Review film Bad Boys for Life

Ada banyak ekspektasi dari pencinta duet detektif kocak Mike Lowrey dan Marcus Burnett. Nah di review film Bad boys for Life ini, Skyegrid Media akan soroti beberapa hal mulai dari alur cerita, hingga sinematografinya.

Setelah hadir sebagai detektif, tapi dalam wujud animasi di film Spies in Disguise bersama Tom Holland, kali ini Will Smith kembali kesosok Mike Lowrey yang melambungkan namanya sejak era 90-an.

  • Alur Cerita

Sebuah aksi balas dendam dari salah satu keluarga mafia yang pernah ditamatkan riwayatnya oleh Mike dan Markus, akhirnya mematahkan predikat Mike sebagai polisi kebal peluru.

Mike terkapar bersimbah darah ditengah keramaian setelah dihujani peluru oleh sosok yang merasa berhak membalas dendam pada-nya.

Setelah enam (6) bulan menjalani pemulihan, Mike bernafsu untuk mengembalikan peluru yang menghujani dadanya, hingga membuatnya koma.

Sayang, rekannya Markus telah berjanji untuk pensiun dan menolak membantu Mike melakukan balas dendam. Begitupun sang kapten, menolak keterlibatan Mike dalam investigasi penyerangannya.

Mike kecewa, dan memutuskan bertindak sendiri. Ditengah investigasinya, Mike akhirnya berhasil menemukan siapa pelaku yang menembakinya. Tapi Ia benar-benar kaget pada kenyataan bahwa, alasan balas dendam sang pelaku ini jauh lebih personal.

Overall, cerita sequel ketiga ini menurut saya lebih ajib dari seri keduanya. Konfliknya lebih banyak, termasuk konflik keluarga yang sering kita alami sehari-hari.

Baca juga: Review Film Playing With Fire

  • Karakter

Cukup banyak karakter baru pada film ketiga pasangan detektif kocak ini. Selain Ibu dan anak dari keluarga Armas yang diplot sebagai biang keladi.

Karakter baru yang hadir mayoritas merupakan orang-orang yang terlibat dalam kehidupan personal Mike. Seperti kita tahu, Mike digambarkan sebagai pria yang betah melajang hingga acap kali bergonta-ganti pasangan.

Nah, di film yang nampaknya jadi seri penutup Bad Boys ini, Mike harus menyelesaikan semuanya. Sementara di hampir 3/4 film mengisahkan sosok Marcus yang berbeda atas pilihannya untuk pensiun.

  • Pemeran

Seperti film-film yang menggabarkan perang terhadap kartel narkoba asal Mexico, beberapa aktor dan aktris yang hadir, nampak sengaja dipilih dari jajaran artis Amerika Latin,- terutama Kate del Castillo.

Ada juga Paola Nuñez, rekan Mike yang ditunjuk sebagai pemimpin AMMO,- sebuah divisi investigasi modern bentukan Kapten Howard.

Karakter lama yang masih muncul di film ini selain Will Smith dan Martin Lawrence adalah Joe Pantoliano (Capt. Howard), Theresa Randle (Istri Marcus) dan Dennis Greene, yang tetap menjadi Regie. Sosok yang tak perlu berucap untuk membuat penonton tertawa atas ke”culun”an nya.

  • Sinematografi

Dibalik hingar bingar scene aksi film ini, beberapa hal sepele saya lihat kurang terlihat logis dan natural. Hal yang juga terjadi di dua film sebelumnya. Untuk kalian yang mengikuti saga film ini, pasti tahu dari mana Mike mendapat julukan detektif kebal senjata. 🙂

Paling ambigu adalah scene pembuka dimana Mike dan Marcus mengendarai Porche terbaru secara ugal-ugalan dijalanan Miami. Namun sekali lagi, tampang culun Reggie yang menutup scene ini membuat penonton langsung terbahak-bahak serta melupakan scene yang menurut saya agak absurd tadi.

Walau berbeda director, namun Scoring film yang hadir sepanjang film ini nampaknya sengaja dibuat identik dengan seri kedua Bad Boys yang rilis 2003.

Hal yang juga tak berubah dan layak ditunggu tentunya dialog kocak antara Mike dan Marcus, bahkan disela-sela mereka menghadapi bahaya sekalipun. Sekalipun joke yang terdengar, bukan dari jenis candaan yang akan melekat lama di kepala kita.

  • Unique

Harus saya akui, film ini sangat menghibur untuk calon penonton yang mencari kombinasi film aksi plus komedi. Harus di akui, Martin Lawrence masih seorang pelawak legendaris nan ikonik.

Jalan ceritanya juga kerap kali menyentuh walau tidak sampai membuat kita meneteskan air mata. Yap, lagi-lagi karena banyolan Martin yang membuat penonton akan serentak mentertawakan kisah sedih yang tampil.

Overall, film ini rada absurd di banyak scene, tapi punya kans menghibur yang berkualitas. So, buat yang ingin tertawa lepas diakhir minggu ini, booking tiketnya sekarang.

Dan seperti biasa, jika kamu suka artikel review film Bad boys : For Life ini, jangan pelit untuk sharing ya. Follow juga akun kita di Instagram dan Facebook untuk update film-film terbaru lainnya.

rifanfernando

leave a comment

Create Account



Log In Your Account