Review ASUS Zenbook 14 UX425JA (2020)

[vc_row][vc_column width=”1/6″][/vc_column][vc_column width=”2/3″][vc_row_inner][vc_column_inner width=”3/4″][vc_progress_bar values=”%5B%7B%22label%22%3A%22DESIGN%22%2C%22value%22%3A%2280%22%2C%22color%22%3A%22bar_green%22%7D%2C%7B%22label%22%3A%22HANDLING%22%2C%22value%22%3A%2285%22%2C%22color%22%3A%22peacoc%22%7D%2C%7B%22label%22%3A%22PERFORMANCE%22%2C%22value%22%3A%2265%22%2C%22color%22%3A%22bar_red%22%7D%2C%7B%22label%22%3A%22PRICE%22%2C%22value%22%3A%2280%22%2C%22color%22%3A%22chino%22%7D%2C%7B%22label%22%3A%22UNIQUE%22%2C%22value%22%3A%2275%22%2C%22color%22%3A%22vista-blue%22%7D%5D” bgcolor=”custom” options=”striped,animated” css_animation=”rotateIn” bgstyle=”outline” units=”points” custombgcolor=”#81d742″][vc_empty_space height=”16px”][vc_column_text][yasr_overall_rating][/vc_column_text][/vc_column_inner][vc_column_inner width=”1/4″][vc_single_image image=”25961″ img_size=”large” alignment=”center” onclick=”zoom” css_animation=”bounceIn”][/vc_column_inner][/vc_row_inner][vc_empty_space][vc_column_text]Yang akan kita ulas kali ini adalah keluarga ZenBook Classic dari ASUS,- yang ditargetkan untuk calon pengguna dengan latar belakang lebih luas, mulai dari pelajar, hingga profesional. Ini dia, Zenbook 14 UX425JA.

 

  • Disain & Ergonomi

 

Zenbook UX425JA - Disain

 

ZenBook selalu hadir dengan gaya mewah dengan ukuran bodi yang makin ringkas dari waktu ke waktu. Beberapa inovasi pernah lahir di lini ZenBook,- seperti fitur layar kedua ScreenPad, tombol numerik virtual NumberPad, hingga sistem ErgoLift yang membuat laptop lebih ergonomis dan punya performa pendinginan lebih baik.

 

ZenBook Classic, seperti unit review ASUS Zenbook UX425JA ini, menawarkan konsep disain paling simpel namun tetap elegan, dengan aksen warna yang tidak mencolok namun tetap bisa menjadi pusat perhatian. Secara keseluruhan, lini ZenBook Classic merupakan varian base model dengan desain yang mengacu pada dna ZenBook yang pertama kali diperkenalkan tujuh tahun silam.

 

Menggunakan material aluminium alloy yang dipermanis disain circle ‘Zen’ dan aksen diamond-cut yang sangat presisi, tetap dipertahankan sejak 7 tahun lalu saat seri Zenbook dirilis. Saya pribadi melihat, konsep disain ini berhasil menghadirkan kesan premium yang kuat.

 

Dengan ketebalan 13,9mm, dan berat 1,17Kg (seri tahun lalu tebal 16,9mm & berat 1,15Kg), bepergian membawa ZenBook 14 (UX425) seharusnya tidak akan membuat pundak Anda terbebani.

 

Dengan konsep NanoEdge yang agak berbeda dengan seri tahun lalu, UX425 kini hanya punya screen-to-body ratio sekitar 90%. Tapi hal ini membuat tampangnya kembali terlihat ‘normal’ tanpa aksen jambul seperti UX

 

– Konektivitas

 

Konektivitas pada Zenbook UX425

 

Walau tergolong sangat tipis, ZenBook 14 (UX425) tetap menyematkan port USB Type-A dan HDMI ke dalam bodi laptop ini. Jadi tidak harus membeli dongle khusus untuk menambah opsi IO port.

 

Salah satu dari 2 (dua) buah USB Type-C – nya, sudah mendukung USB Power Delivery. Tidak hanya itu, port USB Type-C di ZenBook 14 (UX425) juga merupakan port Thunderbolt 3. Menjadikan produk ini bisa dimanfaatkan sebagai workstation base jika pengguna menghubungkannya dengan GPU dock.

 

Baca juga: Review ASUS ExpertBook P2451 (FB) – Laptop Bisnis terjangkau yang kece

 

– Material & durabilitas

 

ASUS Zenbook UX425 review 07

 

Tidak hanya sekadar tampil mewah dan elegan, laptop ini didisain untuk para road warrior. Karenanya, struktur chassis yang kuat sangat diperlukan, Menurut klaim ASUS, walau UX425 adalah produk consumer, namun telah mendapatkan sertifikasi lolos uji standar militer AS (MIL-STD 810G, mulai dari uji fungsional di ketinggian hingga lebih dari 15.000 kaki, uji jatuh dari ketinggian 100mm dalam keadaan hidup dan diuji di setiap sudut jatuh, hingga uji operasional di suhu rendah yaitu hingga -33 derajat Celcius.

 

  • Spesifikasi, harga

 

Spesifikasi dan harga ASUS Zenbook 14 UX425 (2020)

 

 

[ultimate_info_table design_style=”design05″ color_scheme=”green” package_heading=”ASUS”  package_sub_heading=”Zenbook 14 (UX425)”]

CPU Intel® Core™ i7-1065G7 Processor 1.3 GHz (8M Cache, up to 3.9 GHz)

Intel® Core™ i5-1035G1 Processor 1.0 GHz (6M Cache, up to 3.6 GHz)

Operating System Windows 10 Home
Memory 16GB LPDDR4X (i7 variant)

8GB LPDDR4X (i5 variant)

Storage 512GB M.2 NVMe™ PCIe® 3.0 x4 SSD
Display 14.0″ (16:9) IPS FHD (1980 x 1080), 300 nits, 100% sRGB, Anti-glare, NanoEdge Display
Graphics Intel® Iris® Plus Graphics
Input/Output 1x HDMI 2.0b, 1x USB 3.2 Gen 1 Type-A, 2x USB Type-C with Thunderbolt™ 3 supports display / power delivery, Micro SD card reader
Camera HD camera with IR function to support Windows Hello
Connectivity Intel Wi-Fi 6(Gig+)(802.11ax)+Bluetooth 5.0 (Dual band) 2*2
Audio Smart Amp Technology, Built-in array microphone, harman/kardon certified
Battery 67WHrs, 3S2P, 6-cell Li-ion
Dimension 31.90 x 20.80 x 1.39 ~ 1.39 cm
Weight 1,17Kg
Colors Pine Grey, Lilac Mist
Price Rp17.299.000 (i7 variant)

Rp14.299.000 (i5 variant)

Warranty 2 tahun garansi global

[/ultimate_info_table]

 

Hadir dengan opsi prosesor hingga 10th Gen Intel Core i7-1065G7 (4C/8T), yang membawa Intel Iris Plus Graphics, yang kita semua tahu, punya performa lebih tinggi dari Intel UHD pada umumnya. Sangat sesuai untuk konten creator yang ingin menyelesaikan urusan basic mereka, diperjalanan.

 

Tapi patut diingat, ASUS menanam hapir semua komponen dalam laptop ini kecuali slot m.2 yang seharusnya masih bisa menelan SSD hingga kapasitas 2TB. Artinya, config awal sangat menentukan nilai investasi kamu untuk produk satu ini.

 

ASUS Zenbook UX425 review 06

 

Ada upgrade di sisi panel LCD yang kini sudah menawarkan panel 1 watt, tapi punya brightness level 300 nits. Lebih hemat, namun tetap cukup terang untuk komputasi di luar ruangan. Juga sisi konektifitas yang kini hadir lebih ‘berani’ dengan menghadirkan Thunderbolt 3 dan WiFi 6 ax.

 

Yang paling menarik, ASUS membenamkan battery berkapasitas super besar mencapai 67 Wh. Tidak heran jika ASUS berani mengklaim, unit review ASUS UX425JA ini mampu bertahan hingga hingga 16 jam. Dan hadirnya teknologi USB Power Delivery, ZenBook 14 (UX425) juga dapat diisi ulang dayanya menggunakan power bank tertentu.

 

– Workstation – Keyboard Lebih Lebar dan NumberPad 2.0

 

ASUS Zenbook UX425 review 05

 

 

Perombakan besar dan paling menarik menurut saya di unit review ZenBook 14 (UX425) ini adalah edge-to-edge keyboard. Artinya, ASUS ZenBook 14 UX425JA ini memiliki format keyboard lebih luas dan tombol yang lebih besar. Di kombinasikan dengan fitur ErgoLIft, dan seting key-travel mencapai 1.4 mm, menjadikan proses mengetik menjadi lebih nyaman sekalipun dalam jangka waktu lama.

 

Jarak antara tombol saya rasakan juga sangat ideal untuk diakses oleh jari orang asia maupun orang bule yang umumnya punya jari lebih panjang. Terakhir, sebari tombol shortcut di sisi kanan keyboard berisi tombol navigasi home, end, page up dan page down, sangat membantu untuk pengguna yang 60% waktu komputasinya dihabiskan untuk berselancar via Internet browser.

 

ASUS NumPad 2.0

 

Untuk yang membutuhkan number pad, touchpad pada ZenBook 14 (UX425) menghadrikan fitur NumberPad 2.0 yang sudah disempurnakan. Kini, fungsi touchpad dan numpad dapat digunakan bersamaan dimana di versi awal, pengguna harus memilih.

 

  • Performa

 

[dt_highlight color=”” text_color=”” bg_color=””]Jadi sejauh apa kita bisa berharap pada refresh CPU pada seri Zenbook terbaru ini?[/dt_highlight]

 

[/vc_column_text][dt_carousel slides_on_wide_desk=”1″ slides_on_desk=”1″ slides_on_lapt=”1″ slides_on_h_tabs=”1″ slides_on_v_tabs=”1″ arrow_bg_width=”36x” arrow_border_width=”0px” arrow_icon_color=”#1e73be” arrow_border_color=”#000000″ arrows_bg_show=”n” r_arrow_icon_paddings=”0px 0px 0px 0px” r_arrow_v_offset=”0px” l_arrow_icon_paddings=”0px 0px 0px 0px” l_arrow_v_offset=”0px”][vc_single_image image=”68988″ img_size=”large” alignment=”center” onclick=”link_image”][vc_single_image image=”68989″ img_size=”large” alignment=”center” onclick=”link_image”][vc_single_image image=”68987″ img_size=”large” alignment=”center” onclick=”link_image”][vc_single_image image=”68991″ img_size=”large” alignment=”center” onclick=”link_image”][vc_single_image image=”68990″ img_size=”large” alignment=”center” onclick=”link_image”][vc_single_image image=”68993″ img_size=”large” alignment=”center” onclick=”link_image”][vc_single_image image=”68978″ img_size=”large” alignment=”center” onclick=”link_image”][/dt_carousel][vc_column_text]

 

Menganalisa capaian skor benchmark yang didapat laptop ini, bisa dikalkulasi bahwa i7-1065G7 unggul dibeberapa poin. Paling signifikan ada pada performa single core, dan pengujian phys-X. Kamu bisa lihat hasil benchmark di atas, dan bandingkan dengan benchmark seri ASUS sebelumnya yang masih menggunakan Intel Core generasi 8 di sini.

 

– Power management

 

Zenbook 14 UX425JA - PCMark 10 battery

 

Kali ini ZenBook 14 UX425JA mengadopsi baterai berkapsitas 67Whr yang membuat laptop ini mampu bertahan di PCMark 10 mode modern office hampir 13 jam. Not bad! Tidak terlalu muluk dari klaimnya yang mencapai 16 jam.

 

Jika rata-rata pekerja kantoran menghabiskan waktu hingga 8 jam sehari, minimal Zenbook 14 UX425JA dapat menemani Anda bekerja seharian. Terima kasih juga untuk panel LCD 1 watt-nya.

 

 

Laptop ini sendiri dibekali power adaptor 65 watt dengan disain dan dimensi tak jauh berbeda dengan adaptor laptop ASUS kebanyakan. Dan nilai plusnya, laptop ini bisa di charge menggunakan charger smartphone tertentu yang sudah menggunakan interface type-C.

 

  • Unique

 

Harman kardon Audio

[dt_highlight color=”” text_color=”” bg_color=””]Ternyata output audionya di atas rata-rata bro, lantang dan detail[/dt_highlight]

 

Seting harga yang masih cukup rasional, untuk sebuat laptop yang menurut saya cocok bersaing dengan laptop premium lain,- menjadi nilai jual tersendiri untuk ASUS Zenbook yang satu ini. Kombinasi kenyamanan pakai yang sangat baik, performa battery yang bisa diandalkan seharian, menjadikan saya berani memberi nilai 8,5 dari 10 untuk sisi mobilitas Zenbook UX425 ini.

 

Performa Iris Plus nya mungkin kurang memuaskan ekspektasi saya yang berharap bisa sedikit bersaing dengan Geforce MX series. Namun setidaknya, melakukan editing basic di perjalanan masih mungkin dilakukan tanpa harus khawatir battery terkuras.

 

Overall, Zenbook 14 UX425 ini cocok untuk yang mencari kombinasi PC portable dan media hiburan dalam dimensi dan bobot yang mengesankan. Gimana menurut kamu? Jika punya pendapat lain, jangan sungkan komentar di bawah ya.

[/vc_column_text][/vc_column][vc_column width=”1/6″][/vc_column][/vc_row]