Review MSI Bravo 15 – Apakah Lebih Baik?

Review MSI Bravo 15 – Apakah Lebih Baik?

Namanya seri refresh, tentu didisain untuk menyempurnakan apa yang kurang pada produksi terdahulu. Bagaimana ini dengan lini laptop gaming AMD kelas mainstream dari MSI ini? Kita ungkap lewat unit review MSI Bravo 15 yang kebetulan kita beli beberapa hari lalu.

  • Spesifikasi, Harga, Target pengguna & Opsi Upgrade

Review MSi Bravo 15 - Specification 1

Yang direfresh dari sisi spesifikasi inti hanya CPU atau processor-nya saja,- dari Ryzen 3000 ke Ryzen 4000 series. Sedangkan sisi GPU masih menggunakan RX5500M seperti MSI Alpha 15 yang pernah kita ulas terdahulu. Saya sendiri masih menunggu update yang ‘bisa diharapkan’ dari sisi development perangkat lunak pihak AMD. RX5500M pada Alpha 15 tidak terlalu menggembirakan terakhir kami review.

Review MSi Bravo 15 - Specification 2

Hadir dengan 2 opsi CPU yakni AMD Ryzen 7-4800H dan Ryzen 5-4600H, MSI Bravo 15 dibanderol mulai dari 12,999 juta untuk versi Ryzen 5 dan 15,999 juta untuk versi Ryzen 7. Banderol yang tak jauh berbeda dengan versi Alpha 15 terdahulu.

Sedangkan GPU, hanya ada satu opsi yakni RX5500M pada generasi kali ini, khusus di Indonesia. Karena jika saya lihat, versi RX5300M tetap tersedia diluar. Menurut saya ini keputusan yang cukup baik karena perbedaan performa dan harga di seri terdahulu, membuat versi RX5300M tidak banyak dilirik.

Nampak sekali seri ini ingin menghadirkan benefit untuk setiap pecahan uang yang dikeluarkan pembeli. Setidaknya, jika target penggunanya masih juga belum memutuskan membeli, produk ini berpotensi menjadi “laptop paling mending of the year”, saat produk-produk di level harga sama dirilis dalam waktu dekat.

– Opsi Upgrade

laptop with two m2 slot
Property of notebookcheck

Untuk kombinasi RAM dan media penyimpanan atau storage, versi Ryzen 5 mendapat RAM 8GB dan SSD 256GB PCIe. Sedang versi Ryzen 7 mendapat RAM 8GB yang sama, namun dengan SSD lebih besar yakni 512GB. FYI, ada dua (2) slot RAM untuk pengguna meningkatkan hingga kapasitas 64GB.

Spesikasi RAM sudah menggunakan versi 3200MHz yang kita semua sudah tau, merupakan salah satu kelebihan Ryzen 4000 series.

Tapi tentu, unit review MSI Bravo 15 ini menjanjikan peningkatan performa yang sangat mungkin menyamai performa sebuah laptop gaming premium. Saat komponen RAM LPDDR4 4266MHz sudah tersedia, plus kombinasi dua buah slot PCIe SSD yang bisa menampung hingga 4TB data, cukup menjadikan laptop ini sebagai desktop replacement dengan modal awal sangat terjangkau.

  • Design & Handling

Review MSi Bravo 15 - Design 1

Dibanding seri Alpha 15, kini Bravo 15 jauh lebih tipis (22mm), ringkas (359 x 254mm) dan ringan (1,9 kg). Ini salah satu harapan saya waktu mengulas Bravo 15 yang terasa sekali tebal seperti laptop gaming jadul.

Dari sisi fisik, kesan Tough!. yang saya temukan pada seri Alpha 15, sayangnya tidak lagi melekat di penerusnya ini. Jika Alpha 15 seperti ingin tampil ekslusif dengan konsep disain berbeda dari lini produk MSI kebanyakan, nampaknya MSI punya arahan yang berbeda kali ini.

Review MSi Bravo 15 - Design 3

Kini Bravo 15 menggunakan DNA MSI G series yang terus terang, saya bosan melihat disainnya yang begitu-begitu saja. Tekstur brushed aluminum di atas permukaan polycarbonate, menjadikan Bravo 15 terlihat jauh dari kesan kokoh,- bahkan cenderung murahan.

Untungnya MSI sudah memperbaiki disain logo burung api yang kini tak lagi sekedar stiker. Kini sang burung phoenix sudah menggunakan emblem yang dibuat seolah terbenam atau menyatu dengan cover LCD. Nice job lah!

Workstation

– Display

[vc_row_inner][vc_column_inner width=”1/2″][dt_fancy_image type=”from_url” image=”https://media.skyegrid.id/wp-content/uploads/2020/09/Review-MSi-Bravo-15-Display.jpg” image_dimensions=”800×400″ image_alt=”Review MSi Bravo 15 – Display” onclick=”lightbox”][/vc_column_inner][vc_column_inner width=”1/2″][dt_fancy_image type=”from_url” image=”https://media.skyegrid.id/wp-content/uploads/2020/09/Review-MSi-Bravo-15-Display-2.jpg” image_dimensions=”800×400″ image_alt=”Review MSi Bravo 15 – Display” onclick=”lightbox”][/vc_column_inner]

Ada hal yang nampaknya harus ditelan oleh pengguna terkait fitur AMD FreeSync yang dibenamkan pada laptop ini. Salah satunya adalah kualitas warna pada panel 144Hz yang sepertinya harus dikorbankan demi menghadirkan fitur yang lebih diperlukan gamer ini. Jadi fix jika kamu ingin tetap membeli laptop ini untuk kebutuhan profesional, kamu perlu bantuan monitor eksternal.

– Keyboard

Review MSi Bravo 15 - Keyboard

Disain dan susunan keyboard Bravo 15 ini mengingatkan saya pada MSI GS series. Mulai dari konsep 10-Key-Less di chassis 15.6″ yang menjadikan ukuran tombolnya terlihat jumbo, hingga row tambahan yang mungkin perlu waktu bagi sebagian orang untuk terbiasa.

Hanya saja, suara tombol saat pengetikan lebih berisik dibanding GS series. Nampaknya harus dimaklumi bahwa seri Alpha maupun Bravo, bahkan seri-seri laptop MSI dengan AMD dikemudian hari, tak akan bekerja sama dengan SteelSeries.

Ukuran keycap yang luas tak didukung oleh key-travel yang bisa menghadirkan sensasi tactile. Saya sendiri bisa mengetik dengan nyaman karena ukuran keycap besar, hanya saja terkadang tidak terasa apa saya sudah tekan tombol atau belum.

Saya tidak mau banyak bicara untuk touchpad Bravo 15 ini. Saya akan langsung sarankan kamu untuk cari mouse gaming waktu membeli laptop ini. Pokoknya langsung pake mouse aja, titik!

Baca juga: Review Asus Vivobook 14 A412DA

– IO Port

[vc_row_inner][vc_column_inner width=”1/2″][dt_fancy_image type=”from_url” image=”https://media.skyegrid.id/wp-content/uploads/2020/09/Review-MSi-Bravo-15-IO-1.jpg” image_dimensions=”800×400″ image_alt=”Review MSi Bravo 15 – IO 1″ onclick=”lightbox”][/vc_column_inner][vc_column_inner width=”1/2″][dt_fancy_image type=”from_url” image=”https://media.skyegrid.id/wp-content/uploads/2020/09/Review-MSi-Bravo-15-IO-2.jpg” image_dimensions=”800×400″ image_alt=”Review MSi Bravo 15 – IO 2″ onclick=”lightbox”][/vc_column_inner]

Untuk pemilihan jenis I/O, saya tidak ada keluhan untuk unit review MSI Bravoi 15 ini. Tapi lagi-lagi saya harus menggelengkan kepala untuk layout Bravo 15 yang menempatkan I/O port lebih banyak di sisi kanan laptop. Entah sesulit apa menyusun layout untuk CPU Renoir hingga susunan I/O portnya nampak aneh di mata saya.

  • Performa

Waktunya mencari sesuatu yang mengejutkan. Karena jujur, saya amat sangat berharap pada ‘konstruksi’ baru Renoir yang digadang-gadang serba baru. Kita mulai dari sang bintang utama, Ryzen berarsitektur Zen 2 ini.

– AMD Ryzen 7-480H

MSI Bravo 15 CPU Benchmark

Pendek kata, performa processor ini memang sangat luar biasa diranah benchamark baik synthetic maupun real-scenario base. R7-4800H punya potensi menjadi processor kelas desktop replacement yang artinya, mampu menyamai processor kelas Desktop yang butuh konsumsi daya lebih tinggi.

Tinggal bagaimana manajemen sistem pendingin buatan MSI membuat CPU bekerja stabil selama dipaksa kerja keras. Nanti kita bahas di sisi sistem pendingin.

Baca juga: Review Dread Out 2 – Kini Dengan Musuh yang Lebih Kuat

– GPU Radeon RX5500 4GB GDDR6.

Bicara tentang performa satu pabrikan, seharusnya kolaborasi Ryzen dan Radeon RX bisa hadir 100% bukan? Tapi ada sedikit kejanggalan yang saat ini belum bisa kita sampaikan. Nanti, di video gaming test akan kami kupas tuntas performa kedua semikonduktor buatan AMD ini. Jadi, jangan lupa subscribe channel Youtube kita dulu.

– Cooling System

Saya juga merasakan hal yang sama dengan yang ditemukan banyak reviewer terkait system pendingin laptop ini. Nampaknya pihak RnD MSI telah melakukan kesalahan dengan konfigurasi heatpipe yang seperti menyepelekan peningkatan panas pada CPU.

MSI nampak lebih khwatir pada panas GPU hingga membuat jumlah heatpipe hingga ukuran kipas berat sebelah. Hal ini membuat beberapa skenario pengujian memperlihatkan hasil uji yang tidak konsisten sebab system pendingin tidak bisa meng-handle panas CPU dengan baik.

Selengkapnya juga akan kita beberkan pada video reviewnya di Youtube kita

  • Unique

Review MSi Bravo 15 - Design

Saya benar-benar gembira dengan keputusan MSI membuat seri AMD jadi lebih ringkas dan ringan. Walau nampak sekali MSI belum menempatkan AMD pada lini G series yang lebih premium. Yap, sekali lagi AMD masih harus mengisi lini “pemula”.

Overall, apa yang saya dapat dari unit review MSI Bravo 15 yang saya beli ini benar-benar murni sisi performa-nya saja, dan beberapa fitur yang saya akui membantu di skenario gaming. Untuk kosmetik, nilai produktifitas (terutama kualitas LCD), dan experience penggunaan mulai dari layout port IO, manajemen daya hingga sistem pendingin, “di jual terpisah”.

Untuk kamu yang mengutamakan performa sebagai investasi tertinggi, tidak perlu ragu membawa pulang laptop ini. Dengan belajar pada youtuber, kalian seharusnya bisa melakukan upgrade, mengganti thermal paste hingga memilih LCD eksternal yang mendukung skenario profesional.

rifanfernando

leave a comment

Create Account



Log In Your Account