Review MSI Alpha 15 – Kencang yang Tertunda

[vc_row][vc_column width=”1/6″][/vc_column][vc_column width=”2/3″][vc_row_inner][vc_column_inner width=”3/4″][vc_progress_bar values=”%5B%7B%22label%22%3A%22DESIGN%22%2C%22value%22%3A%2270%22%2C%22color%22%3A%22bar_green%22%7D%2C%7B%22label%22%3A%22HANDLING%22%2C%22value%22%3A%2270%22%2C%22color%22%3A%22peacoc%22%7D%2C%7B%22label%22%3A%22PERFORMANCE%22%2C%22value%22%3A%2265%22%2C%22color%22%3A%22bar_red%22%7D%2C%7B%22label%22%3A%22PRICE%22%2C%22value%22%3A%2285%22%2C%22color%22%3A%22chino%22%7D%2C%7B%22label%22%3A%22UNIQUE%22%2C%22value%22%3A%2280%22%2C%22color%22%3A%22vista-blue%22%7D%5D” bgcolor=”custom” options=”striped,animated” css_animation=”rotateIn” bgstyle=”outline” units=”points” custombgcolor=”#81d742″][vc_empty_space height=”16px”][vc_column_text][yasr_overall_rating][/vc_column_text][/vc_column_inner][vc_column_inner width=”1/4″][vc_single_image image=”25957″ img_size=”large” alignment=”center” style=”vc_box_rounded” onclick=”zoom” css_animation=”bounceIn”][/vc_column_inner][/vc_row_inner][vc_empty_space][vc_column_text]Secara Overall, banyak hal dari unit review MSI Alpha 15 ini “sebenarnya” oke pake banget,- jika saja beberapa isu yang kita temukan selama testing dapat diperbaiki.

 

  • Handling

 

Review-MSI-ALPHA-15- Design

 

Dari sisi fisik, MSI Alpha 15 ini tidak hanya terlihat jantan,- tapi memang terbukti kokoh walau masih mengandalkan material polycarbonate. Tambah lagi pemilihan warna untuk keseluruhan sasis yang membuatnya nampak makin terlihat Tough!.

 

Sayang, ada satu sisi finishing yang nampaknya diputuskan terlalu tergesa oleh pihak MSI. Seharusnya MSI bisa lebih bijak dalam memilih material logo yang menjadi muka sebuah produk.

 

Workstation

 

Review MSI ALPHA 15 - Workstation 01

 

Kita beralih ke workstation. Walau bukan yang paling tipis, tapi ukuran bingkai LCD MSI Alpha 15 ini sudah mengikuti trend bezel-less saat ini. Posisi webcam terlihat normal, dan ketinggian bingkai bawah menurut saya masih cukup OK.

 

Terdapat 7 mode lighting yang bisa dipilih untuk menerangi papan keyboard Alpha 15 ini

 

Palm rest dan keyboard didesain dalam layout yang cukup nyaman untuk digunakan. Jarak keduanya cukup proporsional untuk ukuran tangan rata-rata orang asia. Saya juga tidak ada keluhan dengan posisi touchpad, juga ukurannya.

 

Baca juga: Review Asus Vivobook 14 A412DA

 

  • Spesifikasi

 

 

Laptop gaming berbasis AMD mulai dari proceesor, chipset sampai GPU, bisa dibilang seperti barang baru dipasar laptop. Walau dulu MSI pernah merilis GX series yang menawarkan solusi All AMD inside. Jadi memang kita perlu meneliti lebih dalam terkait performa khususnya,- karena menurut saya MSI GX series dulu tidak bisa dibilang solusi laptop gaming yang andal.

 

 

Seperti pernah kita sampaikan sebelumnya di sini, MSI alpha 15 seri tertinggi menawarkan CPU AMD Ryzen 7-3750H dan GPU Radeon RX5500 4GB GDDR6. Jika membandingkan dengan kompetitor sistemnya, spesifikasi unit review MSI Alpha 15 yang kita terima ini mungkin dapat di setarakan dengan kombinasi Intel Core i5 dan Geforce 1650,- kurang lebih.

 

 

Kita sendiri cukup kaget dengan hadirnya fitur freesync untuk mendukung proses render Variable Refresh rate. Walau fitur AMD FreeSync nya saya rasakan kurang mampu mengoptimalkan Panel 144Hz pada Alpha 15 ini. Selengkapnya, kamu bisa simak video preview Skyegrid media sebelumnya di bawah ini.

 

[ultimate_video u_video_url=”https://www.youtube.com/watch?v=eEoH6_24_lg” yt_autoplay=”” yt_sugg_video=”” yt_mute_control=”” yt_modest_branding=”” yt_privacy_mode=”” play_size=”75″ enable_sub_bar=””]

 

Dibandrol harga 15-16 jutaan dengan kombinasi SSD 512 dan 16GB RAM (dual Channel) sangatlah menarik, bahkan sangat menggiurkan karena secara platform setelah overall pengujian peforma lebih tinggi dari GTX 1650 di sisi gaming.

 

  • Performa

 

 

Namun jujur, bicara soal peforma gaming yang lebih luas, ternyata belum dapat dibilang memuaskan,- bahkan cenderung mengecewakan. Kesimpulan ini saya dapatkan setelah secara intensif melakukan percobaan dengan beberapa game.

 

Sisi testing peforma Game, kita jalankan dengan COD modern warfare 2019, Resident Evil 2 (DX11), The Witcher 3, dan Tom Clancy division 2 (DX12). Saya rasa, game-game tersebut sudah sangat mewakili game-game berat saat ini.

 

COD Modern Warfare

 

Review MSI Alpha 15 - In Game CoD MW2

 

Kita testing di mode multiplayer dengan alasan, game ini memang karena salah satu Esport di dunia. Hasil FPS boleh dibilang sangat baik dengan kombinasi detail high dan extra. MSI Alpha 15 dengan RX5500M dapat menghasilkan FPS diatas 60,- bahkan 80 FPS. Bahkan jika user mau menurunkan detail ke kombinasi medium-high, bisa dapat fps yang lebih tinggi lagi.

 

Namun kekaguman awal mendadak sirna beberapa saat setelah menjalankan permainan. Gerakan mouse saya rasakan cukup berat dan terasa sekali kurang responsif. Ini membuat saya cukup kaget. Awalnya saya beranggapan refresh rate monitor belum di set maksimal. Tapi ternyata, refresh rate sudah berjalan di 144 Hz. Isu ini membuat agak sulit saat membidik dengan yang akurat.

 

Resident Evil 2 Remake

 

Review MSI Alpha 15 In-Game RE2-Remake

 

Game favorite saya satu ini dapat di mainkan sangat baik. Bahkan di preset ultra, saya bisa dapatkan 105 FPS. wow..!!! Mouse juga bergerak lancar tak seperti di CoD MW. Namun hal yang tidak nyaman kembali terjadi, seiring makin jauh saya bermain.

 

Peforma makin turun ke 40 – 50 FPS seperti laptop sedang terserang masalah Throttling. Saat saya cek, suhu GPU masih di level aman sekitar 72°C dan CPU diangka 81°C. Tapi terlihat clock speed CPU naik turun drastis  dari 3,7 max all core, ke 3GHZ bahkan 2.5 GHZ.

 

Walau memang dalam periode yang singkat, namun tidak berhasilnya sistem mejaga clock speed, menimbulkan asumsi bahwa kombinasi kinerja R7-3750H dan RX5500M dalam laptop ini belum stabil. Apakah ini disebabkan oleh precision boost milik amd ryzen? Saya sendiri belum pasti dan perlu waktu analisa lebih jauh.

 

The Witcher 3

 

Review MSI Alpha 15 - In Game Witcher 3

 

Di game satu ini, lebih tidak memuaskan lagi,- bahkan sejak awal bermain. Stuttering terjadi dimana-mana setiap jeda beberapa saat. Sebagai ilustrasi, saya ambil di scene novigard sebab menurut saya, punya crowd yang ideal untuk testing. Seperti ada bottleneck dalam load data hingga seringnya stuttering terjadi seperti yang terllihat di video. Ini terjadi sekalipun saya gunakan detail terendah.

 

Baca juga: Review Dread Out 2 – Kini Dengan Musuh yang Lebih Kuat

 

The Division 2

 

 

Game terakhir yang kita test dan paling aneh serta bikin langsung kecewa. Clock speed GPU turun bahkan saat saya hanya menggerakan mouse. Bisa dilihat di video saat saya gerakan mouse sambil berjalan, GPU clock turun naik hingga membuat FPS tidak konsisten.

 

Hadeeuhh, ini gimana coba? Oke, mungkin saya terlalu ambisius di setelah grafis. Saya coba turunkan detail ke high, bahkan sampai medium. Alhasil, isu masih sama, hanya avarage fps saja yang meningkat. Nah loh.

 

  • Unique

 

 

Saya sangat senang AMD mulai masuk ke platform laptop gaming high end. Namun kombinasi all AMD Inside kali ini tidak memberikan impresi yang baik saat diajak bermain game yang merupakan fungsi utama dari laptop ini.

 

Saya sudah mencoba berbagai cara dengan merubah setting di game, optimalisasi windows, update windows, clear page file, update driver GPU, matikan freesync, aktifkan Gaming mode dan mengganti berbagai profile power management yang disediakan. Hasilnya, semua masalah tetap saya jumpai. Duhhhh..

 

 

Ada 2 kemungkinan yang mungkin menjadi solusi dari in-konsistensi performa unit review MSI Alpha 15 ini. Pertama, update Bios yang sayangnya belum bisa saya lakukan karena mempertimbangkan waktu uji ulang yang dibutuhkan. Update bios biasanya mampu memperbaiki komunikasi antar hardware, juga kompatibilitas dari level paling dasar.

 

Kedua apalagi kalau bukan AMD Radeon Driver yang sejak jaman dulu memang terkenal seringkali kurang matang dalam hal optimalisasi. Ini sudah terjadi sejak era Radeon HD 5870. Tapi kali ini lebih kacau sih. Setidaknya, jaman dulu basic function tidak terjadi issue seperti di laptop ini.

 

Kesimpulan ‘sementara’, MSI Alpha 15 yang diwakili oleh unit yang saya review, masih belum merepresentasikan bahwa AMD bisa menjadi ancaman di platform PC Gaming, lebih spesifik Mobile PC Gaming.

 

Mengingat harganya yang mencapai 15 juta lebih, menurut saya cenderung akan jadi investasi buat kamu kedepannya. Dimana dari pihak AMD maupun MSI berhasil bekerja sama mengatasi isu yang saya temui di atas.

[/vc_column_text][ultimate_video u_video_url=”https://www.youtube.com/watch?v=7ulHDRqfiRE” yt_autoplay=”on” yt_sugg_video=”” yt_mute_control=”on” yt_modest_branding=”” yt_privacy_mode=”” play_size=”75″ enable_sub_bar=””][/vc_column][vc_column width=”1/6″][/vc_column][/vc_row]