kalah cepat dengan merek lain untuk mengakuisisi pengguna smartphone kelas mainstream gamer. Setelah Zenfone Max Pro M1 meluncur untuk membuka celah, kali ini Asus memperkuat dominasinya dengan merilis Zenfone Max Pro M2. Sayapun berkesempatan menguji salah satu unit review Asus Zenfone Max Pro M2 versi RAM 4GB plus ROM 64GB.

 

 

review asus zenfone max pro m2 indonesia fi

 

Asus Zenfone Max Pro M2 sendiri menawarkan tiga (3) nilai jual utama yang nampaknya akan sulit di antisipasi oleh lawan sekelasnya. Yang pertama prosesor snapdragon 660, kedua baterai 5000 mAh, dan yang ketiga adalah proteksi Corning Glass 6 di bagian layar.

 

Spesifikasi Asus Zenfone Max pro M2

 

Asus cukup banyak meningkatkan nilai jual seri Max lewat Max Pro M2. Di sisi spesifikasi, penggunaan SoC Snapdragon 660 dan modul kamera Sony Exmor 485, yang bahkan lebih baru dibanding sensor kamera pada Zenfone 5 ZE620KL.

 

review asus zenfone max pro m2 indonesia - Screen dimension

 

Untuk bagian layar, secara dimensi, aspect ratio  dan resolusi memang sedikit lebih lebar. Tapi secara spesifikasi teknis, tidak jauh berbeda. Masih tetap mengandalkan panel IPS dengan kecerahan mencapai 404 nits. Terkait kualitas reproduksi warna yang kurang stand-out, saya pribadi sangat maklum mengingat investasi komponen pada Max Pro M2 lebih dititik beratkan pada SoC dan kapasitas baterai.

 

Dua hal terkait spesifikasi yang masih absen di Max Pro M2 adalah, WiFi a/c dan NFC. Saat ini, kedua fitur ini mungkin tidak semua orang membutuhkan. Tapi cukup vital bagi saya. Terutama sekali WiFi a/c yang sangat membantu dalam aktifitas game online. Why Asus .. why?

 

– Paket Penjualan

 

[/vc_column_text][vc_row_inner][vc_column_inner width=”1/4″][dt_fancy_image image_id=”25766″ onclick=”lightbox” width=”400″ image_decoration=”shadow” shadow_color=”rgba(0,0,0,0.6)” animation=”bounce”][/vc_column_inner][vc_column_inner width=”1/4″][dt_fancy_image image_id=”25769″ onclick=”lightbox” width=”400″ image_decoration=”shadow” shadow_color=”rgba(0,0,0,0.6)” animation=”bounce”][/vc_column_inner][vc_column_inner width=”1/4″][dt_fancy_image image_id=”25770″ onclick=”lightbox” width=”400″ image_decoration=”shadow” shadow_color=”rgba(0,0,0,0.6)” animation=”bounce”][/vc_column_inner][vc_column_inner width=”1/4″][dt_fancy_image image_id=”25771″ onclick=”lightbox” width=”400″ image_decoration=”shadow” shadow_color=”rgba(0,0,0,0.6)” animation=”bounce”][/vc_column_inner][/vc_row_inner][vc_column_text]

 

 

Kemasan penjualan tidak jauh berbeda dengan versi Max Pro M1. Hanya saja, desain kotak luar telah diperbarui dengan desain warna tunggal yang lebih simpel. Pengguna akan dapatkan kepala Charger 10 Watt, kabel data micro USB, jelly-case, buku petunjuk singkat dan kartu garansi. Seperti seri Max lain, headphone tak akan anda dapatkan, juga untuk seri ini.

 

Design & Handling

review asus zenfone max pro m2 indonesia - front camera

Kamera depan 8 MP lengkap dengan flash light dan led notifikasi.

 

 

Hal paling menonjol dari Max Pro M2 adalah pengaplikasian full-view display plus notch. Hal ini membuat panel 6.3 inch nya menempati 82% ukuran sasis. Walaupun, angka screen-to-body ratio ini bukanlah yang tertinggi dibanding beberapa produk sejenis.[/vc_column_text][vc_row_inner][vc_column_inner width=”1/2″][dt_fancy_image image_id=”26008″ onclick=”lightbox” width=”400″ image_decoration=”shadow” shadow_color=”rgba(0,0,0,0.6)” animation=”bounce”][/vc_column_inner][vc_column_inner width=”1/2″][dt_fancy_image image_id=”26009″ onclick=”lightbox” width=”400″ image_decoration=”shadow” shadow_color=”rgba(0,0,0,0.6)” animation=”bounce”][/vc_column_inner][/vc_row_inner][vc_column_text][/vc_column_text][vc_column_text]Secara keseluruhan, dimensi Max pro M2 ini saya rasa cukup melekat erat di genggaman. Tapi nampaknya tetap tidak di desain untuk bekerja dengan satu (1) tangan. Tambah lagi, tidak seperti pada Zen UI, Stock Android pada Max Pro M2 tidak menawarkan fitur One Hand Operation.

 

review asus zenfone max pro m2 indonesia - back case

Dipilih material PVC untuk mengejar glass-look finish, tanpa mengatrol harga. good job!

 

Asus juga merombak area back-cover dan memilih tekstur glossy dibanding tekstur doff seperti versi M1. Hal ini membuat unit review Asus Zenfone Max Pro M2 ini tampil lebih elegan seperti kakaknya Zenfone 5 series. Material PVC juga menawarkan tekstur yang lebih kesat dibanding material kaca. Ini membuatnya tidak terlalu licin seperti Zenfone 5. Konsekwensinya, permukaan jadi mudah penuh oleh sidik jari seperti halnya permukaan kaca.

 

review asus zenfone max pro m2 indonesia - Headphone, charging and Speaker hole

Sebuah lubang speaker, menandakan smartphone ini belum bisa bernyanyi ‘stereo’ via loudspeaker.

 

Posisi lubang headphone juga dipindah ke bawah pada Max Pro M2 mengikuti seri Zenfone 5 ZE620KL. Lebih user-friendly untuk yang sering menyimpan smartphone di saku celana. Sejajar dengan lubang headphone, terdapat charging port sekaligus antar muka perpindahan data yang masih mengandalkan micro USB.

 

Sempat kecewa akan absennya USB Type-C pada sebuah smartphone ber-SoC Snapdragon 660. Pastinya, kecepatan transfer data dan proses pengisian baterai, tidak sebaik jika menggunakan antar muka USB Type-C. Ada pertimbangan efisieni produksi nampaknya hingga mengharuskan Asus bertahan dengan antar muka micro USB untuk seri Max.

 

Kamera

 

review asus zenfone max pro m2 indonesia - Primary camera

 

Dilihat dari sejarahnya, Zenfone Max Pro M2 merupakan keluarga Zenfone Max pertama yang mendapat perbaikan masif di sisi kamera. Sebagai informasi, sensor yang digunakan adalah sensor berukuran 1.25m Sony IMX 486 dengan f/1.8 aperture. Seri sensor yang lebih baru dari sensor pada Zenfone 5 ZE620KL. Bagaimana performanya? simak terus bagian ini.

 

 

Dari banyak budget Android smartphone yang sudah saya review, terus terang performa sensor pada kamera Max Pro M2 adalah yang paling bagus untuk mobile photography. Sekalipun software Snapdragon camera yang menjadi user interface antar pengguna dan sensor, menurut saya jauh dari kata “sukses” mengelurkan seluruh kemampuan sensor IMX486. Memang, pengguna akan mendapat pengaturan manual seperti ISO, Aperture, exposure hingga focus. Namun, hanya berlaku untuk foto atau still image. Sedangkan ketika dipindah ke mode rekam video, sistem langsung menjadikannya full-auto.

 

Untuk foto menggunakan sensor utama di belakang, ada empat (4) preset yang tersedia, Auto, Pro, HDR, Sport dan Night mode, dengan opsi resolusi tertinggi 12 MP ber ratio 4:3. Sedangkan saat kita pindahkan ke sensor kamera depan, hanya tersedia tiga (3) mode saja yakni, Auto, Sport dan Night mode. Dengan opsi resolusi maksimal 13 MP ber ratio 4:3. Untuk pengaturan manual, menurut saya sudah cukup baik. Hanya saja, saat kita geser slider ke poin yang kita inginkan, preview di layar tidak di buat realtime.

 

Read more: Review Asus Zenfone Live L1 ZA550KL

 

Yang saya cukup kagum adalah, hasil tangkapan gambar saat mengaktifkan mode ‘bokeh’ jauh lebih rapih dari kamera Max Pro M1 sebelumnya. Bahkan, bersaing ketat dengan ZE620KL. Terkait mode Flash yang tersedia, sayangnya tidak ada mode senter di sini. Jadi, hanya terdapat tiga (3) opsi untuk mode flash light. On, off dan auto. Pengaturan timer juga tidak sesimpel PixelMaster bawaan Zen UI. Pengguna harus terlebih dahulu mengaktifkan mode timer di seting, sebelum bisa mengambil gambar dalam tenggang waktu yang diinginkan. Kekuatan flash light nya pun masuk kategori rata-rata, tidak kuat tapi juga tidak lemah.

 

Terakhir di sisi kamera, sensor IMX486 yang ada pada Max Pro M2 punya kemampuan mengambil gambar dalam kondisi low-light yang jauh lebih baik dari versi terdahulu. Noise yang tercipta tergolong minim dan masih bisa dikatakan tajam untuk ukuran kamera smartphone. Lagi-lagi, seandainya fitur-fitur khas PixelMaster bisa dibenamkan di sini, pasti akan menjadi nilai jual utama sebuah smartphone yang hakikat aslinya adalah sebuah smartphone gaming. Sekedar informasi, untuk kamu yang kurang puas dengan interface Snapdragon Camera ini, bisa menggunakan google camera yang kemungkinan besar akan tersedia juga untuk versi MaxPro M2.

 

Material & Build Quality

 

review asus zenfone max pro m2 indonesia - Frame material

 

Meskipun masih menggunakan garis desain yang hampir mirip, namun Zenfone Max Pro M2 mendapat perlakuan yang berbeda. Jika pada versi M1 sebelumnya Asus mengkombinasikan material kaca untuk bagian depan dan material aluminum untuk bagian belakang. Pada Max Pro M2, bagian sekeliling sasis dan belakang diganti menggunakan material PVC yang memungkinkan untuk dibuat licin layaknya material kaca.

 

Secara build quality dan handling, Max pro M1 pastinya lebih baik. Namun Max Pro M2 akan lebih disukai calon pengguna yang mengutamakan desain. Walau terpaksa harus berpijak pada material PVC, tombol power dan volume tetap terasa solid. Tidak saya rasakan adanya oblak karena.

 

Performa

 

SoC yang ditawarkan, memang masih keluarga menengah dari seri Snapdragon 600. Tepatnya Snapdragon 660 dengan AiE (Artificial Intellegent Engine), plus Adreno 512 sebagai GPU-nya. Di dalamnya, terkonfigurasi delapan (8) core dengan pembagian empat (4) core yang di atas kertas, berjalan di 1,9 GHz hingga 2,2 GHz.

 

asus zenfone max pro m2 indonesia - CPU Comparison 660 v 636

 

Test benchmark sintetis yang saya jalankan, menghasilkan kesimpulan bahwa performa komputasi rata-rata Snapdragon 660 tidak jauh berbeda dengan Snapdragon 636 (± 5%). Berbeda sekali dengan performa Adreno 512 versus Adreno 509 pada SD636 yang mencapai 20% lebih (bahkan 30% pada AnTutu GPU score). Jelas, smartphone ini menjanjikan performa gaming yang sangat masif dibanding SD636.

 

asus zenfone max pro m2 indonesia - GPU Comparison 660 v 636

Semua benchmark dalam keadaan device sudah terinstal aplikasi sehari-hari dan tanpa terkoneksi dengan charger.

 

 

  • Temperatur

 

Konsisten kinerja SoC tentunya sangat tergantung pada keadaan temperatur. Selama pengujian, saya melihat sistem pendingin pada unit review Zenfone Max Pro M2 ini cukup menjanjikan. Membuat saya tenggelam dalam PUBG Mobile tanpa terbersit khawatir device menjadi panas di genggaman. Sekali lagi menghadirkan kesimpulan bahwa, Asus hanya salah dalam memilih SoC pada zaman Zenfone 2, yang mengakibatkan stigma smartphone setrikaan terlanjur menempel di benak netijen.

 

Asus meng-highlight hal ini karena memang mentargetkan pengguna gamer yang mencari performa sekaligus efisiensi. Seperti kita tahu, keluarga Snapdragon 600 lebih menawarkan ke arah efisiensi dibanding Snapdragon 800.

 

Baterai dan Manajemen daya

 

Selama kurang lebih seminggu menggunakan Max pro m2, kekuatan baterainya saya akui memang jempolan. Pernah suatu kali saat menjadi Project Manager sebuah event internal, saya niatkan untuk menguji performa battery life si Max Pro M2 ini. Hasilnya, posisi 100% sejak di cabut dari charger jam 5 pagi, masih tersisa 40% di jam setelah digunakan sebagai alat komunikasi intens selama menjadi panitia event.

 

Proses charging juga sudah jauh lebih cepat dibanding kakaknya Max Pro M1. Walau masih sama-sama menggunakan interface Micro USB, tapi adaptor 10 Watt plus fitur akselerasi charging bawaan Snapdragon 660, membuat baterai dalam smartphone ini bisa terisi penuh dari posisi 5% ke 100% hanya dalam waktu 2 jam 50 menit 18 detik (Screen-off, WiFi-on).

 

Kesimpulan

 

Hampir semua hal yang dikeluhkan pengguna pada versi terdahulu, diperbaiki pada Max Pro M2, termasuk isu ghaib (kelangkan unit). Untuk Max Pro M2, Asus juga memperbaiki sistem distribusi dengan mengapalkan produk ini baik ke eCommerce maupun Offline. Sebagai informasi, Max Pro M2 sudah bisa didapatkan sejak 14 Desember 2018 lalu.

 

Launcher terbaik untuk Asus Zenfone Max Pro M2

 

Untuk kamu yang tidak terlalu suka mengutak-atik tampilan via Launcher, harusnya akan cepat akrab dengan GUI khas Google (Stock Android). Seandainya beberapa fitur bawaan Zen-UI turut dibenamkan di smartphone ini, misalkan One Handed mode, Glove Mode, pastinya nilai handling smartphone ini akan semakin baik. Sebagai solusi, kamu bisa mengggunakan palikasi pihak ketiga untuk menghadirkan beberapa fitur di atas.

 

Smartphone dengan SoC Snapdragon 660 AiE masih cukup langka di pasaran saat ini. Perlu diketahui, sebelumnya AiE hanya bisa ditemui pada SoC Snapdragon seri 800. Dan dengan pricing yang menurut saya sangat baik, smartphone ini diprediksi bakal mendominasi kategori smartphone di kisaran 2 jutaan. Dengan hadir di akhir

 

Unique

 

review asus zenfone max pro m2 indonesia - SIM Tray

Seperti Pro M1, Pro M2 juga menawarkan triple slot SIM Tray

 

Harga atas spesifikasi adalah poin paling unik pada Asus Zenfone Max Pro M2 menurut Skyegrid Media. Kemampuan kameranya yang juga jauh lebih baik, menjadikan Asus Zenfone Max Pro M2 ini pilihan untuk mereka yang gila bermain game juga mereka yang butuh kemampuan kamera saku mumpuni. Tak ketinggalan, triple SIM Tray yang jarang ditawarkan smartphone sekelasnya, bahkan smartphone yang kelasnya lebih mahal.[/vc_column_text][ultimate_video u_video_url=”https://www.youtube.com/watch?v=CFqFbZ9aFvU&t” yt_autoplay=”on” yt_sugg_video=”” yt_mute_control=”on” yt_modest_branding=”” yt_privacy_mode=”” play_size=”75″ enable_sub_bar=””][/vc_column][vc_column width=”1/6″][/vc_column][/vc_row]