Review: HP Spectre 13 X360 2018 – Si Cantik yang Ekstra Waspada

[vc_row][vc_column width=”1/6″][/vc_column][vc_column width=”2/3″][vc_row_inner][vc_column_inner width=”3/4″][vc_progress_bar values=”%5B%7B%22label%22%3A%22DESIGN%22%2C%22value%22%3A%2290%22%2C%22color%22%3A%22bar_green%22%7D%2C%7B%22label%22%3A%22HANDLING%22%2C%22value%22%3A%2280%22%2C%22color%22%3A%22peacoc%22%7D%2C%7B%22label%22%3A%22PERFORMANCE%22%2C%22value%22%3A%2260%22%2C%22color%22%3A%22bar_red%22%7D%2C%7B%22label%22%3A%22PRICE%22%2C%22value%22%3A%2260%22%2C%22color%22%3A%22chino%22%7D%2C%7B%22label%22%3A%22UNIQUE%22%2C%22value%22%3A%2270%22%2C%22color%22%3A%22vista-blue%22%7D%5D” bgcolor=”custom” options=”striped,animated” css_animation=”rotateIn” bgstyle=”outline” units=”points” custombgcolor=”#81d742″][vc_column_text][yasr_overall_rating][/vc_column_text][/vc_column_inner][vc_column_inner width=”1/4″][vc_single_image image=”25957″ img_size=”large” alignment=”center” style=”vc_box_rounded” onclick=”zoom” css_animation=”bounceIn”][/vc_column_inner][/vc_row_inner][vc_column_text]Gaes..

 

Saya perjelas dahulu segmentasi yang ditempati oleh HP Spectre 13 X360 2018 ini. Di lihat dari harga, sudah pasti ia masuk kelas premium. Lebih spesifik, menyasar profesional dengan daya beli premium. Target pengguna yang mensyaratkan fitur-fitur ekslusif, dan tidak boleh ada di produk mainstream. Karena jelas, ini menyangkut prestige.

 

Apa saja hal ekslusif yang ditawarkan HP Spectre 13 X360 2018 ini? Mampukah ultrabook dengan banderol 25 juta ini bersemayam di keranjang belanja para profesional? Review kali ini saya akan kupas hal-hal menarik dari HP Spectre 13 X360 2018.

 

Baca juga: Review HP JOY 2 JD.id (HP 14-CM0091AU)

 

Spesifikasi HP Spectre 13 X360 2018

 

Spesifikasi merupakan salah satu nilai jual Spectre X360 yang Skyegrid review kali ini. Terutama di sisi prosesor. Harus diakui, HP cukup responsif dalam melihat peluang untuk membuat produknya stand-out. HP Spectre 13 X360 ini bisa dikatakan, ‘nyolong start’ dalam penggunaan Whisky Lake-U untuk pasar Indonesia.

 

Sedikit tentang i7-8565U, prosesor ini menawarkan turbo clock yang jauh lebih tinggi dari pendahulunya, Kaby-Lake R. Selain turbo clock, bisa dikatakan identik. Mulai dari konfigurasi TDP, hingga kartu grafis terintegrasinya.

 

HP Spectre X360 13 2018 atau oleh pihak HP diberi kode nama Spiderman, rencananya akan keluar dalam 3 SKU. i5-8265U, i7-8565U FHD Touchscreen dan i7-8565U 4K.  Yang saya terima adalah seri tengah, dengan i7-8565U berlayar sentuh 1080p.

 

Untuk konfigurasi Memory atau RAM, unit review ini dibekali kapasitas RAM 16GB dual-channel. Ini merupakan opsi kapasitas tertinggi di produk ini. Kecuali untuk SKU i5 yang akan datang, baru bisa ditemukan SKU 8GB. Untuk storage, nampaknya hanya tersedia 1 opsi slot yakni M.2 slot yang mendukung PCIe SSD hingga 2TB. Unit review yang kami pegang, menawarkan kapasitas PCIe SSD 512GB.

 

·       Display Panel

 

Sebenarnya saya penasaran dengan fitur Sure View yang memungkinkan orang lain kesulitan mengakses apa yang tampil di layar laptop ini, kecuali kita yang duduk tepat di depannya. Sayangnya, unit yang saya review, tidak dibekali fitur tersebut.

 

Review HP Spectre 13 X360 display panel

 

SpiderMan yang saya uji ini menawarkan display panel sentuh 1080p dengan konsumsi daya 1 watt. Fitur yang tidak ada di versi 4K dan versi 1080 with Sureview.  Ini salah satu rahasia yang memungkinkan Spectre 13 2018 series, mampu hidup hingga 22 jam lebih.

 

review HP Spectre 13 X360 2018 - Pen

 

Untuk akurasi warna versi panel 1080p yang saya uji, rating sRGB ada di 98%. Wajar, karena produk ini juga mentargetkan para profesional yang mengerti akan teknis tampilan. Kembali ke fitur LCD 1 watt nya, menurut presentasi di Intel forum, ultrabook dengan panel layar 1 watt, mampu bertahan hidup lebih lama 4 hingga 5 jam. Jadi tak terlalu berlebihan jika HP mengklaim, Spectre 13 X360 2018 ini bisa bertahan hidup hingga 22,5 jam.

 

·       Audio

 

Review HP Spectre 13 X360 speaker setup

 

Awalnya saya mengira, SpiderMan ini hanya dibekali dua (2) buah speaker yang diset downforce dibagian kiri-kanan bottom-case. Karena jika kita dekatkan telinga ke mesh-hole di atas keyboard, tembakan suara terdengar jauh dan tak bertenaga.

 

Review HP Spectre 13 X360 audio

 

Tapi ternyata, ada empat (4) buah speaker Bang & Olufsen dalam Spectre 360 13 2018 ini. Mengingat dimensinya yang tipis, saya maklum jikalau muntahan suara yang keluar dari 4 speaker ini tak akan sekeras laptop gaming 15 inci.

 

Tapi Bang & Olufsen bukan nama kemarin sore dalam dunia audio. Walau audio managernya tidak menawarkan banyak opsi pengaturan, sspeaker super mini dalam laptop ini tetap mampu merilis suara yang bersih, clear, serta jelas setiap frekuensinya termasuk bass yang bisa saya notice dengan baik.

 

·       Webcam

 

Review HP Spectre 13 X360 - webcam

 

Isu tentang mudahnya pihak tertentu mendapat akses ke webcam seorang pengguna laptop, ditanggapi dengan sangat serius oleh pihak HP. Tentu saja, karena target pengguna produk ini adalah para profesional yang menjunjung tinggi privasi.

 

Review HP Spectre 13 X360 - camera switch

 

HP sampai-sampai mendedikasikan sebuah saklar fisikal, untuk mematikan webcam hingga level bios. Fitur switch-off webcam pada laptop ini sama dengan mendisable webcam dari bios. Jika kamu yang terbiasa menggunakan face login, nampaknya fitur ini akan sering membuat kamu melakukan effort tambahan.

 

  • Workstation

 

Review HP Spectre 13 X360 - workstation

 

Area ini cukup vital jika bicara habit para profesional yang tak pernah jauh dari keyboard. Saya akui, HP Spectre series merupakan salah satu laptop dengan pengalaman mengetik yang bikin betah. Ukuran keycap, material dan travel key-nya sangat-sangat proposional.

 

Review HP Spectre 13 X360 - workstation - palmrest

 

Kurang pasti material keycap yang digunakan, tapi dari noise yang minim saat ditekan, sekalipun saat mengetik cepat, sepertinya HP mengkombinasikan plastik dan karet sebagai bahan keycap. Lampu latar keyboard bisa di atur dalam dua (2) tingkat kecerahan. Font di atas keycap juga di buat transparan sebagai jalan cahaya lampu latar.

 

Baca juga: Tips Memilih Ultrabook – Hal-hal yang Perlu Diperhatikan

 

Untuk touchpad, komentar saya lebih kepada absennya tombol klik terpisah. Tapi cukup dimengerti mengingat area yang tersisa membentuk persegi panjang. Hingga akan mengorbankan luas touchpad jika memaksakan tombol klik terpisah.

 

Review HP Spectre 13 X360 2018 - Keycap

 

Tak hanya webcam yang bisa dimatikan secara hardware, HP juga menghadirkan fingerprint dengan dedicated chip. Dengan chip terpisah, kemungkinan pengguna usil yang punya kemampuan coding untuk mem by-pass fingerprint, bisa diminimalisir.

 

  • Design

 

 

Review HP Spectre 13 X360 - presentation mode

 

HP nampaknya terinspirasi dari tekstur diamond dalam membuat sentuhan luar Spectre 2018 series ini. Mungkin tidak semua orang suka. Tapi saya akui, saya terpesona sejak awal melihat foto produk ini di media sosial.

 

Review HP Spectre 13 X360 2018 - diamond cut design

 

Seminggu bersama laptop ini menjalani aktifitas yang kebanyakan di luar ruangan, saya sadari, banyak mata yang memperhatikan, terutama sekali saat posisi tertutup. Aura elegan dari konsep diamond ini diperkuat dengan list emas sekeliling sasis hingga ke hings.

 

Review HP Spectre 13 X360 2018 - Design - diamond cut

 

Bahkan tepian sasis dibentuk meruncing seperti tekstur diamond yang sering kita lihat. Walau saya sendiri belum pernah lihat sih diamond asli. Tapi mohon maaf, saya punya pengalaman kurang menyenangkan dengan desain tepian meruncing seperti ini. Sudut tajam terkadang memberi stimulasi seperti listrik tegangan rendah yang cukup sering bikin kaget.

 

Secara bobot, Spectre X360 13 2018 ini jadi sedikit lebih berat dibandingkan versi 2018. Kapasitas baterai yang sedikit lebih besar, kemungkinan menjadi penyebab hal ini berlaku. Tapi jika dibandingkan banyak kompetitornya, laptop ini masih di bawah rata-rata berat sebuah ultrabook 13 inchi.

 

  • IO Port

 

 

Review HP Spectre 13 X360 2018 - IO Port selection

 

Untuk membuat desain tetap simpel dan ringkas, HP hanya menghadirkan port yang benar-benar sering dipakai saja. Selebihnya, HP memberi sebuah hub yang menggunakan salah satu port USB-C untuk menghadirkan beberapa jenis port I/O. Sayangnya, Card Reader tetap absen di hub ini.

 

Dua (2) buah port Thunderbolt 3 merupakan nilai jual ekslusif yang powerfull untuk dikonversi menjadi jenis port apapun. Walaupun saat ini masih sebatas investasi karena opsi yang masih terbatas dan harganya yang mahal.

 

review HP Spectre 13 X360 2018 - USB Hub

 

Sebagai info, X360 13 2018 ini memanfaatkan USB-C sebagai media charging. Mau tidak mau, saat laptop ini di charge, hanya tersisa 1 port USB-C yang bisa digunakan. Tapi dengan USB-Hub yang datang dalam paket penjualan, laptop tetap bisa dicharging sekaligus menambah 2 jenis port yakni USB 3.1 type-A dan HDMI.

 

  • Upgrade Option

 

Review HP Spectre 13 X360 bottom case

 

Memang teramat langka sebuah produk laptop kategori ultrabook super kompak yang bisa menawarkan opsi upgrade melimpah. Ini yang harus di pahami. Dengan ukuran sasis yang hampir 50% terisi baterai, otomatis ukuran motherboard harus menyesuaikan. Tambah lagi, dua (2) buah kipas pada spectre 13 X360 2018 ini berukuran hampir sama besar. Berbeda dari versi terdahulu yang salah satunya lebih kecil.

 

Review HP Spectre 13 X360 - bottom case 2

 

Dimensi ketebalan sasis tentunya menjadi alasan utama mengapa RAM pada laptop ini ditanam mati. Bisa dikatakan, HP Spectre memang ditargetkan untuk pengguna yang tidak akan menuntut peningkatan performa di kemudian hari lewat jalan upgrade komponen.

 

  • Performance

 

Dengan turbo-clock lebih tinggi, secara teori, prosesor ini punya keunggulan di kinerja single core. Dari hasi benchmark X264, didapatkan bahwasannya posisi performa i7-8565U ini lebih baik dari i5-7300HQ yang memiliki 4 core – 4 thread. Tentu saja, akan berbeda jika skenario yang anda gunakan adalah untuk merender video dengan durasi yang panjang. Seperti yang saya temukan lewat test looping Cinebench R15, sistem akan langsung mengamankan kesehatan prosesor dengan menurunkan clock-speed.

 

Manajemen Panas

 

Walau TDP sama, namun kecenderungan temperatur mencapai batas suhu tertinggi, tentu lebih besar. Nampaknya, HP sudah memperthitungkan hal ini dengan merombak desain sistem pendingin. Hasilnya, selama endurance test, mampu dilewati laptop ini tanpa isu overheat. Asalkan pengguna bisa mengatur preset sistem performa dan pendingin dalam HP Command Centre.

 

·       HP Command Centre

 

Review HP Spectre 13 X360 2018 HP Command Centre - Thermal Profile - Full Performance

 

Fitur ini terdiri dari empat (preset) kombinasi sistem pendingin dan kecepatan prosesor. Secara default, profile yang aktif adalah Optimize yang bekerja otomatis dimana, saat CPU bekerja full, sistem pendingin akan mengikuti.

 

Review HP Spectre 13 X360 2018 - Cooling and Temp

 

Nah, jika kalian berencana bermultitasking dengan beberapa aplikasi yang berat, baiknya pindahkan ke profile Full performance untuk membuat CPU dan sistem pendingin ‘langsung’ bekerja pada kemampuan maksimal mereka. Dengan mode ini, suhu prosesor bisa di tahan di angka 44°c saat idle, dan maksimal 75°c saat in-game benchmark yang saya lakukan. Tapi jika anda hanya melakukan editing dokumen, profil quite sudah lebih dari cukup.

 

  • Baterai dan manajemen daya

 

review HP Spectre 13 X360 2018 - PCMark 8 Battery

 

Spectre X360 13 2018 dibekali baterai lithium polymer 4-cell berkapasitas 61 Wh. Sebuah kapasitas yang tergolong menengah. Namun melihat dimensi sasisnya yang sangat kompak, kapasitas sebesar ini naik menjadi kelas super. HP sendiri mengklaim, Spectre X360 13 2018 ini mampu berjalan hingga 22,5 jam tanpa asupan listrik. Sedangkan proses charging dari 15% ke 100% memakan waktu 2 jam kurang 10 menit.

 

Review HP Spectre 13 X360 2018 - Power adapter

 

Yang saya harus akui, power adapter spectre 2018 series ini merupakan sebuah achivement. Untuk sebuah power adapter 65 Watt, ukurannya amatlah compact. Tak hanya itu, kabel nya juga dilapis anyaman berkuallitas yang memperkuat namun tetap menjadikannya fleksibel.

 

  • Kesimpulan

 

Review HP Spectre 13 X360 full bottom case

 

Spectre X360 13 2018 tampil dengan desain yang tidak biasa. Mungkin tak sebagian orang suka, tapi diluar sisi objektif tadi, HP patut di acungi jempol untuk ide desain ini. Perubahan konsep desain sendiri tak banyak mengurangi nilai handling bagi pengguna. Bahkan dengan bezel LCD yang lebih tipis, ukuran keseluruhan sasis bisa di pangkas. Sayangnya, bobotnya sedikit lebih berat.

 

Baca juga: Prosesor ULV buat Gaming? Haram! Ini Alasannya

 

Dengan tenaga yang lebih baik dari Kaby Lake R, khususnya performa single-core, X360 13 2018 cocok menjalankan berbagai jenis aplikasi, bahkan aplikasi profesional yang butuh komputasi tinggi seperti rendering video. Tentu saja, RAM DDR4 16GB dan SSD PCIe 512GB nya berperan penting memuluskan performa prosesor. Absen nya Card Reader bahkan pada USB Hub yang disertakan, masih bisa anda kondisikan dengan card reader ekstrenal. Walau bagi mereka yang memuja kepraktisan, hal ini hukumnya haram.

 

  • Unique

 

Poin unik dari HP Spectre X360 13 2018 ini pastinya di sisi prosesor. Terima kasih tim HP Indonesia, yang memungkinkan tim Skyegrid jadi salah satu media teknologi di Indoensia pertama yang merasakan performa Whisky-Lake. Poin kedua adalah fitur keamana berlapis yang masih jarang di temui pada produk sejenis.

 

Jadi jika kemampuan membeli kamu ada di angka 25 jutaan untuk sebuah laptop bisnis, HP Spectre 13 X360 2018 adalah pilihan teratas untuk yang mengutamakan konsep desain elagan, juga security tingkat tinggi.[/vc_column_text][/vc_column][vc_column width=”1/6″][/vc_column][/vc_row]