Review Aorus 15 W9 – Lebih Baik Tak Harus Jadi Mahal

Review Aorus 15 W9 – Lebih Baik Tak Harus Jadi Mahal

Review Aorus 15 W9 – Lebih Baik Tak Harus Jadi Mahal

Melihat harganya, Aorus 15 W9 yang saya review kali ini nampaknya perlu banyak bantuan untuk terlihat menonjol dibanding kompetitornya. Perubahan konsep desain, fitur – fitur baru, hingga positioning produk, perlu dideskripsikan dengan lebih masif.

Nah, mari deskripsikan apa saja yang baru dan berbeda dari Aorus versi sebelumnya, yang telah lebih dari 7 generasi tidak mengalami refresh desain. Khususnya sistem pendingin yang bolak – balik jadi isu pada Aorus generasi sebelumnya.

[nextpage title=”Desain” ]

  • Desain & Kemudahan penggunaan

Review-Aorus-15-W9-Workstation 2

Secara keseluruhan, banyak hal yang saya sukai pada unit review Aorus 15 W9 ini. Walau ada beberapa juga yang kurang pas menurut saya. Pertama kali melihat unit review Aorus 15 W9 ini, hal yang langsung terfikirkan adalah, lebih dinamis dan futuristik. Tapi untuk sebuah produk laptop gaming yang beredar saat ini, mungkin tidak lagi sebagai produk yang paling futuristik. Sisi ketebalannya terutama, mengingatkan saya pada desain laptop gaming sebelum 2017.

Review-Aero-15-W9 - Desain 2
Dimensi yang lebih tebal dimanfaatkan dengan baik dengan memaksimalkan dimensi lubang exhaust.

Keputusan Gigabyte untuk menukar posisi Aorus sebagai seri yang lebih mainstream, tidak membuat Gigabyte menurunkan kualitas material dan finisihing. Logam aluminum masih mendominasi hingga menjadikan unit review Aorus 15 W9 kali ini, boleh di adu dengan pesaingnya seperti ROG SCAR atau MSI GS series yang sama-sama memposisikan diri sebagai Ultra-thin gaming laptop.

Review-Aero-15-W9 - Desain 3
Walau kualitas material mendapat penyesuaian, tapi tetap tampil solid dan rigid.

Walaupun, secara dimensi ketebalan, Aorus 15 kalah beberapa mm dari pesaingnya. Tapi masih dalam tingkat wajar sebab Gigabyte memilih menggunakan Nvidia RTX non Max-Q.

[/nextpage]

[nextpage title=”Spesifikasi” ]

  • Spesifikasi
Review-Aero-15-W9 - Spesifikasi
Performa penuh Nvidia RTX sesuai untuk pengguna yang lebih dominan bermain game di laptop.

Seperti yang saya singgung di artikel Aorus 15 terdahulu, tersedia dua (2) opsi GPU, RTX 2060 (W9) yang dibanderol di angka 27,999 juta dan RTX 2070 (X9)  diharga 31,999 juta.

Untuk RAM, Aorus 15 punya dual slot yang sejak keluar pabrik, sudah terisi penuh masing – masing 16 GB DDR4 pc 2400 MHz. Jadi total terdapat RAM 32 GB pada kedua slot DIMM. Begitupun untuk storage, secara default, pengguna sudah mendapatkan sekeping m.2 PCIe SSD 512 GB dan sebuah HDD 2,5-inch 1 TB bermotor 7200 rpm.

Untuk part pendukung, unit review Aorus 15 W9 ini dibekali konektifitas yang komplit, minus ThunderBolt 3. Kamu akan temukan USB port yang cukup banyak, juga port video-out yang beragam. Untuk solusi koneksi nirkabel, kamu juga akan dapatkan Wi-Fi a/c Killer 1550i dan bluetooth 5.

  • Layar
Launching All new Aorus 15 W9 - front
Panel IPS LG Philips LP156WFG-SPB2 dengan 144 Hz pada Aorus 15 W9

Tidak banyak yang bisa diangkat dari kualitas panel Aorus 15 W9 ini. Nampak sekali Gigabyte hanya mengejar fitur refresh rate 144 Hz guna melengkapi produk yang sepertinya menyasar mainstream gamer ini. Hingga tulisan ini dipublikasikan, intuk lini produk Aorus 15, Gigabyte juga tak menyediakan opsi 4K.

Sekalipun target penggunanya benar – benar gamer, range warna yang ditawarkan, cukup lumayan kok. Mencapai 98% sRGB. Sebagai tambahan, Aorus tidak diikut sertakan dalam proyek kalibrasi Pantone seperti lini Aero 15.

[/nextpage]

[nextpage title=”Workstation” ]

  • Tak ada lagi Macro-Key
Review-Aorus-15-W9-workstation-layout
Walau material plastik, tuts keyboard Aero 15 W9 tidak berisik saat dipakai mengetik cepat.

Beralih ke workstation. Gigabyte juga banyak melakukan penyesuaian pada bagian ini. Paling terlihat adalah, hilangnya tombol macro. Namun Gigabyte tetap memberikan ruang untuk lubang udara di bagian atas keyboard. Walaupun dimensinya tak sebesar pada sasis versi terdahulu. Yang saya kurang suka, mungkin warna putih pada border keyboard. Menurut saya, malah mengurangi kesan gahar sebagai sebuah laptop gaming.

Touchpad menghadirkan desain dan ukuran yang menurut saya biasa saja. Border chrome disekeliling touchpad malah memperlihatkan ukurannya yang lebih kecil dibanding pendahulunya. Tapi overall performanya cukup responsif hampir diseluruh titik. Sekalipun dengan tekanan yang minim, sensor mampu menangkap gerakan jari saya dalam kecepatan yang sangat lambat sekalipun.

Review-Aero-15-W9 - Fitur - Fusion
3 zona backlight dengan 2 level brightness. Utility untuk mengkonfigurasi Fitur dan backlight juga jauh lebih sederhana.

Sebagai informasi, pada Aorus Control Centre, Gigabyte juga tidak memberikan fungsi custom macro seperti yang bisa bisa kita lakukan pada Sabre series. Mau tidak mau, pengguna harus memiliki mouse gaming yang bisa di-customize fungsi tombol – tombolnya.

[/nextpage]

[nextpage title=”Sistem Pendingin” ]

  • Jadi tambah ‘ramai’
Review-Aero-15-W9 - Bottom case
Selain 4 lubang buang exhaust, intake di bagian bawah sasis dibuat ekstra besar agar debit udara segar yang masuk bisa maksimal.

Gigabyte nampaknya sangat ‘concern‘ pada optimalisasi pendingin Aorus 15 kali ini. Hampir seluruh komponen pendingin bisa terlihat jelas dengan mesh-hole yang mengkonsumsi hampir 50% area bottom-case. Yang saya suka, rubber foot dijadikan border lubang pendingin hingga tak mengurangi estetika desain. Ketinggian rubber foot nya pun menurut saya pas, tidak pendek, tidak juga terlalu tinggi.

Review-Aorus-15-W9 - cooling system
Gigabyte memposisikan dua kipas pendingin berputar saling berlawanan. Satu menghadap kebawah untuk menghisap udara segar, satu lagi menghadap keatas untuk mendorong udara panas keluar lebih cepat.

Core i7-8750H sangat mudah menyentuh batas TDP dengan karakter clock-speed tinggi-nya. Ini alasan yang paling kuat mengapa Gigabyte rela menjadikan sasis Aorus series lebih tebal, plus sistem pendingin yang lebih masif.

Dari sekian banyak laptop gaming yang sudah saya review, Aorus 15 W9 ini saya anggap yang paling ‘gagah’ noise dari putaran kipasnya. Saya berusaha memaklumi sebab kipasnya berputar hingga 6000 rpm lebih. Tapi saya tetap menyarankan kamu gunakan headphone agar noise yang ada tak mengganggu kesenangan kamu selama bermain game.

Review-Aero-15-W9 - Spacer
Dilihat dari ketinggian spacer berbahan busa, pengguna masih bisa melakukan modding pada sistem pendingin utama. Termasuk menambah pendingin di atas SSD.

Gigabyte menyadari, Nvidia RTX butuh suhu yang stabil untuk bisa menjaga GPU clock selalu berjalan pada posisi terbaiknya.  Karena itu, selain 6 buah heatpipe yang di desain ‘berbagi’ dengan CPU, ditambahkan juga heatsink berukuran cukup besar untuk menjaga suhu VRAM.

Hasilnya, selama pengujian, kemampuan sistem pendingin Aorus 15 ini menahan laju panas dan menjaga performa CPU dan GPU, memang jauh lebih baik.

Review-Aorus-15-W9 - SSD Area

Sayangnya, SSD Intel yang diandalkan Aero 15 ini tak disertakan pendingin seperti yang sudah telah dilakukan beberapa brand lain pada produk gaming flagship mereka. Padahal performa PCIe SSD Intel 760p ini bisa dibilang agresif dibanding SSD sekelas lain.

[/nextpage]

[nextpage title=”Performa” ]

  • Sudahkah Azure-Ai lebih baik?

Aorus-15-W9 - Workstation 1

Jawabannya SUDAH! Jika versi terdahulu, men-disable Ai adalah solusi instan menghilangkan throttling. Pada unit review Aorus 15 W9 kali ini, minim sekali saya temui clock-speed drop saat bermain game. Kali ini, Azure Ai semakin baik menentukan komposisi kecepatan CPU dan GPU dengan sistem pendingin. Jadi saya bisa lebih tenang membiarkan Ai mengatur performa sistem.

benchmark Aorus 15 W9 - Synthetic

Jika diadu dengan beberapa laptop RTX 2060 lain, performa Aorus 15 W9 memang sedikit lebih rendah. “Kontrol” yang dilakukan oleh Gigabyte, membuat GPU clock berjalan di bawah kemampuan RTX 2060 yang sebenarnya. Tapi di penggunaan nyata, baik saat melakukan editing 3D maupun bermain game, perbedaannya tidak teridentifikasi oleh mata telanjang. Bahkan dengan “kontrol” ini, RTX 2060 bisa bekerja lebih stabil.

[/nextpage]

[nextpage title=”Power Management” ]

No Optimus

Review-Aorus-15-W9 - Power adaptor
Mengingat hanya menggendong RTX 2060, seri Aorus ini ukuran power adaptornya jauh lebih ringkas. Termasuk Ok lah dibanding beberapa kompetitor lain.

Kapasitas baterai kini lebih kecil dibanding seri terdahulu maupun Aero 15 terbaru. Tapi angka 72 Wh tetap sebuah kapasitas yang tergolong besar mengingat dimensi sasis Aorus 15 W9 ini. Sayangnya, Aorus 15 membiarkan RTX 2060 mengambil alih seluruh tugas chip grafis. Yap, tidak akan kamu temukan Nvidia Optimus yang artinya, konsumsi daya akan selalu tinggi. Ini membuat laptop ini hanya menorehkan skor 1 Jam 45 menit dalam test PCMark 8 Home Creative Conventional – Battery Test.

[/nextpage]

[nextpage title=”Unique” ]

Lebih “Pantas”

All new Aorus 15 - LCD cover
Selalu bawa micro fiber kemanapun, kalau tidak ingin melihat Aorus kamu dekil seperti ini.

Secara desain, bentuk baru Aero 15 mungkin tidak semua orang akan suka. Versi terdahulu menurut saya punya nilai jual yang lebih eksotis dengan siluet ekstra tipisnya. Namun dengan positioning Aorus 15 yang lebih menyasar gamer, desain yang diturunkan menurut saya sangat mendukung.

Ai yang ada dalam laptop memang belum se-advance Ai yang ada pada motherboard  PC kelas atas, seperti juga versi yang coba dihadirkan lewat Aorus 15 kali ini. Tapi overall, sudah jauh lebih baik dari yang pernah saya temui pada Aero 15 sebelumnya.

Terkait performa sistem pendingin, sudah jauh lebih sesuai dengan hardware yang ditanamkan. Dengan ruang sirkulasi yang lebih banyak pada desain sasis baru, Aorus 15 punya cukup banyak headroom untuk bertahan lebih lama saat digunakan bermain game jangka panjang. Tapi, pastikan kamu selalu gunakan headset agar kesenangan bermain tak terganggu suara kipasnya yang ‘perkasa’.

Overall, Gigabyte berhasil membuat Aorus tak hanya lebih baik dari sisi performa dibanding versi terdahulu, tapi juga lebih ‘sesuai’ di sisi harga. Tentu saja, itu harus dibayar dengan pengurangan beberapa fitur. Tapi saya pastikan, yang hilang merupakan fitur yang akan jarang sekali digunakan gamer. Dimana ini sesuai dengan positioning Aorus 15 saat ini.

Untuk versi barunya nanti, Aorus 15 akan menawarkan Intel Core 9th gen tapi dengan desain sasis serta fitur yang serupa. Jadi review kali ini seharusnya masih mampu menghadirkan informasi akurat terkait konsep desain, fitur hingga beberapa info konfigurasi hardware pada Aorus 15 seri refresh ini.

  • (+)
  • Desain lebih gaming-look
  • I/O port lengkap
  • Posisi port Video out dibelakang
  • Performa storage sangat baik
  • (-)
  • No Nvidia Optimus
  • Kipas berisik
  • Speaker Low-End
  • Web cam Caur

[/nextpage]

[/vc_column_text][/vc_column][vc_column width=”1/6″][/vc_column][/vc_row]

rifanfernando

leave a comment

Create Account



Log In Your Account