Review Huawei Matebook D14 2020

[vc_row][vc_column width=”1/6″][/vc_column][vc_column width=”2/3″][vc_row_inner][vc_column_inner width=”3/4″][vc_progress_bar values=”%5B%7B%22label%22%3A%22DESIGN%22%2C%22value%22%3A%2275%22%2C%22color%22%3A%22bar_green%22%7D%2C%7B%22label%22%3A%22HANDLING%22%2C%22value%22%3A%2270%22%2C%22color%22%3A%22peacoc%22%7D%2C%7B%22label%22%3A%22PERFORMANCE%22%2C%22value%22%3A%2270%22%2C%22color%22%3A%22bar_red%22%7D%2C%7B%22label%22%3A%22PRICE%22%2C%22value%22%3A%2285%22%2C%22color%22%3A%22chino%22%7D%2C%7B%22label%22%3A%22UNIQUE%22%2C%22value%22%3A%2280%22%2C%22color%22%3A%22vista-blue%22%7D%5D” bgcolor=”custom” options=”striped,animated” css_animation=”rotateIn” bgstyle=”outline” units=”points” custombgcolor=”#81d742″][vc_empty_space height=”16px”][vc_column_text][yasr_overall_rating][/vc_column_text][/vc_column_inner][vc_column_inner width=”1/4″][vc_single_image source=”external_link” external_img_size=”200×100″ alignment=”center” onclick=”zoom” css_animation=”bounceIn” custom_src=”https://media.skyegrid.id/wp-content/uploads/2018/12/SCORE-BOARD-HW-HP-SPECTRE-13-X360-2018-e1545726510340.jpg”][/vc_column_inner][/vc_row_inner][vc_empty_space][vc_column_text]Kejayaan Ryzen mobile 3000 series belum habis. Setelah melanglang buana di merek-merek yang punya image sharp performance, kini SoC ‘nyentrik’ dari AMD itu mencoba jubah baru lewat unit review Huawei Matebook D14.

 

Kembali memperkuat lini produk PC, nampaknya jadi langkah strategis Huawei untuk mempertahankan stream-in setelah produk smartphonenya terseok-seok. Huawei bukan anak baru di pasar PC jika kita lihat deretan produk laptop yang mereka pernah rilis.

 

Dan kali ini, seri Matebook D mencoba jadi salah satu solusi untuk pengguna PC yang menginginkan sebuah laptop terjangkau bertampang clean-look ala Macbook,- namun dengan solusi Windows. Target pengguna dengan kuantitas yang cukup gemuk saat ini. Terlepas dari isu copy-cat yang seringkali jadi batu sandungan untuk jenis pengguna yang mengutamakan gengsi.

 

  • Desain – Gak Kreatif?

 

Huawei Matebook D14 2020 - Design LCD Cover

 

Yang di-high-light dari bahasa desain Mate D ini adalah clean-look, ringkas dan ringan. Secara dimensi, sangat mirip dengan Vivobook S14 S433 yang sebelumnya kita review juga. Tapi secara price range, Huawei Matebook D14 ini lebih cocok bersaing dengan Zenbook UM431DA yang sama-sama bertenaga AMD Ryzen Mobile 3000 series.

 

 

Sedangkan untuk bobotnya yang ada di 1,36KG, bersaing ketat dengan UM431DA (1,39KG). Sayangnya, Huawei harus berjuang keras agak harga end-user Matebook 14 yang masih terlihat tinggi, lebih acceptable di mata calon pengguna.

 

Review-Huawei-Matebook-D14-2020 - right-IO

 

 

Material metal aluminum alloy di-tiga (3) bagian sasis (A/C/D), memastikan laptop ini juga menawarkan durabilitas yang seharusnya di atas rata-rata. Finishing matte dan integrasi sensor sidik jari pada tombol power-nya membuat laptop ini mirip-mirip Macbook,- juga Lenovo ThinkBook 14.

 

 

Pop up webcam

 

Tak ingin terlalu dicap plagiat, Huawei coba memberikan beberapa pembeda dibeberapa sisi desain. Salah satunya ‘pop-up’ webcam yang akan muncul dari bawah tombol keyboard. Namun, pembeda ini tentunya tak lepas dari kontroversi. Terutama dari calon pengguna yang paling anti bagian dagu mereka terekspos lebih detail.

 

Huawei Matebook D14 2020 - IO left

Konsep desain clean-look memang banyak penggemarnya. Tapi bukan berarti sisi I/O juga dibuat clean. Hal ini sangat saya sayangkan terjadi pada laptop dengan banderol 11,9 juta ini. Total, pengguna hanya medapatkan 2 port USB A yang salah satunya masih versi 2.0, plus absennya SD-Card reader.

 

Tambah lagi, port USB-C nya dimanfaatkan juga sebagai charging port yang otomatis mengeliminasi fungsinya saat laptop sedang di charge. Kecuali pengguna melengkapinya dengan USB Dock dengan fitur trough-charge. Ini membuat saya hanya bisa memberikan skor 2,5 dari 5 untuk sisi desain dan kenyamanan penggunaan.

 

Workstation

 

Huawei Matebook D14 2020 - Workstation Full

 

Masuk ke bagian workstation, Huawei nampaknya mencoba memanjakan pengguna dengan banyak kelebihan unik. Mulai dari layout, ukuran tombol dan key-travel keyboard yang cocok untuk bekerja lembur hingga larut malam. Kalau kamu pernah mengetik di atas keyboard Macbook, fill-nya mirip sekali. Semoga ini bukan disengaja.

 

Touchpad dengan finishing halusnya punya ukuran luas dan sukses meminimalisir kesulitan pengguna melakukan proses drag-and-drop. Huawei juga menempatkan dua buah mic pada Mate D14 ini tepat dibibir bawah touchpad yang seharusnya menjadikan suara pengguna tertangkap lebih baik.

 

Display Panel

 

LCD Huawei

 

Secara overall, kualitas panel LCD nya masuk kategori ‘baik’. Jelas bukan dari kasta premium dengan color gamut 70% dan brightness level hanya di 250 nits.Panel buatan Chi Mei dengan seri CMN1404 yang serupa dengan yang digunakan Asus Vivobook S430UN keluaran 2018.

 

Saya belum bisa menyarankan laptop ini sebagai road warrior yang mampu melawan cahaya berlebih saat digunakan di luar ruangan. Juga untuk pengguna berprofesi photo editor profesional. Tapi jika environment kamu lebih banyak di dalam ruangan, dan pekerjaan kamu tidak terlalu menuntut akurasi warna tingkat tinggi, boleh kok mempertimbangkan laptop ini.

 

  • Spesifikasi

 

 

[ultimate_info_table design_style=”design05″ color_scheme=”green” package_heading=”Huawei” package_sub_heading=”Matebook D14″]

Main Spec. Huawei Matebook D 14
CPU AMD® Ryzen™ 5-3500U Processor 1.6 GHz (6M Cache, up to 4.2 GHz)

AMD® Ryzen™ 7-3700U Processor 1.8 GHz (8M Cache, up to 4.9 GHz)

Operating System Windows 10
Memory 8GB DDR4 RAM (onboard) / Dual channel
Storage 256 / 512 GB M.2 PCIe 3.0 x2 SSD
Display 14.0″ (16:9) LED backlit 1080p IPS level Anti-Glare, 70% sRGB, 250 nits
Graphics Radeon™ Vega 8 Graphics

Radeon™ Vega 10 Graphics

Input/Output 1x USB-C (Gen1), 1x USB 3, 1x USB 2.0, 1x HDMI, 1x Combo Audio Jack
Camera 1MP (720P HD)
Connectivity Wi-Fi ac 2×2 MIMO Dual band, Bluetooth 5.0
Audio Built-in 2 watt speaker x2, built in 2x microphone
Battery 56Wh (Rating Capacity)
Dimension 32,3(W) x 21.4(D) x 15,9 (H) cm
Weight 1,38Kg
Colors Space Grey, Mystic Silver
Price Rp10.999.000 (Ryzen 5 variant)

Rp11.999.000 (Ryzen 7 variant)

Warranty 2 tahun garansi global

 

[/ultimate_info_table]

 

Di sisi spesifikasi, Huawei bukan yang selalu terlihat mesra dengan pabrikan AMD. Kalau saya perhatikan, Matebook D benar-benar di seting untuk menghadirkan user experience khas Huawei ke segmen yang lebih gemuk, yang tak bisa dijangkau Matebook X. Karena kita ketahui bersama, konfigurasi hardware AMD menyumbang cukup besar depresiasi harga jual.

 

Hal yang sama terlihat dari pemilihan kapasitas memory dan storage. Dua (2) varian Matebook D14, maksimal hanya menawarkan RAM DDR4 8GB. Slot RAM yang totally absent, nampaknya akan menjadi batu sandungan paling besar di mata calon pengguna. Walaupun konfigurasi RAM bawaan sudah dual-channel, namun seperti kita ketahui, Radeon Vega graphic yang ada dalam APU Ryzen, membutuhkan alokasi RAM utama. Artinya, 8GB RAM yang ada tidak semua bisa dimanfaatkan oleh sistem.

 

Untungnya, storage masih dibuat fleksibel walaupun slot m.2 yang tersedia hanya berjalan di x2. Secara default, ada dua (20) pilihan saat keluar dari box,- 256 GB atau 512 GB. Tentu, pengguna bisa meningkatkan kapasitas hingga 1 TB dengan cara replace.

 

 

Konfigurasi konektifitasnya juga belum menawarkan WiFi 6. Walau memang benar, insfrastruktur jaringan IT di sini belum move-on dari b/g/n dan ac. Namun demikian, config transmisinya sudah mendukung MI-MO dual antenna.

 

  • Fitur

 

Huawei Share

 

Huawei Matebook D14 2020 - Huawei share

 

Semoga saya salah mengasumsikan tujuan fitur Huawei Share ini yang nampaknya terlihat untuk membangun ekosistem seperti yang dilakukan Apple. Yang pasti, fitur ini hanya berfungsi dengan device ber-merek Huawei,- dan spesifik ke EMUI 9 ke atas.

 

Tapi di web resmi Huawei, disebutkan bahwa konektifitas NFC dalam laptop ini bisa tetap berkomunikasi dengan brand lain termasuk iPhone. Namun saya sendiri belum menemukan reviewer lain yang mendukung pernyataan tersebut.

 

Jika benar Huawei share merupakan langkah awal bagi Huawei menciptakan eco-system satu merek, menurut saya Huawei harus lebih keras melakukan riset yang tidak melulu terkesan follow the trend.

 

  • Performa

 

 

Benchmark Huawei Matebook D14 2020

 

Ryzen 5 3500U seperti yang saya jelaskan dalam video review Asus Zenbook UM462 di sini, belum mampu mengalahkan kemampuan i5-8250U di pengujian komputasi umum. Beda cerita jika yang diadu adalah kemampuan integrated GPU nya, Vega 8 unggul cukup jauh hingga 30% dibanding Intel UHD pada i5-8250U. Secara keseluruhan, kemampuan Vega 8 bisa disejajarkan dengan Geforce MX130.

 

Sedangkan untuk kemampuan storage-nya, saya juga ada sedikit saran agar Huawei memberi opsi SSD 1TB plus memaksimalkan bandwith PCIe nya menjadi x4. Dengan kemampuan storage yang semakin maksimal, performa SoC Ryzen 5 3500U nya saya yakin akan naik drastis.

 

Sistem Pendingin

 

trans - Huawei Matebook D14 2020 - Cooling system

 

Terus terang, saya kurang faham tujuan layout motherboard pada unit review Huawei Matebook D14 ini. Seperti kamu bisa lihat, slot SSD ditempatkan disebelah atas sejajar dengan kipas. Mungkin ya, Huawei ingin memaksimalkan ruang yang ada, untuk menempatkan heatpipe sepanjang mungkin. Dengan begitu, lebih banyak area untuk menyerap panas.

 

Huawei cooling system performance

image by: notebookcheck

 

Tapi nampaknya keputusan ini punya konsekwensi yang cukup berat dan merugikan pengguna. Posisi processor yang turun ke bawah, menjadikan titik panas berpindah sangat dekat area WASD. Saya pribadi, sebagai ahli mengetik 11 jari, akan seringkali menggantungkan telapak tangan kiri saya, melayang di atas area WASD. Pastinya, sangat tidak nyaman saat bekerja lama.

 

Manajemen Daya

 

type-C Charging

 

Portable USB-C Laptop ChargerSisi manajemen daya laptop ini jadi salah satu nilai jual yang impresif bagi saya. Mulai dari desain dan dimensi power adaptor yang ringkas plus telah menggunakan kabel type-C, hingga kemampuan quick charging yang cukup cepat mengisi battery dari posisi 5% ke 46% hanya dalam 30 menit.

 

Efisiensi kerja VRM-nya juga cukup baik sekalipun kapasitas battery Matebook D14 ini tidak bisa dibilang besar. Juga IPC (Instruction per Clock) Ryzen mobile 3000, belum sampai pada titik terbaik mereka (setidaknya dibanding line-up Intel saat artikel ini tayang).

 

Dengan kapasitas battery 56 Wh (terdeteksi di HWInfo 54,5 Wh), unit review Huawei Matebook D14 ini bisa bertahan 7,5 jam untuk play-back video 1080p. Ya.. tidak terlalu jauh berbeda-lah dari klaim pihak Huawei yang menyatakan up to 9,5 jam.

 

  • Unique

 

Fingerprint on power button

 

Walau tidak menawarkan originalitas, unit review Huawei Matebook D14 ini tetap menarik bagi calon pengguna terutama di negara berkembang seperti Indonesia, yang cenderung lebih mengedepankan price-to-performance dibanding gengsi. Jujur, saya sendiri lebih tertarik menggunakan laptop ini dibanding zenbook UM431DA, sekalipun ASUS lebih original di sisi desain. Alasannya, menurut saya desain seperti ini lebih timeless.

 

Kekurangan di sisi konektifitas dan opsi upgrade mungkin juga masih bisa dimaklumi, mengingat seri ini mentargetkan calon pengguna yang lebih banyak mobile. Tapi jika boleh memberi masukan, akan lebih baik jika Huawei mempertimbangkan peripheral adapter tambahan pada paket penjualan, untuk setidaknya meningkatkan nilai user experience. Bicara tentang mobilitas, Huawei Matebook D14 ini sangat saya rekomendasikan mengingat fitur quick charging dan power adaptornya yang ringkas.

 

Terakhir yang menurut saya perlu dipertimbangkan untuk kamu yang tertarik membeli laptop ini adalah, sisi after sales atau garansi. Hanya sebagai catatan, service center yang bisa memberikan bantuan langsung masih sangat terbatas. Huawei perlu terus meningkatkan sisi ini untuk bisa lebih meyakinkan calon pelanggan.[/vc_column_text][vc_row_inner][/vc_row_inner][vc_column_inner width=”1/2″][dt_vc_list bullet_position=”middle”](+)

  • Portabilitas sangat baik
  • Kualitas material baik
  • Sisi keamanan baik

[/dt_vc_list][/vc_column_inner][vc_column_inner width=”1/2″][dt_vc_list bullet_position=”middle”](-)

  • Opsi upgrade minimalis
  • Konsep desain dan branding tidak original
  • After sales support masih minim

[/dt_vc_list][/vc_column_inner][/vc_column][vc_column width=”1/6″][/vc_column][/vc_row]