Review HP Pavilion Gaming 15 DK1064TX – Karena Murah Selalu ada Konsekwensinya

Review HP Pavilion Gaming 15 DK1064TX – Karena Murah Selalu ada Konsekwensinya

Spesifikasi paling menonjol dari unit review HP Pavilion Gaming 15 DK1064TX ini adalah GPU-nya. Tapi yang seringkali dilupakan adalah, sejauh apa Intel Core i5-10300H bisa mengimbangi RTX 2060 Max-Q dalam laptop ini,- terutama pada skenario gaming yang menjadi target branding produk ini.

Kalau kamu mengikuti sepak terjang HP, khususnya lini Pavilion Gaming 15 yang diramu dengan berbagai konfigurasi spesifikasi unik dalam harga jual cukup kompetitif,- saya cukup yakin Pavilion Gaming 15 DK1064TX ini merupakan yang paling menggoda.

  • Spesifikasi, Harga & Opsi upgrade

RTX 2060, dipasaran desktop PC masih dibanderol dengan harga yang cukup tinggi yakni sekitar 4,5 hingga 7 juta. Tergantung seri dan fitur yang dibawa. Jadi jika masih ada yang berkomentar, “mending rakit PC”, saya sarankan untuk tidak menghiraukan orang tersebut.

Pavilion Gaming 15 DK1064TX - Desain 2

Kembali pada Intel Core i5-10300H. Perlu diketahui, standar config-nya adalah 45 watt. Artinya, CPU Quad core – 8 thread satu ini menawarkan level performa yang sama dengan CPU Intel kelas i7 generasi ke-7,- bahkan lebih baik. Atau dengan kata lain, di atas kertas laptop dengan i5-10300H secara teori masih mumpuni dikawinkan dengan GPU kelas mid-to-high seperti RTX 2060.

Terkait mengapa HP memilih versi Max-Q dibanding versi full clock, menurut saya lebih kepada target power disipation maksimal, yang bisa dihandle oleh sistem pendingin dalam Pavilion Gaming versi 2020 ini.

Sebagai info, HP tidak melakukan perombakan bagian sistem pendingin untuk edisi kali ini. Jadi dari review seri sebelumnya, saya perkirakan kemampuan pendingin Pavilion Gaming 15 ini maksimal ada dikisaran 100 Watt. Jadi tidak memungkinkan untuk mengantisipasi RTX 2060 versi regular (80 Watt), ditambah i5-10300H 45 Watt (125 Watt total).

Laptop gaming entry level dari HP

Dan perlu diingat, i5-10330H juga tidak punya fitur Velocity Boost yang membuatnya tiba-tiba bekerja lebih kencang dari takdir TDP 45 Watt-nya. Artinya, walau nampak gahar di luar, konfigurasi i5-10300H + RTX 2060 Max-Q ini merupakan konfigurasi yang terhitung mudah untuk dikendalikan.

Kemungkinan kedua menurut saya adalah, HP punya jagoan lain disegmen yang lebih tinggi. Yang sangat butuh nilai jual unique untuk tetap mendapat ‘perhatian’. Jika kalian masih ingat, HP pernah merilih Omen dengan konfigurasi i5 9th gen plus RTX 2060 regular dengan baderol yang cukup menggiurkan kala itu, 20 juta pas (sekarang 19 juta).

Pavilion Gaming 15 DK1064TX - Bottom case

Terlepas dari alasan apapun dibalik seting konfigurasi ini, saya pribadi angkat empat (4) jempol untuk HP yang mampu menyedot perhatian banyak calon pengguna ber-budget 15 juta. Walau sayangnya, seri ini sempat kehabisan stok dipasaran.

HP Pavilion Gaming 15 DK1064TX

CPU Intel® Core™ i5-10300H processor

2.5GHz quad-core with Turbo Boost (up to 4.5GHz) and 8MB Smart cache

Display 15.6″ (16:9) FHD (1920×1080) 144Hz Anti Glare Panel
Operating system Windows 10 Home
Graphics Intel® UHD Graphics

Nvidia Geforce RTX 2060 MQ 6GB GDDR6

Main memory 8GB up to 32GB DDR4 pc 2933MHz
Storage 512GB PCIe SSD + Free 2,5″ SATA slot up to 2TB
Connectivity Dual-band 2×2 Wi-Fi 5 (802.11ac)

Bluetooth® 5.0

Camera HD Camera with integrated dual array digital microphone
I/O ports 1 x USB 3.1 Gen 1 Type-C™ (USB-C, up to 5Gbps)

2 x USB 3.1 Type-A (up to 5Gbps)

1 x USB 3.1 Type-A (Sleep & Charge support)

1 x LAN

1 x HDMI

1 x Combo Audio jack

1 x SD Card Reader

Battery Lithium-Polymer 3 cell 52.5whr
AC adapter 200 Watt – Output :20 V DC, 10A
Dimensions 36 x 25.7 x 2.35 cm
Weight 2.23kg
Color Shadow black
Harga Rp. 15,999,000

Sayangnya, untuk mencapai harga 16 juta kembali seribu, HP lebih memilih mengurangi RAM dibanding menurunkan SSD NVMe ke versi SATA atau ke jenis HDD. Jika untuk experience non-gaming, saya setuju langkah ini merupakan pilihan tepat. Tapi dari experience gaming, saya kurang setuju. Dan saya akan ungkap alasannya di bagian test performa.

– Konektifitas

Pavilion Gaming 15 DK1064TX - Left IO

Sebab tidak adanya perombakan disisi desain sasis, koneksi atau IO port yang ditawarkan Pavilion Gaming 15 DK1064TX kali inipun tak ada yang berubah dari beberapa seri pendahulunya.

Pavilion Gaming 15 DK1064TX - Right IO

Untungnya, di sisi koneksi nirkabel, HP sudah membekali produk ini dengan WiFi adapter generasi terbaru yakni WiFi 6. Sedangkan untuk Bluetooth yang terintegrasi, sudah menggunakan versi 5.

– Opsi Upgrade

Di sisi opsi upgrade, Pavilion Gaming ini masih satu (1) langkah dibelakang kompetitor sekelas. Saat beberapa pesaingnya sudah menawarkan dua buah slot m.2 plus sebuah slot SATA 2.5″, Pavilion gaming hanya menawarkan satu (1) m2 plus sebuah SATA 2.5″.

Tapi yang unik, walau laptop ini hanya datang dengan storage SSD m2, tapi HP sudah menyiapkan perlengkapan untuk pengguna yang ingin menambah HDD 2.5″.

Baca juga: Review HP Pavilion Gaming 15 2019

– Workstation

Pavilion Gaming 15 DK1064TX - LCD

Walau tidak menawarkan color space yang akan disukai para content creator, saturasi warna panel Pavilion gaming 15 ini cukup bisa diandalkan. Ditambah lagi contrast dan brightness yang cukup baik hingga saya pribadi merasa masih bisa mengandalkan mesin satu ini untuk editing foto maupun video.

Untuk spesifikasi yang dibawa laptop ini, panel 144Hz menurut saya agak berlebihan. Kecuali calon penggunanya mengkhususkan laptop ini untuk gaming kelas eSport sebatas CS:GO atau DOTA II. Akan lebih berfaedah jika panel turun ke seri yang lebih rendah, dan mengalokasikan biaya produksi ke RAM.

Pavilion Gaming 15 DK1064TX - Workstation 2

Saya mungkin salah satu yang kurang cocok dengan ukuran keycap pada keluarga Pavilion Gaming 15. Sedikit lebih kecil dari rata-rata laptop 15″ dan juga jarak antar tombol yang membuat saya butuh waktu lama untuk beradaptasi. Jika boleh menyarankan, 10 key nya di eliminasi saja untuk memberi ruang memperbesar tombol dan memperlebar jarak antar tombol.

Tidak ada keluhan untuk touchpad kecuali finishingnya yang mudah menangkap jejak minyak. Bicara finishing, saya cukup terkesan dengan material dan build quality seri Pavilion Gaming. Walau masuk kategori esential, kedua poin diperhatikan sangat baik oleh HP.

Hanya saja sejak versi perdana, desain center hings membuat panel laptop ini mudah woble atau nge-flex saat dipangku.

  • Performa

Dari sisi peforma, penggunaan sekeping 8GB DDR4 3200 single channel pada laptop ini, bener-benar membuat peforma keseluruhan kurang maksimal. Apalagi untuk gaming yang mau tidak mau, memory harus terus menerus melayani RTX 2060 yang cukup powerfull.

i5-10300H juga terlihat ngos-ngos-an saat laptop digunakan untuk bermulti-tasking. Saya perhatikan, CPU usage rata-rata bertengger di atas 55% yang bisa diartikan, CPU ini seringkali tidak kewalahan hingga membentuk antrian proses eksekusi yang panjang.

Kamu bisa lihat beberapa hasil benchmark dari media lain yang sudah lebih dulu mengulas laptop ini. Terutama untuk score 3D Mark family. Tapi nanti kita update juga hasil pengujian beberapa benchmark sintetis yang sudah kita lakukan.

Review Pavilion Gaming 15 DK1064TX - Gaming test

Bottleneck di RAM, paling berpengaruh saat masuk pengujian gaming. Saya sering kali mengalami stuttering di scene-scene awal beberapa game AAA yang menandakan proses sinkronisasi buffering antara GPU, RAM dan CPU tidak berjalan mulus. Dipertengahan game-pun kadang saya temui visual yang terbatuk-batuk.

Lebih lengkapnya, kamu bisa lihat video gaming performance dari unit review HP Pavilion Gaming 15 DK1064TX di bawah ini

[ultimate_video u_video_url=”https://www.youtube.com/watch?v=A0GwoxqXvDg” yt_autoplay=”” yt_sugg_video=”on” yt_mute_control=”” yt_modest_branding=”” yt_privacy_mode=”” play_size=”75″ enable_sub_bar=””]

  • Performa pendinginan

Ventilasi udara yang baik pada laptop

Karena sasisnya identik, cara membuka bottom case-nya juga sama, hanya perlu melepas 7 buah baut,- dimana 3 baut untuk bagian depan jauh lebih kecil dan pendek dibanding 4 baut bagian belakang. Jadi tidak perlu khawatir akan tertukar.

Dibaliknya, kita akan langsung temukan sistem pendingin yang secara keseluruhan, mulai dari desain, kapasitas dan teknologi-nya, sama dengan seri 2019.

Review Pavilion Gaming 15 DK1064TX - Temperature

Suhu processor saat penggunaan normal, saya perhatikan masuk kategori ‘hangat’ di angka 75°C. Sedangkan di skenario gaming, suhu processor naik signifikan, bahkan sampai menyentuh angka 100°C (Lihat table).

Pada tabel juga terlihat, Untuk rata- saat skenario gaming, processor quad core sudah sangat kurang dengan rata-rata usage di atas 50%. Nampaknya unit review ini perlu di re-work bagian sistem pendinginnya karena menurut saya, sudah tidak lagi maksimal. Mungkin karena sudah lama berkeliling ke berbagai media untuk di ‘siksa’.

Di atas permukaan workstationnya sendiri, saya rasakan area WASD masih masuk kategori nyaman,- jauh dari hawa panas yang seringkali mengganggu saat bermain game jangka panjang.

– Power Management

Pavilion Gaming 15 DK1064TX - power adaptor

Sebuah power adaptor berkapasitas 200 Watt secara perhitungan di atas kertas harusnya mumpuni untuk mendorong CPU quad core 45 Watt dan RTX 2060MQ 65 Watt. Komponen lain yang cukup menguras daya tentu saja panel LCD 144Hz nya. Dan HP belum menyertakan utility yang bisa melakukan smart switch refresh rate ke 60Hz saat kemampuan 144Hz sedang tidak diperlukan.

Untuk kebutuhan komputasi ringan, baterai 52,5Wh pada laptop ini lumayan sakti. Saya memang tidak berkesempatan melakukan pengujian full-to-drain berkali-kali. Tapi suatu waktu saya gunakan laptop ini untuk meeting online menggunakan Zoom selama dua jam, battery nya hanya berkurang 20%.

Seperti versi terdahulu, HP hanya menyertakan sebuah aplikasi bernama HP Cool Sense yang memungkinkan pengguna memilih dua (2) mode putaran kipas,- On atau Off. Terkait fitur, Pavilion gaming ini juga masih sedikit tertinggal dari kompetitor.

Tak ada monitoring dashboard atau sekedar utility power manajemen untuk membuat laptop ini berjalan lebih office app friendly. Jadi, sebaiknya kamu mulai membaca tentang Intel XTU, atau ThrottleStop sebagai metode kontrol CPU. Untuk GPU, biarkan manajemen Max-Q yang atur. Menurut saya itu sudah jauh lebih advance dari After burner.

  • Unique

Pavilion Gaming 15 DK1064TX - FI

Dibalik harganya yang memang menggiurkan, laptop ini membutuhkan treatment khusus agar lebih siap dipakai sebagai mesin gaming, terutama sekali upgrade RAM ke dual-channel untuk membantu performa processor. Jika kembali ke perhitungan modal, pengguna harus mengeluarkan uang sekitar 500 ribu lagi untuk mendapatkan performa maksimal dari laptop ini.

Jika memang kamu sering ber-multitasking, saya lebih menyarankan kamu ambil versi i7 (jika nanti tersedia). Karena ternyata Quad core 8 thread sangat pas-pasan untuk mengimbangi sebuah RTX 2060, versi Max-Q seperti ini sekalipun.

Tapi jika kamu tipe gamer solo, tak butuh eksitensi selama bermain game, laptop ini pilihan terbaik. Hanya saya sarankan sisihkan uang untuk beli sekeping lagi RAM 8GB. Gimana, tertarik?

rifanfernando

leave a comment

Create Account



Log In Your Account