Review Game Pamali: Indonesian Folklore Horror

[vc_row][vc_column width=”1/6″][/vc_column][vc_column width=”3/6″][ult_content_box box_shadow=”horizontal:px|vertical:px|blur:px|spread:px|style:none|” hover_box_shadow=”horizontal:px|vertical:px|blur:px|spread:px|style:none|”][vc_progress_bar values=”%5B%7B%22label%22%3A%22STORY%22%2C%22value%22%3A%2275%22%2C%22color%22%3A%22bar_green%22%7D%2C%7B%22label%22%3A%22GRAFIS%22%2C%22value%22%3A%2265%22%2C%22color%22%3A%22peacoc%22%7D%2C%7B%22label%22%3A%22GAMEPLAY%22%2C%22value%22%3A%2265%22%2C%22color%22%3A%22bar_red%22%7D%2C%7B%22label%22%3A%22PRICE%22%2C%22value%22%3A%2280%22%2C%22color%22%3A%22chino%22%7D%2C%7B%22label%22%3A%22UNIQUE%22%2C%22value%22%3A%2270%22%2C%22color%22%3A%22vista-blue%22%7D%5D” bgcolor=”custom” options=”striped,animated” css_animation=”rotateIn” bgstyle=”outline” units=”points” custombgcolor=”#81d742″][vc_column_text][yasr_overall_rating][/vc_column_text][/ult_content_box][/vc_column][vc_column width=”1/6″][vc_single_image image=”25957″ img_size=”large” alignment=”center” style=”vc_box_rounded” onclick=”zoom” css_animation=”bounceIn”][/vc_column][vc_column width=”1/6″][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column width=”1/6″][/vc_column][vc_column width=”2/3″][vc_column_text]

Game besutan StoryTale Studios asal Bandung ini merupakan game genre horor yang mengangkat cerita dari legenda-legenda mistis Indonesia. Diluncurkan Des 2018 lalu, Pamali membungkus cerita-cerita seperti Kuntilanak, Pocong, Tuyul dan Leak, dengan nuansa detektif.

 

 

Kumpulan surel yang dikirimkan oleh berbagai korespenden yang memiliki pengalaman atau yang pernah bersinggungan dengan hal-hal gaib, digabungkan kedalam sebuah riset independen tentang alam lain. Hasilnya, penuturan Pamali terasa begitu nyata bagi kita, khususnya bagi orang asli Indonesia. Karena mengangkat tema yang biasanya, “tabu” untuk diceritakan.

 

  • Alur Cerita & Genre Permainan

 

Review Game Pamali 3 - White Lady 03

 

Dalam cerita “White Lady” atau Kuntilanak, Protagonis kita, Jaka, yang berprofesi sebagai wartawan di Jakarta, pulang ke rumah masa kecilnya. Hidup sebatang kara setelah kematian kedua orang tua dan kakak perempuannya, Jaka memutuskan untuk menjual rumah tersebut. Lama terbengkalai, Jaka harus membersihkan rumahnya agar layak untuk di huni sebelum menjualnya.

 

Baca juga: Review Game Sekiro: Shadow Die Twice

 

Review Game Pamali - White Lady 02

 

Dalam proses membersihkan rumah, Jaka sambil bernostalgia menemukan kalau ia ternyata tidak sendiri. Kakak perempuannya ternyata memiliki penyesalan yang masih belum selesai di dunia fana ini. Jaka pun mencoba menggali lebih dalam tentang apa yang membuat kakaknya masih memiliki keterikatan dengan alam manusia. Sekuat tenaga, Ia mencoba membuat agar arwah kakaknya tenang dan dapat meneruskan ke akhirat. Setidaknya, itu adalah salah satu skenario yang ada dari 32 ending yang bisa kamu temui di cerita “White Lady”.

 

Review Game Pamali - White Lady - Visual

 

Tidak adanya keterikatan atas alur cerita membuat kita bebas berinteraksi dengan objek yang ditawarkan di dalam level permainan. Pola bermain 1st person prespective dan digabungkan dengan investigasi detektif, Pamali menawarkan berbagai ending sesuai dengan interaksi pemain selama permainan. Genre 1st person Adventure ini mungkin hanya di lirik segelintir orang yang biasa memainkan genre ini atau jenis game point and click.

 

  • Visual & Audio

 

Review-Game-Pamali-Visual-Skyegird

 

Dibuat menggunakan game engine Unreal Engine 4, tampilan grafis in-game dibuat sedemikan rupa menyamarkan detail environment dengan suasana gelap malam. Hasilnya Pamali sukses menyajikan suasana kengerian kepada para pemain. Suasana rumah terbengkalai yang di tampilkan di Cerita “White Lady”, mungkin akan membuat kamu begidik untuk tinggal lebih lama di rumah ini.

 

Baca juga: Game Pokemon Bisa Tingkatkan Kemampuan Otak Pemainnya

 

Kamu mungkin tidak akan menemukan BGM dalam game ini, seperti dalam kebanyakan game bergenre horor lainnya. Pamali, hanya menghadirkan sound efek sederhana seperti “background noise“, suara decit pintu atau lemari, suara saklar lampu, hingga suara kaca lampu petromax.

 

Review Game Pamali - White Lady Audio

 

Efek inilah yang memberikan kesan nyata ketika kita berinteraksi dengan berbagai macam objek yang ada. Selain itu, line Voice Acting dalam bahasa Indonesia mungkin akan ada yang berasa kurang pas ketika kita berinteraksi dengan benda-benda yang ada di dalam game. Namun narasi yang diberikan, cukup membuat saya menyelami / immerse kedalam cerita game Pamali ini.

 

  • Kesimpulan, DLC & Harga

 

Review Game Pamali - White Lady - Conclusion

 

Pamali bisa kamu dapatkan seharga 49.999 atau 50 ribu rupiah via Steam. Tambahan cerita-cerita yang lain seperti “The Tied Corpse”, “The Little Devil” dan “The Hungry Witch”, ada dalam DLC terpisah yang bisa didapatkan dengan harga Rp.49.999, untuk masing-masing DLC.

 

Adapun bundle untuk keempat cerita sekaligus dengan harga Rp.149.000. Hemat 50 ribu, kalau kamu ingin mengkoleksi dan memainkan seluruh cerita yang ditawarkan Pamali.[/vc_column_text][/vc_column][vc_column width=”1/6″][/vc_column][/vc_row]