Review Predator Triton 300 i5 – Kurang Sexy doank!

[vc_row][vc_column width=”1/6″][/vc_column][vc_column width=”2/3″][vc_column_text]Lewat unit review Predator Triton 300 i5 (PT315-51) ini, Skyegrid Media ingin sampaikan bahwa, adakalanya pabrikan harus kalah di satu sisi, namun menang telak di sisi lainnya. Yap, karena tidak akan pernah ada sesuatu yang sempurna, bukan?

 

Harus saya akui, saya akhirnya tertarik mengulas Predator Triton 300 ini sebab diluar sana banyak sekali kesimpulan positif dari para reviewer,- terutama kualitas layar dan manajemen daya, dibanding kompetitornya di kelas laptop gaming affordable.

 

  • Spesifikasi & Harga

 

[ultimate_info_table design_style=”design02″ color_scheme=”green” package_heading=”ACER” package_sub_heading=”PREDATOR TRITON 300 – I5″ heading_font_color=”#ffffff” subheading_font_color=”#ffffff” heading_font_style=”font-weight:bold;” subheading_font_style=”font-weight:bold;”]

Nvidia Geforce GTX 1650 4GB GDDR5
Intel Core i5-9300H (2.90 GHz)
8 GB Memory DDR4 (1x 8GB)
512 GB NVMe SSD
Killer Wi-Fi t6 AX1650 (2×2 MU-MIMO) + BT 5, Killer Ethernet E2500
15.6″ 1920 x 1080 IPS-Level 144 Hz 92% sRGB
4 zone RGB Keyboard
363 x 259 x 22.9 mm 2.5KG.
1x HDMI (4K @ 30Hz), 2x USB 3, 1x USB 3 w Sleep & Charge, 1x USB-C Gen 1,
4 cell (59Whr) Li-Polymer
Windows 10 Home 64-bit
[/ultimate_info_table]

 

Saya angkat sisi spesifikasi sebagai pembuka artikel review Predator Triton 300 sebab, sisi inilah yang menjadi nilai jual utama produk ini. Laptop ini diperkuat oleh prosesor Intel® Core™ generasi ke-9 yang dipasangkan dengan NVIDIA® GeForce® GTX 1650 GPU. Kolaborasi ini dikemas dalam opsi visual yang lebih imersif dan detail berkat 144Hz FHD IPS display, dan dual slot NVMe untuk solusi upgradeable yang lebih leluasa.

 

Seharusnya, sampai di titik ini kamu juga akan ikut tertarik dengan unit ini. Kecuali kamu salah satu yang punya sejarah tidak menyenangkan dengan merk ACER.

 

 

 

Untuk sisi prosesor, terdapat dua (2) opsi yakni Intel Core i5-9300H dan i7-9750H generasi ke-9. Namun untu saat ini, untuk GPU hanya ada opsi NVIDIA® GeForce® GTX 1650 4GB GDDR5. Sedangkan untuk RAM atau Memory, unit review Predator Triton ini dibekali sekeping RAM 8 GB DDR4 2666Hz (1x 8GB).

 

Review Predator Triton 300 i5

Predator Triton 300 juga didukung teknologi RGB keyboard yang memberikan variasi warna yang keren saat dimainkan.

 

Walau di atas kertas dimensi dan bobot Predator Triton 300 kalah ringkas dan ringan dibanding beberapa kompetitor, tapi desainnya yang boxy membuat laptop seharga 15 juta terlihat slim. Untuk mendukung mobilitas, laptop ini mungkin bukan pilihan teratas dengan tebal 26cm dan bobot 2.5 kilogram.

 

– Dual SSD NVMe

 

Foto by: LaptopMedia

 

Sisi storage Predator Triton 300 menurut saya jadi nilai jual paling unik. Terdapat dua buah slot SSD M.2 NVMe, yang mendukung konfigurasi RAID 0 hingga pengguna bisa menancapkan SSD PCIe hingga 1TB. Hasilnya tentu saja proses booting hingga menjalankan game jauh lebih cepat dari konfig SSD tanpa RAID.

 

Dan plat pendingin yang disediakan di atas slot SSD, menggambarkan bahwa pihak Acer faham akan karakteristik SSD PCIe yang di RAID. Masih ada satu slot 2.5″ SATA untuk storage konvensional demi mendapatkan kapasitas yang lebih besar lagi.

 

  • Desain & Material

 

 

Saya setuju, jika Triton 300 di klaim Acer sebagai laptop gaming ideal, tidak hanya dari sisi spesifikasi. Sebagai informasi, sasis Triton 300 ini punya garis desain yang sama dengan Nitro 7 series. Cenderung boxy, yang mengarah ke garis-garis classy dibanding dominan gaming. Harusnya, mereka yang suka tampil low-profile, akan lebih suka desain seperti ini,- termasuk saya.

 

Baca juga: Hands-On Review Predator Triton 300 – Acer Nitro 7 dengan Jubah Predator

 

Acer mengkombinasikan material logam (LCD cover) dan poly carbonate (sasis) untuk Triton 300 ini. Ini menjelaskan secara gamblang bahwa Triton menyasar budget user yang mengutamakan performa. Bagian bottom cover atau cover D-nya sendiri menggunakan Poly-carbonate seperti seri Nitro atau VX.

 

– Workstation

Acer terlihat sangat menjaga estetika dalam mendesain area workstation hampir semua produk laptop predator mereka,- termasuk Triton 300 ini. Memang, jika dilihat sepintas lalu, layout panel C Triton 300 ini sangat rapih, terlalu rapih malah untuk sebuah laptop gaming.

 

 

Khususnya posisi touchpad yang menjorok ke kiri, hingga membuat palm-rest kiri kurang lega. Tentu ini membuat pengguna yang punya telapak tangan lebar, sering berinteraksi secara tidak sengaja dengan touchpad.

 

– I/O Port & Konektifitas

 

[vc_row_inner][vc_column_inner width=”1/2″][vc_single_image source=”external_link” external_img_size=”400×200″ alignment=”center” custom_src=”https://i0.wp.com/laptopmedia.com/wp-content/uploads/2019/11/DSC01188.jpg?ssl=1″][/vc_column_inner][vc_column_inner width=”1/2″][vc_single_image source=”external_link” external_img_size=”400×200″ alignment=”center” custom_src=”https://i0.wp.com/laptopmedia.com/wp-content/uploads/2019/11/DSC01189.jpg?ssl=1″][/vc_column_inner][/vc_row_inner]

 

Sebagai produk untuk segmen mainstream, hadirnya displayPort juga jadi nilai jual unik. Port ini memungkinkan pengguna untuk melakukan setup monitor yang lebih advance hingga 3 monitor. Tapi yang saya sayangkan, SD card reader juga tetap tak disematkan di laptop yang meluncur berbarengan dengan pembukaan Predator League kala itu.

 

Untuk konektifitas, Triton 300 juga setingkat lebih unggul. Setidaknya saat tulisan ini dirilis. WiFi ax, BT 5 dan Killer Lan cukup membuat penggunanya sedikit jumawa saat bertemu rekan setim, saat nobar dalam satu jaringan.

 

  • Performa

 

 

Kombinasi i5-9300H dan GTX1650 membuat laptop ini punya banderol harga yang cukup menggiurkan. GTX 1650 sendiri menawarkan performa dua kali lebih cepat dibanding GeForce GTX 950M yang 4 tahun lalu jadi primadona di segmen ini.

 

Walau secara performa tetap agak berlebihan saat bertemu dengan display panel 15.6” ber-refresh rate 144Hz plus response time 3ms. Karena dari hasil pengujian, hanya beberapa judul game kelas eSport yang mambu berjalan 100fps lebih pada Triton 300 ini.

 

– Sistem Pendingin

 

Review Predator Triton 300 - Cooling system

 

Kipas pendingin bisa dikatakan menjadi komponen paling penting pada sebuah laptop gaming. Semakin baik kipas pendingin, performa laptop pun akan tetap terjaga meski sedang menjalankan aktivitas berat sekalipun.

 

 

Unit review Predator Triton 300 i5 hadir dengan kipas pendingin AeroBlade 3D Fan generasi keempat. Menariknya, kipas pendingin ini terinspirasi dari sayap burung hantu yang terbang dengan cepat, tapi tetap senyap saat mencari mangsa.

 

 

Hasilnya, AeroBlade 3D Fan Generasi keempat ini mampu membuat GPU clock berjalan cukup stabil saat unit diajak bermain game AAA modern seperti Rise of The Tomb Raider, RE2 Remake dan Division 2. .

 

– Manajemen Daya

 

Foto: LaptopMedia

 

Hasil pengujian masa pakai battery unit review Triton 300 i5 ini cukup membuat saya terkejut. Battery berkapasitas 59Wh nya mampu bertahan 7 jam untuk memutar video 1080p dengan brightness di 120 nits.

 

Sayangnya, power adaptor berkapasitas 135 Watt milik Triton 300 ini masih terasa cukup gemuk walau sudah menggunakan model baru. Masih tergolong cukup besar untuk ukuran adaptor laptop modern saat ini.

 

Baca juga: Ini Trailer Game Terbaru Assassin’s Creed Valhalla!

 

– Sistem Audio

 

Laptop ini tidak hanya memiliki performa kelas atas. Tentunya semua jadi makin lengkap jika inderamu tidak merasakannya. Dengan laptop ini, kamu akan merasakan pengalaman terbaik secara visual maupun yang terdengar di telinga.

 

Laptop ini juga memberikan pertunjukan menarik bagi telingamu. Dua buah speaker yang diperkuat audio enhancement WavesNx ini, cukup berhasil memberikan detail frekuensi baik highrange maupun bass.

 

  • Unique

 

Konsep desain yang tidak terlalu over-rated, kemampuan pendingin dan manajemen daya yang baik, akan jadi paket menggiurkan bagi mereka yang mencari sebuah mesin gaming portabel. Atau, kalau kamu cari laptop gaming terjangkau dengan performa storage terbaik, Predator Triton 300 ini juga salah satu pilihan terjangkau yang tersedia saat ini.

 

Tentu, bukan tanpa kekurangan juga. unit review Predator Triton 300 i5 ini punya fisik yang masih terbilang ‘gemuk’ dan otomatis lebih berat dibanding beberapa kompetitor sekelas. Lalu, pengalaman mengetik di atas workstationnya juga kurang nyaman menurut saya.

 

Gimana? Dengan banderol 14,999 juta, kamu sudah mendapatkan sebuah laptop gaming GTX1650, panel LCD yang OK untuk editing, juga opsi storage yang di atas rata-rata. Tertarik?

[/vc_column_text][/vc_column][vc_column width=”1/6″][/vc_column][/vc_row]