Review: Predator Helios 500 PH517-51 – i9-8950HK

[vc_row][vc_column width=”1/6″][/vc_column][vc_column width=”2/3″][vc_row_inner][vc_column_inner width=”3/4″][vc_empty_space height=”16px”][vc_progress_bar values=”%5B%7B%22label%22%3A%22DESIGN%22%2C%22value%22%3A%2275%22%2C%22color%22%3A%22bar_green%22%7D%2C%7B%22label%22%3A%22HANDLING%22%2C%22value%22%3A%2275%22%2C%22color%22%3A%22peacoc%22%7D%2C%7B%22label%22%3A%22PERFORMANCE%22%2C%22value%22%3A%2290%22%2C%22color%22%3A%22bar_red%22%7D%2C%7B%22label%22%3A%22PRICE%22%2C%22value%22%3A%2250%22%2C%22color%22%3A%22chino%22%7D%2C%7B%22label%22%3A%22UNIQUE%22%2C%22value%22%3A%2265%22%2C%22color%22%3A%22vista-blue%22%7D%5D” bgcolor=”custom” options=”striped,animated” css_animation=”rotateIn” bgstyle=”outline” units=”points” custombgcolor=”#81d742″][/vc_column_inner][vc_column_inner width=”1/4″][vc_single_image image=”25957″ img_size=”large” alignment=”center” css_animation=”bounceIn” image_hovers=”false”][/vc_column_inner][/vc_row_inner][vc_column_text]

 

 

Laptop Gaming High-End dengan Spesifikasi ‘Labil’

 

Langsung aja sob, mendapat kesempatan me-review Predator Helios 500 menghadirkan banyak ekspektasi besar. Jauh lebih besar dari ukuran sasis laptop yang punya tiga (3) opsi prosesor, Intel Core i9-8950HK, i7-8750H dan AMD Ryzen 7 2700X ini. Kenapa akhirnya saya harus berkesimpulan laptop ini menawarkan spesifikasi yang labil? Berikut sebab musababnya.

 

Spesifikasi, Upgrade Option dan harga

 

Review Predator Helios 500 PH517-51 - Workstation - Identity

Hanya tersisa logo kecil Acer di pojok kiri atas LCD sebagai identitas perusahaan induk

 

Menilik spesifikasi dalam unit review Predator Helios 500 PH517-51 versi Core i9 ini, saya perhatikan lebih seksama, kok agak unik ya? Bahkan terkesan ‘labil’. Pertama-tama, pastinya dari penggunaan prosesor Core i9-8950HK yang merupakan prosesor TOP level untuk platform notebook saat ini, tapi hanya dipadukan dengan Geforce GTX1070, yang notabene hanya jagoan nomor dua (2) di jajaran produk kartu grafis Nvidia.

 

Di sini menimbulkan rasa penasaran, apakah kedua komponen CPU dan GPU tadi, bisa bersinergi maksimal untuk saling mendukung mengeluarkan kemampuan terbaik masing-masing? Kamu akan lihat hasilnya di bagian pengujian performa pada artikel review Predator Helios 500 PH517-51 ini.

 

Sama-sama kita tahu, sebuah Geforce GTX 1070 cukup superior untuk game-game AAA saat ini. Tapi di atas kertas, belum cukup superior jika di tantang dalam resolusi 4K untuk beberapa game haus darah seperti, Withcer 3. Kombinasi GTX 1070 dengan layar 4K pada unit review Predator Helios 500 PH517-51 ini, sepintas lalu juga terlihat labil. Tapi, Acer pasti punya alasan mengapa memilih panel 4K .

 

  • Upgrade Option

 

Review Predator Helios 500 PH517-51 - Design - Bottom case

Maintenance door yang mudah diakses

 

Untuk komponen pendukung performa lainnya seperti RAM dan storage, saya lihat sudah sangat sesuai. Di atas kertas, seharusnya bisa membantu kerja CPU dan GPU di titik maksimal. Ada empat (4) buah slot RAM DDR4 yang dua diantaranya terletak di bawah keyboard dan sudah terisi 2 buah RAM DDR4 16 GB pc 2400 MHz (Total 32GB). Pengguna masih bisa menambah 2 keping lagi RAM 16 GB hingga total RAM bisa mencapai 64 GB.`

 

Di sisi storage, unit review Predator Helios 500 PH571-51 yang hadir di lab Skyegrid menawarkan sebuah HDD 2 TB. Walaupun berputar maksimal di 5400 rpm, tapi punya performa sangat responsif sebab ditanamkan cache sebesar 128 MB. Overall, konfigurasi storage Helios 500 ini masuk kelas TOP level. Kecuali, absen-nya SD Card reader yang mungkin menurut Acer, tak lagi dibutuhkan oleh gamer antusias saat ini.

 

  • Harga

 

Review Predator Helios 500 - Workstation - right palmrest

 

Acer merilis tiga (3) SKU untuk Predator Helios 500 di Indonesia. 2 SKU kelas mid dan 1 SKU kelas sultan seperti yang saya review. Adapun perbedaan paling mencolok dari ketiga SKU tersebut ada pada CPU, kapasitas RAM dan Storage, dan juga panel LCD. Untuk SKU dengan i7-8750H dan Ryzen 7 2700, hanya di bekali RAM 16GB plus SSD PCIe 256GB. Untuk panel LCD, masih beresolusi 1080p tapi punya refresh rate 144 Hz, baik versi i7 maupun versi Ryzen.

 

Untuk Helios 500 versi i7 dengan GTX 1070 8GB, dibanderol diangka 44 juta rupiah. Versi Ryzen 2700 plus AMD Radeon RX Vega 8, dibanderol diangka 38 juta rupiah. Nah, untuk unit review Predator Helios 500 PH571-51 yang saya review ini dibanderol diangka 60 juta rupiah. Dengan angka tersebut, kamu akan mendapatkan tambahan spesifikasi di RAM (32 GB) dan di storage (SSD 512 GB PCIe + HDD 2TB).

 

  • I/O & Konektifitas

 

Review Predator Helios 500 PH517-51 - IO - Left IO

 

Untuk Konektifitas, sekali lagi Predator Helios ini belum membuat saya puas. Sekalipun ia menawarkan beberapa jenis port di bagian belakang yang saya sangat suka dan juga dua buah USB type-C/ThunderBolt 3. Salah satu alasannya adalah, posisi beberapa port khususnya USB terlalu ketengah sasis.

 

Review Predator Helios 500 PH517-51 - IO - Right IO

 

Sebenarnya bisa dimaklumi. Saya anggap, Acer mendahulukan exhaust demi kestabilan sistem dibanding handling selama menggunakan laptop ini. Hanya saja, jika meja kerja kamu sempit. Gerak mouse akan sangat terbatas sebab harus berbagi dengan colokan USB dari mouse tersebut.

 

Review Predator Helios 500 PH517-51 - IO - Rear IO

 

Sedangkan untuk media komunikasi laptop ini dengan perangkat lain, kamu tak perlu khawatir karena baik koneksi wireless maupun kabel, dua-duanya menggunakan Killer network. Yang saya suka, posisi charging port dan port display out termasuk HDMI dan DisplayPort di posisikan di bagian belakang. Ini membuat manajemen kabel jauh lebih rapih.

 

  • Segmentasi produk

 

FYI, kebanyakan laptop kategori gaming dengan i9-8950HK yang dipadukan dengan Geforce GTX1080. Nampaknya, Acer coba memberi opsi yang lebih terjangkau di banding dua kompetitor terdekatnya, ROG G701GI (GTX1080 + FHD 144Hz) dan MSI GT75RG (GTX1080 + 4K).

 

Saat dua kompetitor harus dibanderol diangka 65 juta lebih, Helios 500 bisa ditebus kurang dari 60 juta rupiah. Tapi apakah calon pembeli dilevel harga setinggi ini perduli dengan perbedaan 5 hingga 10 juta rupiah? Menurut saya, tidak. Nampaknya Acer perlu menyesuaikan kembali harga Predator Helios 500 PH517-51, sebelum banyak calon pembeli berhitung lebih detail dan memutuskan membeli versi i7-8750H yang jauh lebih price-to-performance. Tapi mari mengulik lebih dalam, ke grup pengguna mana sebenarnya Acer akan menawarkan produk ini.

 

  • Display Panel

 

Review Predator Helios 500 PH517-51 - LCD - Screen

 

Kita mulai dari atas yaitu display panel. Sebagai info, Helios 500 datang dengan dua (2) konfigurasi display panel, 1080p dan 4K. Untuk unit review Predator Helios 500 yang datang ke kita adalah versi 4K 60 Hz. Untuk produk sejenis yang beredar di Indonesia, kualitas akurasi warna, kontras, dan brightness Helios 500 ini agak sulit di cari tandingannya. Saya berani jamin, untuk kamu pelaku bisnis konten multimedia, tak akan menyesal dengan panel Helios 500 ini.

 

Panel buatan AUO (AU Optronics) B173ZAN01.0 ini punya level akurasi warna sRGB dan AdobeRGB 100%. So untuk poin ini, Helios 500 juga merupakan pilihan teratas tak hanya untuk gamer, tapi juga pengguna profesional. Nampaknya, Helios memilih panel 4K dibanding panel 120 Hz atau 144 Hz karena mereka sadar kemampuan GTX 1070, yang belum cukup mampu berenang di atas 100 fps untuk game-game AAA kelas berat, di resolusi 1080p sekalipun.

 

  • Workstation

 

Review Predator Helios 500 PH517-51 - Workstation - Macro Keys

 

Turun ke area upper-case, saya pribadi cukup terkesan dengan desain layout yang ada khususnya kehadiran lima (5) buah Programmable Macro key yang ditempatkan di kiri atas. Jaraknya yang proposional memudahkannya pengguna mengakses hanya dengan satu (1) tangan. Kanan atas didedikasikan untuk sederet mesh-hole yang saya yakini merupakan lubang masuk udara segar.

 

review Predator Helios 500 PH517-51 - Workstation - left view

 

Acer belum menanamkan mechanical keyboard pada Helios 500. Fitur ini memang bukan top of mind bagi semua mobile PC gamers. Namun bisa jadi sebuah benefit bagi pengguna enthusiast yang sebelumnya mengandalkan Desktop PC. Terlepas dari hal tersebut, tuts keyboard pada Helios 500 terasa clicky dan punya feedback force yang sangat baik. Bahkan tidak mengesankan bahwa laptop ini hanya membekal switch jenis rubber-dome. Suara klik yang terdengar juga cukup rendah hingga tak menggangu orang disekitar pengguna.

 

Selain membedakan ornamen pada grup tombol WASD dan Direction key, Helios 500 juga menawarkan backlit RGB dengan pemisahan hingga empat (4) zona. Agak disayangkan, menurut saya intensitas backlit kurang terang. Ini membuat warna backlit terlihat samar, kecuali putih tentunya. Tapi jika hanya sebagai alat bantu saat bermain di ruang minim cahaya, fungsinya sudah cukup baik.

 

Review Predator Helios 500 PH517-51 - Workstation - Touchpad

 

Touchpad punya dimensi yang cukup untuk sebuah laptop 17 inci.Tidak kecil, tidak juga besar. Selain memiliki decicated button, sekeliling touchpad juga diberi light perimeter berwarna biru terang yang sayangnya, tidak bisa diubah warnanya. Dedicated button punya travel key yang cukup dalam, tapi empuk saat di tekan dan tidak berisik.

 

Setelah menggunakan laptop ini kurang lebih seminggu, saya merasa tuts keyboard dan performa touchpadnya sangat bisa diandalkan untuk prosesi input data yang melelahkan sekalipun. Namun saya juga merasakan, panas dari komponen cukup terasa hingga ke permukaan workstation, khususnya dibaris keyboard. Untuk Palm Rest sendiri, bisa saya laporkan tidak terasa mengganggu.

 

Fitur menarik

 

Baiklah, mari kita lihat diluar poin spesifikasi. Helios 500 versi i9 juga menawarkan fitur overclock yang memang menjadi nilai jual dari i9-8950HK. Tambahannya, Geforce GTX 1070 pada Helios 500 juga bisa di overclock. Semua di sajikan dengan metode preset yang sangat mudah dipahami oleh pengguna awam sekalipun. Walaupun jika diperhatikan, terutama oleh pengguna enthusiast, speed-step yang terkoreksi saat CPU atau GPU di-overclock, tidak akan terlihat menarik.

 

[dt_quote type=”pullquote” layout=”right” font_size=”big” animation=”none” size=”1″]Jadi apa yang menarik dari Predator Helios 500 ini?[/dt_quote]

 

Review Predator Helios 500 PH517-51 - Features - Fan Control crop

 

Sebab produk ini masuk kelas flagship, pastinya Acer sudah memikirkan sales poin yang membuat Helios 500 harus berbeda dari kompetitor, khususnya versi Intel yang kita review ini. Coolboost misalnya. Fitur sistem pendingin andalan Acer ini diklaim telah lebih disempurnakan dengan dedicated heatpipe lebih banyak agar mampu menaklukan ganasnya core i9 dengan 6 core -12 thread-nya.

 

Seperti beberapa merek lain yang telah lebih dulu menyatukan semua fitur monitoring dalam satu aplikasi, Acer juga sudah melakukannya lewat Predator Sense. Dari aplikasi ini, pengguna bisa mengakses semua fitur gaming termasuk kustomisasi tombol macro dan backlighting keyboard.

 

review Predator Helios 500 PH517-51 - Workstation - maxx audio

 

Selain itu, Predator Helios 500 PH517-51 ini menawarkan tata suara kelas premium dengan menghadirkan konfigurasi speaker 2.1. Sub-Woofernya bekerja sangat baik meng-handle frekuensi nada rendah hingga tiap lagu atau audio film terdengar lebih bertenaga.

 

Desain, Handling & Build Quality

 

 

Review Predator Helios 500 PH517-51 - Design - LID Closed

 

Menurut saya, konsep desain Helios 500 ini diturunkan dari Predator G21, terutama dari pemilihan ornamen lighting. Warna biru yang mendominasi, membuat laptop ini terlihat lebih ‘adem’ dibanding kombinasi merah pada beberapa seri predator lain. ampil yang kental dejauh dari kesan sebuah laptop gaming modern. Tebelnya dapet, beratnya sudah pasti sepaket ;). Bingkai LCD juga masih konvensional.

 

 

Review Predator Helios 500 PH517-51 - Design - Exhaust

 

Tidak ada yang tampil tipis di Helios 500 ini. Namun ini justru sangat masuk akal mengingat laptop ini menggunakan Core i9. Salah satu hal yang paling menonjolkan aura gaming adalah, desain lubang exhaust yang dibuat membentuk garis-garis tebal nan futuristik.

 

Performa

 

  • Gaming performance

 

Performanya secara overall, guila sih. Apapun game yang dilemparkan pada Helios 500 ini bisa kita nikmati dengan seting maksimal. Karena itu, produk ini cocok untuk yang tak mau berkompromi dengan kualitas grafis. Saat mencoba Battlefield V terbaru di resolusi 4K, saya masih bisa mendapatkan 54 fps. Dengan sedikit paksaan overclock, walaupun sebuah preset dengan langkah peningkatan yang bisa dibilang minimalis, cukup bermanfaat mempertahankan minimum FPS selama in-game.

 

  • Profesional Task

 

Review Predator Helios 500 PH517-51 - Benchmark - X264 Benchmark

 

Jumlah core pada i9-8950HK yang 50% lebih banyak dari seri 7820HK, terlihat menunjukan taringnya di aplikasi profesional. Di sini, i9-8950HK meninggalkan i7-7820HK hampir 50%. Di sisi lain, melihat salah satu hasil uji coba aplikasi benchmark berbasis profesional task di atas, i9-8950HK memang tetap superior. Tapi melihat perbedaan hasil yang terbilang tipis (± 8%), tak salah jika Acer juga memberi opsi Helios 500 dengan prosesor AMD Ryzen 7 2700. Bisa dilihat, Ryzen 7 1700 saja unggul cukup jauh, bagaimana dengan Ryzen 7 2700?

 

  • Sistem Pendingin

 

Review Predator Helios 500 PH517-51 - Disassembly

property of laptopmedia.com

 

Penilaian pada sistem pendingin Predator Helios 500 ini saya bagi dua. Pertama, desain dalam termasuk hetaspreader, jumlah heatpipe dan dimensi heatsink. Ketiganya didesain cukup baik walau tidak saya temukan sesuatu yang spesial kecuali heatsink yang diberi cat biru. Total ada 4 buah heatsink yang diposisikan menghadap ke belakang dan ke sisi kiri kanan. Dua heatsink yang diposisikan menghadap belakang, saling terkoneksi oleh dua buah heatpipe yang ukurannya cukup besar.

 

Yang spesial, justru ada pada desain kipas dan lubang keluar masuk udara. Acer terlihat memperhatikan detail aliran udara masuk dan udara keluar. Walau terdapat lubang buang samping, nampun udara panas semua di buang ke belakang. Jadi, sama sekali tak menggangu tangan pengguna.

 

Review Predator Helios 500 PH571 51 - Temp at X264 Bench

 

Sedangkan 2 heatsink yang menghadap ke samping selain dimensinya lebih kecil, heatpipe yang mengkoneksikannya juga jauh lebih kecil dari heatpipe utama. Tapi heatpipe kecil tersebut ukurannya cukup panjang hingga dibuat melingkari kipas. Terlihat juga i9-8950HK mendapat prioritas yang cukup masih jika dilihat dari ukuran heatspreader nya. Dari test rendering intensif menggunakan X264 Benchmark, nampaknya konfigurasi sistem pendingin ini masih kurang kuat untuk menekan panas i9-8950HK tanpa bantuan kipas dengan putaran penuh.

 

Agak berbeda dengan ROG yang melepas proteksi TDP hingga memungkinkan CPU menerima daya hingga 65 Watt, Acer memilih bermain aman dengan membatasi fluktuatif overclocking yang bisa berjalan dalam Helios 500 tetap di kisaran 45 Watt. Menurut saya juga lebih baik bermain aman sebab,

 

Review Predator Helios 500 PH517-51 - Benchmark - Table CB15 Looping

 

Tapi untuk aplikasi yang hanya menyiksa salah satunya saja seperti Cinebench R15 multithread dengan metode looping, saya perhatikan tidak terjadi fluktuatif temperatur yang terlalu jauh. Temperatur mampu di jaga dengan baik hingga performa CPU selalu stabil. Overall, saya cukup puas dengan kemampuan sistem pendingin pada Predator Helios 500 PH517-51 ini. Karena bagaimanapun, amat langka ditemukan skenario aplikasi yang menyiksa CPU dan GPU sekaligus dengan sangat intens kecuali aplikasi benchmark.

 

Kesimpulan

 

Untuk kebutuhan gaming, atau aplikasi profesional mulai dari keluarga Adobe hingga CAD, performa Predator Helios 500 ini juara. Khususnya gaming, saya harus akui dan lebih menyarankan versi Intel sebab jauh superior dibanding AMD Ryzen. Hadirnya G-Sync pada versi Intel juga akan mendapat tempat khusus di hati para gamer antusias. Kombinasi 4K dan G-Sync secara tidak langsung, bisa menolong GTX 1070 dalam menghadirkan kualitas visual in-game yang tetap memukau dan stabil.

 

Tapi untuk kamu yang pekerjaannya lebih banyak menggunakan aplikasi profesional, saya menyarankan ambil versi Ryzen. Melihat gap harga yang cukup jauh yakni 60 juta (i9-8950HK) vs 38 juta (Ryzen), Helios 500 versi Ryzen 8 core sulit untuk tak masuk dalam pertimbangan. Sayangnya, Acer tidak merilis Helios 500 versi Ryzen dengan opsi panel 4K yang pastinya menambah nilai jual produk ini di mata produser konten dan pekerja profesional.

 

Jika menghitung harga per spesifikasi, harga 59 juta masih cukup rasional untuk sebuah laptop gaming yang nyaris komplit. Kemampuan sistem pendingin yang saya temukan kurang optimal saat kedua komponen CPU dan GPU terbang tinggi, tidak usah terlalu dikhawatirkan.

 

(+)

  • Opsi Upgrade yang lengkap
  • Kualitas display panel dan audio kelas atas

(-)

  • Performa Multi-Core di bawah rata-rata.
  • Minus Card Reader

[/vc_column_text][/vc_column][vc_column width=”1/6″][/vc_column][/vc_row]