Review Game Sekiro: Shadow Die Twice

[vc_row][vc_column width=”1/6″][/vc_column][vc_column width=”3/6″][ult_content_box box_shadow=”horizontal:px|vertical:px|blur:px|spread:px|style:none|” hover_box_shadow=”horizontal:px|vertical:px|blur:px|spread:px|style:none|”][vc_progress_bar values=”%5B%7B%22label%22%3A%22STORY%22%2C%22value%22%3A%2280%22%2C%22color%22%3A%22bar_green%22%7D%2C%7B%22label%22%3A%22GRAFIS%22%2C%22value%22%3A%2275%22%2C%22color%22%3A%22peacoc%22%7D%2C%7B%22label%22%3A%22GAMEPLAY%22%2C%22value%22%3A%2285%22%2C%22color%22%3A%22bar_red%22%7D%2C%7B%22label%22%3A%22PRICE%22%2C%22value%22%3A%2255%22%2C%22color%22%3A%22chino%22%7D%2C%7B%22label%22%3A%22UNIQUE%22%2C%22value%22%3A%2280%22%2C%22color%22%3A%22vista-blue%22%7D%5D” bgcolor=”custom” options=”striped,animated” css_animation=”rotateIn” bgstyle=”outline” units=”points” custombgcolor=”#81d742″][vc_column_text][yasr_overall_rating][/vc_column_text][/ult_content_box][/vc_column][vc_column width=”1/6″][vc_single_image image=”25961″ img_size=”large” alignment=”center” style=”vc_box_rounded” onclick=”zoom” css_animation=”bounceIn”][/vc_column][vc_column width=”1/6″][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column width=”1/6″][/vc_column][vc_column width=”2/3″][vc_column_text]

22 Maret lalu, Activision baru aja merilis game anyar buatan FromSoftware, perusahaan game yang berkantor utama di Tokyo, Jepang ini. Buat kamu yang udah pernah main DarkSouls dan Bloodborne, pasti sudah tidak asing dengan developer yang satu ini.

 

Karena di tim Skyegrid ada yang sangat menyukai Souls series, jadilah ‘autobuy‘ game ini saat dirilis. Habis sudah waktu sekitar satu minggu belakangan ini untuk bermain Sekiro untuk menuntaskan rasa penasaran pada game yang ultra-hype ini.

 

  • Visual Grafis

 

review-game-Sekiro-Shadows-Die-Twice-graphic

Sekiro: Shadows Die Twice

 

Pertama kali memulai new game, langsung terlihat perbedaan dari Souls series. Terutama dari tone warna yang lebih ke arah coklat dan abu-abu. Kini kontras terlihat, perbedaan warna pada tema Sekiro.

 

Nuansa Jepang era abad ke enam belas benar-benar terasa. Seperti ilustrasi kastil yang tegak berdiri di lembah, atau kesunyian hutan bambu di malam hari. Kontan saja, ini membuat saya yang memang sangat suka nuansa Jepang, senyum-senyum sendiri selama bermain game. Tapi lima belas menit setelah itu, senyum langsung hilang sebab selalu gagal melewati mini-boss yang ada di tutorial, alias Leader Shigenori Yamauchi.

 

[dt_highlight color=”” text_color=”8fc748″ bg_color=”12467f”]Apa ada juga yang mati pas TUTORIAL?[/dt_highlight]

 

Ternyata, setelah dicoba berkali-kali, tingkat kesulitan Sekiro: Shadow Die Twice ini memang bukan level sembarang. Untuk gamer pemula, mungkin bisa lebih tertekan dan mungkin menyerah di tengah jalan, jika tidak memiliki stok sabar yang banyak.

 

  • Alur Cerita

 

review-game-Sekiro-Shadows-Die-Twice-Story

 

Sekiro bercerita tentang Shinobi yang bernama “Okami” atau Serigala dalam misinya melindungi tuannya yang bernama Kuro. Kuro yang merupakan bocah titisan dewata, memiliki darah unik “Dragon Heritage”, hingga menjadi menjadi incaran Klan Ashina yang diceritakan dalam game ini, dalam ambang kehancuran.

 

Tujuan clan Ashina tidak lain adalah ingin menciptakan tentara abadi dari darah Kuro. Setelah berhasil kabur dari penjara bersama dengan sang Serigala, mereka dihadang oleh Genichiro Ashina. Perkelahian pun tidak dapat terhindarkan.

 

Sang Serigala yang tidak mampu mengalahkan Genichiro, kehilangan tangan kirinya dan pingsan. Kuro pun dibawa kembali ke Kastil Klan Ashina oleh Genichiro. Tersadar dari lukanya, sang Serigala yang diselamatkan oleh sang Pemahat, kini memiliki tangan buatan sebagai pengganti tangan kirinya.

 

Baca juga: Review Metro Exodus

 

Ternyata, sang serigala telah diberikan kekuatan oleh Kuro tiga tahun yang lalu. Kekuatan ini lah yang membuatnya selamat dan tidak mati sekalipun terluka parah saat kehilangan tangannya. Untuk memenuhi sumpahnya, sang serigala kini menyerbu kastil Klan Ashina untuk mengembalikan tuannya//

 

  • Gameplay

 

review-game-Sekiro-Shadows-Die-Twice-Gameplay

 

Pendekatan FromSoftware untuk gameplay game ini dibuat berbeda dengan Soul Series. Dalam Third Person Action game ini, Sekiro menghilangkan role-playing dan character creation. Unsur peningkatan level karakter pun diganti dengan skill-set yang dapat dibuka setelah mengalahkan cukup musuh.

 

Sekiro lebih menekankan gameplay parry-counter ketimbang dodge-counter. Walau tiap-tiap musuh yang ada harus dihadapi dengan strategi yang berbeda. Bertambahnya skill-set, tidak berarti kamu dapat semakin mudah mengalahkan musuh. Sedikit saja lengah, musuh yang tak terduga bisa mengalahkan kamu dalam sekejap. Bahkan kamu bisa ditumbangkan oleh seekor ayam sekalipun. Aib gak tuh..

 

review-game-Sekiro-Shadows-Die-Twice

 

Karena tingkat kesulitan yang masuk kategori tinggi, media sosial twitter-pun ramai oleh para netizen yang menginginkan kehadiran easy mode di game ini. Tapi menurut saya, tidak perlu terlalu khawatir tidak bisa menamatkan game ini. Sedikit tips, berusahalah secepat mungkin, beradaptasi dengan timing serangan musuh-musuh yang ada.

 

  • Harga dan Rekomendasi Spesifikasi PC

 

review-game-Sekiro-Shadows-Die-Twice-Graphic-retail-price-steam

Collector’s Edition Sekiro: Shadows Die Twice.

 

Buat kamu yang tertarik memainkan game ini, kamu bisa ambil copy-nya di Steam dengan Rp. 729,000 (Maret 2019). Selain hadir di platform PC, Sekiro: Shadow Die Twice ini juga hadir untuk versi PS4 dan Xbox One.

 

Adapun untuk kamu yang berencana memainkan game ini di platform Windows atau PC, berikut spesifikasi hardware minimal yang direkomendasikan untuk menjalankan game  Sekiro: Shadow Die Twice ini.

 

OS: Windows 7 64-bit | Windows 8 64-bit | Windows 10 64-bit
Processor: Intel Core i5-2500K | AMD Ryzen 5 1400
Memory: 8 GB RAM
Graphics: NVIDIA GeForce GTX 970 | AMD Radeon RX 570
DirectX: Version 11
Network: Broadband Internet connection
Storage: 25 GB available space
Sound card: DirectX 11 Compatible

 

Juga sedikit warning, siapkan joystik cadangan karena game ini bener-bener akan menyiksa stik yang kalian punya. Saya sendiri sudah kehilangan sebuah gaming mouse kesayangan, karena memilih berjibaku menggunakan keyboard dan mouse.

 

  • Conclusion & Unique

 

Sekiro : Shadows Die Twice skyepod

 

 

Game ini menawarkan gameplay dinamis yang dipadukan dengan tingkat kesulitan tinggi. Efeknya, pemain akan sering terlena hingga menurunkan tingkat kewaspadaan. Tapi saat pemain gagal, Ia merasa lebih tertantang. Itu mengapa, banyak yang berlomba-lomba menjadi pemain yang mampu menawamtkan game ini, tanpa gagal sekalipun. Faktanya, saat ini banyak yang berlomba-lomba namatin game ini di mode speedrun. Sementara ini, World record yang tercatat adalah, tiga puluh tiga menit tujuh belas detik.

 

Baca juga: Review Microsoft Surface GO

 

Bagaimana? Apakah kamu salah satu yang mampu menamatkan game ini di bawah catatan waktu di atas? Komen di bawah ya.

[/vc_column_text][ultimate_video u_video_url=”https://www.youtube.com/watch?v=rDe5RfzQ93U” yt_autoplay=”on” yt_sugg_video=”” yt_mute_control=”on” yt_modest_branding=”” yt_privacy_mode=”” play_size=”75″ enable_sub_bar=””][/vc_column][vc_column width=”1/6″][/vc_column][/vc_row]