Review Mortal Engines – Intrik Berlatar Era Kehancuran Penuh Fantasi

[vc_row][vc_column width=”1/6″][/vc_column][vc_column width=”2/3″][vc_row_inner][vc_column_inner width=”3/4″][vc_progress_bar values=”%5B%7B%22label%22%3A%22Alur%20Cerita%22%2C%22value%22%3A%2270%22%2C%22color%22%3A%22bar_green%22%7D%2C%7B%22label%22%3A%22Karakter%22%2C%22value%22%3A%2275%22%2C%22color%22%3A%22peacoc%22%7D%2C%7B%22label%22%3A%22Visual%20%26%20Audio%22%2C%22value%22%3A%2270%22%2C%22color%22%3A%22bar_red%22%7D%2C%7B%22label%22%3A%22Kostum%22%2C%22value%22%3A%2260%22%2C%22color%22%3A%22chino%22%7D%2C%7B%22label%22%3A%22UNIQUE%22%2C%22value%22%3A%2270%22%2C%22color%22%3A%22vista-blue%22%7D%5D” bgcolor=”custom” options=”striped,animated” css_animation=”rotateIn” bgstyle=”outline” units=”points” custombgcolor=”#81d742″][vc_empty_space][/vc_column_inner][vc_column_inner width=”1/4″][vc_single_image image=”25957″ img_size=”large” alignment=”center” style=”vc_box_rounded” onclick=”zoom” css_animation=”bounceIn”][/vc_column_inner][/vc_row_inner][vc_column_text]

 

Apa yang anda lakukan ketika harus hidup berpindah-pindah untuk sekedar bertahan hidup dari ancaman predator? Film Mortal Engines ini mengilustrasikan kondisi tersebut, namun dengan visualisasi yang mungkin saat ini hanya ada di alam khayal.

 

Overview

 

Mengambil latar masa depan dengan kondisi kehidupan yang tercerai berai akibat penyalahgunaan Medusa. Sebuah bom getaran yang mampu menghancurkan sebuah pulau hanya dengan sekali ledakan. Hancurnya peradaban manusia, memaksa mereka berkoloni dan tinggal bersama di atas hunian yang di desain bisa berpindah-pindah untuk menghindari serangan predator.

 

Review Mortal Engines 08

 

Predator yang dimaksud di sini adalah, koloni dengan ukuran tempat tinggal yang jauh lebih besar. Mampu menelan sebuah desa dan mengakuisisi penghuninya untuk dijadikan budak para penduduk asli.

Yap, bayangkan jika desa tempat anda tinggal ditelan oleh sebuah mesin besar. Untuk lolos dari para predator ini, desa anda harus bisa berpindah-pindah dengan cepat.

 

Baca juga: Review Film Venom: Sang Anti-Hero yang Kompak dengan Symbiote

 

Alur Cerita dan Karakter Utama

 

Review Mortal Engines - Hester Shaw

 

Film Mortal Engines ini utamanya mengisahkan tentang misi balas dendam seorang gadis bernama Hester Shaw atas kematian ibunya. Ia sendiri hampir tidak selamat jika tidak diselamatkan dan dirawat oleh Shrike, sebuah Cyborg yang dihidupkan kembali.

 

Review Mortal Engines - Shrike

 

Untuk membalas jasa, Hester menyetujui rencana Shrike untuk menghapus semua memori untuk menghilangkan kesedihan Hester akan kehilangan ibunya. Namun saat mendengar kabar London, koloni dimana sang pembunuh ibunya tinggal, Hester kabur dengan niat menuntut balas pada Valentine, sampai akhirnya ia dipertemukan dengan Tom Natsworthy. Seorang pemuda penduduk London kelas rendah, yang juga tertarik pada bidang Arkeolog.

 

Review Mortal Engines - Gereja Valentine

 

Thaddeus Valentine sendiri merupakan arkeolog, teman dekat Pandora Shaw, ibu dari Hester Shaw, yang secara diam-diam membangun kembali Medusa sebagai senjata pamungkas menguasai koloni lain. Termasuk sebuah koloni tempat tinggal Anna Fang, pimpinan Anti-Traction League yang selalu berupaya menjaga perdamaian antar koloni, atas perintah Gubernur Kwang.

 

Visualisasi

 

Review Mortal Engines - Kostum

 

Penggambaran suasana setelah kiamat akibat Medusa, menurut saya kurang sinkron. Nampaknya, sang sutradara ingin menggambarkan bahwa kehancuran yang terjadi, memutus rantai beberapa generasi. Akibatnya, individu yang selamat memulai kembali pengembangan teknologi hingga level abad pertengahan.

Penggunaan kostum tiap-tiap karakter menggambarkan kemajuan teknologi dari masing-masing koloni. Hal ini menurut saya jadi tidak terlihat sinkron satu sama lain. Ada yang digambarkan dari jaman purba, ada juga yang digambarkan dari jaman moderen.

 

Review Mortal Engines - Props

 

Begitupun dengan pengguna senjata dan properti, khususnya kendaraan koloni dan pesawat terbang dari tim Anti-Traction League.

 

Review Mortal Engines - visual effect

 

Era mesin-mesin besar menuntut film ini membuat properti raksasa lengkap dengan visualisasi kerusakan yang diderita permukaan tanah. Untuk efek visualisasi ini, saya lihat sangat diperhitungkan detailnya.

 

Audio

 

Tata suara diramu dengan sangat apik untuk menselaraskan efek-efek yang terlihat. Tiap gesekan metal dari tempat tinggal koloni dan mesin-mesin pendukungnya, mampu diperdengarkan dengan komposisi yang pas. Walaupun jika saya perhatikan, banyak suara ledakan yang kurang dramatis saat sesi pertempuran antara Anti-Traction League dan London.

 

Kesimpulan

 

Review Mortal Engines - Tom N

 

Komposisi drama cukup banyak ditemui sepanjang alur cerita. Walapun momennya agak terpencar-pencar hingga tak berhasil membangun emosi saya hingga klimaks. Efek visual menurut saya sangat baik. Hanya saja untuk audio, harusnya bisa lebih baik lagi. Akting dan karakter akan makin sempurna andai saja dari sisi kostum juga mendukung.

 

Anda yang suka dengan cerita fiksi dengan latar masa setelah kiamat, akan dengan mudah mendapatkan fantasi berbeda dari gambaran dalam film Mortal Engines ini.[/vc_column_text][/vc_column][vc_column width=”1/6″][/vc_column][/vc_row]