Review Gigabyte Aero 15 X9 – Makin Pintar Berkat AI, Auto Ngebut?

Review Gigabyte Aero 15 X9 – Makin Pintar Berkat AI, Auto Ngebut?

Belum lama, Skyegrid mengulas Asus Zenbook UX533FD yang diposisikan sebagai performance ultrabook berdarah ULV dan Max-Q. Nah, Gigabyte Aero 15 X9 ini, bisa dibilang performance Ultrabook juga. Tapi levelnya lebih high-performance walaupun GPU nya masih berdarah Max-Q.

Review-Gigabyte-Aero-X9-Ai-Menu
Dari Ai logo ini, kita bisa monitor dan kontrol aktifasi Ai

Di ulasan kali ini, saya akan lebih banyak membahas sisi performa, manajemen daya dan sistem pendingin. Dan karena Aero 15 X9 ini punya treatment khusus terhadap teknologi Ai, saya juga akan mengupas sedikit tentang seberapa jauh benefit yang bisa fitur ini berikan. Khususnya untuk komputasi profesional dan gaming.

Untuk ulasan design dan handling Gigabyte Aero 15 X9 ini, kamu bisa lihat di tautan berikut. Overall, kamu bisa menemukan banyak kesimpulan yang nyaris seragam tentang desain, handling juga material Gigabyte Aero 15 X9 ini, atas pendahulunya. Memang, ada perubahan minor khususnya pada sisi port I/O. Mini DisplayPort di versi sebelumnya, ditingkatkan ke jenis USB-C combo. Jadi jika pengguna sedang tak membutuhkan Mini DisplayPort, ada tambahan port USB type-C.

  • Spesifikasi Gigabyte Aero 15 X9
Review-Gigabyte-Aero-X9-LCD-1
Panel 144 Hz yang superior dengan 100% sRGB

Dibanding pendahulunya, Gigabyte Aero 15 X9 berbeda pada banyak hal terkait spesifikasi. Mulai dari Prosesor yang kini hadir dengan pilihan Intel core i9-8950HK, dan tentunya opsi GPU dengan pilihan hingga Geforce RTX 2080 Max-Q. Sayangnya, unit review Gigabyte Aero 15 X9 yang kami dapatkan bukanlah SKU tertinggi. Tapi it’s OK. Mari kita petakan kekuatan baru Aero 15 lewat kombinasi i7-8750HK dan Nvidia RTX 2070 Max-Q.

Review-Gigabyte-Aero-X9-Bottom-case
Sebaiknya rubberfoot kamu tambahkan perekat yang lebih kuat karena mudah lepas.

Penggunaan spesifikasi ini membuat saya pribadi sedikit bingung tentang posisi Aero yang kini menawarkan spesifikasi lebih superior dibanding Aorus. Setelah mengkonfirmasi dengan pihak Gigabyte Indonesia, benar saja bahwa saat ini posisi Aero sengaja di seting agar berada di atas Aorus. Kita akan bahas lain waktu terkait fakta baru ini.

Review-Gigabyte-Aero-X9-Webcam
Posisi webcam yang banyak dikeluhkan, belum juga dirubah.

Di seri 9 ini, Gigabyte juga menjadikan seluruh SKU Aero datang dengan kekuatan RAM penuh yakni 32 GB. Jadi pengguna tak perlu lagi melakukan upgrade di sisi RAM. Begitupun di sisi storage dengan PCIe SSD berkapasitas 1 TB nya. Saya pribadi merasa, kapasitas sebesar ini tak membutuhkan upgrade. Setidaknya dalam waktu dekat. Tapi jika kamu masih merasa kurang, masih ada satu slot m.2 PCIe lagi untuk tambahan storage.

Kamu juga bisa lihat informasi lengkap terkait spesifikasi Aero 15 baru ini pada artikel preview di atas.

[ultimate_info_table design_style=”design05″ package_heading=”Gigabyte Aero X9″ heading_tag=”h4″]

OS Windows 10
CPU 8th Generation Intel® Core™ i7-8750H (2.2GHz-4.1GHz)
Display 15.6″ Thin Bezel LG 144Hz FHD 1920×1080 IPS anti-glare display LCD
*X-Rite™ Pantone® Certified, individually factory calibrated
System Memory Samsung® 32GB DDR4 2666MHz, 2 x 16GB (Max 64GB)
Chipset Mobile Intel® HM370 Express Chipset
Video Graphics Intel® UHD Graphics 630 (Supports NVIDIA® Optimus™ Technology)
NVIDIA® GeForce RTX™ 2070 With Max-Q Design GDDR6 8GB
Storage 2x M.2 SSD slots (Type 2280, supports 1x NVMe PCIe & SATA/ 1x NVMe PCIe)
Keyboard Type

GIGABYTE Fusion RGB Per-Key Backlit Keyboard

I/O Port 2x USB 3.1 Gen1 (Type-A)
1x USB 3.1 Gen2 (Type-A)
1x Thunderbolt™ 3 (USB Type-C)
1x HDMI 2.0
1x DP 1.4 & USB3.1 (USB Type-C)
1x 3.5mm Headphone/Microphone Combo Jack
1x UHS-II SD Card Reader
1x DC-in Jack
1x RJ-45
Audio 2x 2 Watt Speaker
Microphone
Nahimic 3 Audio Enhacement
Communications Killer™ Doubleshot Pro LAN
Killer Wireless-AC 1550 (Powered by intel)
Bluetooth: Bluetooth V5.0 + LE
Webcam HD Camera
Security Firmware-based TPM, supports Intel® Platform Trust Technology (Intel® PTT)
Kensington Lock
Battery Li Polymer 94.24Wh
Adapter 230 Watt
Dimensions Li Polymer 94.24Wh
Weight 2 KG (termasuk baterai)

[/ultimate_info_table][vc_column_text][/vc_column_text][vc_column_text]

  • Sales poin dan fitur baru Gigabyte Aero 15 X9
Review-Gigabyte-Aero-X9-Feature-sticker
Hello Gigabyte, nampaknya memperbesar ukuran dan mengganti bahan bukan ide yang bagus.

Selain banyak menawarkan upgrade spesifikasi yang berbeda, Gigabyte menggunakan pendekatan yang berbeda untuk membuka jalan bagi Aero X9 ini. Jika hampir seluruh pabrikan meng-highlight kekuatan Nvidia RTX, Gigabyte memilih untuk mengedepankan fitur Azure Ai plus kombinasi hardware besutan Intel, yang dinamai All Intel Inside.

Jika kamu pernah melalui masa-masa Intel Centrino, nah konsep pemanfaatan hardware Intel pada unit review Gigabyte Aero 15 X9 kali ini mirip seperti era Centrino. Bedanya, jika pada era Centrino paduannya adalah CPU, Chipset dan module WiFi. Kali ini sedikit dirubah kompisisi tiga hardwarenya menjadi WiFi, Storage dan koneksi ThunderBolt 3.

Sedangkan saat Azure Ai aktif, fitur ini akan memetakan habit aplikasi yang sedang dijalankan pengguna, hingga didapatkan seting maksimal sesuai kebutuhan. Setelah mendapat algroritma yang sesuai, sistem akan memerintahkan apakah CPU, atau GPU yang harus bekerja lebih optimal. Akan kita bahas lebih mendalam efek dari pemanfaatan Azure Ai pada unit review Gigabyte Aero X9 di sesi Performa.

Review-Gigabyte-Aero-X9-Feature-New Control Center
Semua sistem hardware bisa dikontrol dari sini. Real-time

Tapi sebelum itu, mari kita lihat hal-hal baru selain spesifikasi, yang mendapat pembaruan pada unit review Gigabyte Aero 15 X9 ini. Salah satunya, aplikasi Control Centre. Dashboard dimana pengguna bisa memantau dan mengontrol beragam hal pada laptop dengan banderol mulai dari 39 juta rupiah ini.

Review-Gigabyte-Aero-X9-Feature-New Control Center 2
Toggle fungsi masih dibaut berbaris, hanya berbeda icon dan warna

Selain mendapat redesign, Control Centre ini hadir lebih simple, namun dengan informasi yang lebih lengkap. Semua utility juga bisa di akses langsung dari Control Center baru ini. Di mana sebelumnya, Gigabyte membuatnya terpisah. Seperti contohnya jika kamu ingin mengakses Smart Update, kamu bisa temukan shortcut nya dari Control Center baru ini.

Review-Gigabyte-Aero-X9-Feature-Backup Utilities
Yang ini harus di’localize’ segera

Sayangnya, saat kita mengakses salah satu utility, jendela Control Centre langsung tertutup. Tidak ada tombol khusus yang membuat kita bisa kembali ke jendela Control Center untuk mengakses fitur lainnya. Mau tidak mau, kita harus membuka ulang Control Centre secara manual.

Workstation

Review-Gigabyte-Aero-X9-Keytravel-2
Butuh effort sedikit untuk terbiasa dengan karakteristik feedback keyboard Aero 15 series ini.

Mungkin banyak yang setuju jikalau tuts keyboard Gigabyte Aero series harus diperbaiki jika ingin mengambil hati para profesional. Dari awal kemunculan seri Aero, karakteristik tombol keyboard merupakan bagian yang saya kurang sukai. Tombol keyboard Aero series ini seolah-olah memantulkan kembali energi yang saya gunakan untuk menekan tombol. Sebagai informasi, saya menggunakan Gigabyte Aero 14 sebagai daily driver. Tapi saat pekerjaan menuntut lebih banyak mengetik, saya memilih untuk menggunakan laptop lain.

Review-Gigabyte-Aero-X9-Touchpad-click-button
Walau dimensinya bukan yang terbesar, tapi sangat nyaman digunakan

Lain halnya dengan bagian touchpad. Walau secara dimensi kalah besar dibanding beberapa kompetitor, namun permukaannya yang halus dan tombol kliknya yang responsif, membuat saya merasa nyaman menggunakannya. Bahkan untuk melakukan editing video, touchpadnya cukup bisa saya andalkan untuk sementara waktu mengistirahatkan mouse andalan.

  • Performance

Review-Gigabyte-Aero-X9-Benchmark-1

Saya melakukan pengujian dalam beberapa skenario komputasi yang umumnya akan dilakukan pengguna. Mulai dari benchmark synthetic, gaming, hingga menjalankan aplikasi profesional. Saya juga membandingkan performa hardware plus keadaan sistem pendingin selama Ai berjalan dan tanpa Ai.

Review-Gigabyte-Aero-X9 - Futuremark comparison Ai vs no Ai

Review-Gigabyte-Aero-X9 - Benchmark comparison Ai vs no Ai

Kita mulai dari pencapaian saat Ai aktif untuk beberapa benchmark synthetic. Kamu bisa lihat pada screenshoot di atas, rata-rata performa komputasi Gigabyte Aero 15 X9 terkoreksi 10 hingga 20% saat Ai di-non-aktifkan. Memang, tidak beraku untuk semua aplikasi benchmark. Jika saya perhatikan, hanya aplikasi benchmark yang lebih banyak me-utilize GPU yang menghasilkan skor lebih baik tanpa Ai.

Begitupun pada Gaming yang rata-rata lebih mengandalkan kekuatan GPU. Terjadi inkonsistensi performa CPU dan GPU selama gaming.  Dalam tempo singkat, CPU dan GPU seringkali terlihat menurunkan clock hingga ke batas bawah akibat performa sistem pendingin yang sepertinya tertahan oleh hadirnya Ai.

Review-Gigabyte-Aero-X9 - Benchmark AS SSD
Performa storage sendiri sudah cukup superior untuk kebutuhan komputasi moderen kelas berat sekalipun.
Review-Gigabyte-Aero-X9-Smart manager power profile
Kecuali profil Balanced, semua Power Option bawaan Windows digantikan oleh power option bawaan SmartManager.

Overall, selama Ai aktif, sistem berjalan penuh aturan mengikuti algoritma Ai dan power management yang sudah dicustom dalam Aero 15 X9 ini. Terutama sekali penyesuaian kinerja CPU, GPU dan sistem pendingin. Disini nampaknya Azure Ai punya target mengejar efisiensi tertinggi untuk apapun tugas komputasi yang sedang dijalankan.

Review-Gigabyte-Aero-X9-Feature-new bios for aero 15 x9
Bios baru yang rilis saat unit ada di Skyegrid

Cara paling mudah mengetahui apakah ada perbaikan lewat bios baru ini adalah dengan mengulang beberapa pengujian, khususnya uji gaming yang awalnya menghadirkan asumsi, fitur Ai menghambat performa terbaik laptop ini. Hasilnya, dengan bios terbarupun, Ai terindikasi masih membatasi kinerja sistem secara keseluruhan.

Saya berharap, algoritma Azure Ai ini bisa lebih ditajamkan pada update bios berikutnya, atau update yang datang dari Windows Update. Karena tentunya, Ai dihadirkan untuk memberi kemudahan bagi pengguna. Tapi jika performa harus banyak dikorbankan, Saya rasa investasi yang dikucurkan untuk memiliki laptop ini terasa kurang maksimal.

Temperatur

Review-Gigabyte-Aero-X9-Fan-boost-shortcut
Akses langsung untuk memaksa fan berputar pada kecepatan penuh

Panas yang menjalar kepermukaan sasis masuk kategori yang sulit untuk di tolerir. Terutama sekali bagian atas keyboard, dan tentu saja bagian bawah sasis sebelah atas, tepat di atas sistem pendingin. Sedikit banyak membuat khawatir saat kita perlu menggunakan laptop ini untuk pekerjaan berat dalam jangka waktu lama.

Sebagai solusi cepat mengurangi panas yang mengkhawatirkan ini, kamu bisa langsung mengaktifkan full speed fan sejak awal bermain game, atau menjalankan aplikasi editing multimedia. Dengan kipas selalu berputar pada kecepatan maksimal, temperatur yang terpapar ke sasis saya ukur turun hingga 15%. Dari rata-rata 49°C, menjadi 41~42°C saja.

Kesimpulan

Semua upgrade yang dibawa oleh Aero 15 X9 menjadikan laptop ini cukup punya taring menghadapi jenis komputasi apapun. Secara performa Overall bisa Skyegrid simpulkan bahwa, Aero 15 X9 ini sangat pantas dijadikan sebagai workstation atau PC gaming portable, dimanapun kamu menginginkannya. Yang perlu diingat, letakan laptop ini di atas meja, jangan dipangku.

Dimensi sasis yang ringkas, serta kapasitas baterai besar, merupakan paduan langka yang sulit ditemukan di produk lain sejenis. Juga tampangnya yang profesional banget, harusnya lebih menarik bagi para profesional yang tetap ingin terlihat kalem sekalipun spesifikasi laptop ini mencerminkan hal sebaliknya, monster!.

Preview Gigabyte Aero 15 X9

Hingga nanti ada perbaikan untuk algorima Ai yang lebih mampu  menghadirkan efisiensi kinerja hardware, sekaligus tetap mampu memaksimalkan performa hardware dalam Aero 15 ini, kamu bisa mematikan fitur Ai dan membuat preset profil power management baru untuk mamastikan hardware selalu bekerja optimal. Manfaatkan juga fitur full speed fan sedini mungkin untuk menjaga panas tetap manusiawi di area sasis.

rifanfernando

leave a comment

Create Account



Log In Your Account