Review Lenovo Legion 5 15ARH05 – Calon Laptop Gaming Renoir Kacang Goreng

[vc_row][vc_column width=”1/6″][/vc_column][vc_column width=”2/3″][vc_row_inner][vc_column_inner width=”3/4″][vc_progress_bar values=”%5B%7B%22label%22%3A%22DESIGN%22%2C%22value%22%3A%2270%22%2C%22color%22%3A%22bar_green%22%7D%2C%7B%22label%22%3A%22HANDLING%22%2C%22value%22%3A%2275%22%2C%22color%22%3A%22peacoc%22%7D%2C%7B%22label%22%3A%22PERFORMANCE%22%2C%22value%22%3A%2275%22%2C%22color%22%3A%22bar_red%22%7D%2C%7B%22label%22%3A%22PRICE%22%2C%22value%22%3A%2285%22%2C%22color%22%3A%22chino%22%7D%2C%7B%22label%22%3A%22UNIQUE%22%2C%22value%22%3A%2285%22%2C%22color%22%3A%22vista-blue%22%7D%5D” bgcolor=”custom” options=”striped,animated” css_animation=”rotateIn” bgstyle=”outline” units=”points” custombgcolor=”#81d742″][vc_empty_space height=”16px”][vc_column_text][yasr_overall_rating][/vc_column_text][/vc_column_inner][vc_column_inner width=”1/4″][vc_single_image image=”25961″ img_size=”medium” alignment=”center” onclick=”zoom” css_animation=”bounceIn”][/vc_column_inner][/vc_row_inner][vc_empty_space][vc_column_text]Sekali lagi, Lenovo membuat saya surpraise dengan satu lagi produk laptop gaming mereka. Dan kali ini, satu unit review Lenovo Legion 5 15ARH05 datang ke Skyegrid Media untuk kita kulik lebih jauh.

 

  • Disain, Material & Handling

 

 

Design laptop gaming yang makin elegan

 

Jika melihat sepintas, disain Legion 5 2020 ini terlihat tidak berubah dari seri tahun lalu. Konsep hings yang maju ke depan, hingga finishing bertekstur soft-touch untuk meminimalisir jejak sidik jari,- nampaknya ingin dijadikan ciri khas oleh Lenovo untuk seri Legion.

 

Tapi kali ini, Lenovo nampaknya ingin meminimalisir aura gaming pada lini Legion yang notabene merupakan sub-brand atau divisi gaming mereka. Tapi apapun alasannya, saya pribadi jauh lebih suka dengan penampakannya saat ini.

 

Material yang digunakan juga masih sama yakni plastik ABS untuk keseluruhan sasis. Tapi tidak perlu khawatir karena walaupun plastik, build qualitynya tergolong sangat baik dan tak terkesan murahan.

 

 

Review Legion 15 15ARH05 - Rear IO3

 

Untuk kenyamanan penggunaan (handling), penempatan beberapa IO port di bagian belakang masih jadi nilai jual unik yang dipertahankan Lenovo. Cukup membantu untuk mereka yang ingin meja kerjanya tampak lebih rapih dari kabel-kabel koneksi yang cenderung berkeliaran.

 

Bagian atas panel LCD pada Legion baru ini juga dibentuk lebih menonjol. Selain menjadi area khusus webcam beserta Trueblock shutter-nya, bagian ini seharusnya memudahkan pengguna membuka lid cover.

 

Sedangkan untuk dimensi, sulit mengatakan Legion ini ringkas dan ringan dengan panjang 36,3 cm dan lebar 26 cm. Namun dibalik dimensi dan ketebalannya yang menyentuh angka 2,6 cm, Legion 5 ini menyimpan komponen sistem pendingin baru yang potensial. Kita akan lihat dibagian performa.

 

Bobot-nya yang hanya 2,26 kg, menjadikan laptop ini tak terlalu menyiksa bahu saat dibawa bepergian. Tambah lagi, power adaptornya sudah didisain ulang hingga kini tampil lebih ringkas dengan berat setengah kilo lebih sedikit.

 

  • Spesifikasi, Opsi Upgrade & harga

 

Review Lenovo Legion 15ARH05 - Spesifikasi

 

Dibanding seri Ideapad Gaming 3i yang kemarin kita sudah ulas, Lenovo Legion 5 ini menawarkan spesifikasi yang agak jauh berbeda. Membekal processor AMD Ryzen 4000 series, membuat pricing Lenovo Legion 5 ini hampir setara dengan Ideapad Gaming 3i yang ber-CPU Intel kemarin.

 

Hanya saja seperti kita tahu, Ryzen untuk seri mobile belum bisa bersandingan dengan Geforce RTX seri high-end. Mungkin karena alasan tersebut, seri Legion 5 yang masuk Indonesia, hanya punya opsi GPU maksimal GTX1660Ti.

 

Beralih ke storage, Legion juga hadir cukup lengkap walaupun lebih bisa dibilang modular. Selain slot m2 yang sudah terpasang SSD, masih ada satu slot m2 dan satu slot 2.5″ SATA. Tapi agaknya, pengguna dipaksa memilih, slot m2 atau slot 2.5″ yang mau dipakai. Karena posisinya yang tumpang tindih.

 

Pilihan SKU

 

Review Legion 15 15ARH05 - Spesifikasi dan harga

 

Diluar sana, Lenovo telah menerapkan opsi CTO untuk pelanggan consumer mereka. Membuat pengguna hanya membayar sesuai spesifikasi yang dia butuhkan. Di Indonesia, metodenya masih sedikit konvensional. Pengguna akan dihadapkan pada pilihan SKU yang secara garis besar dibedakan oleh CPU (Ryzen 5 / Ryzen 7), atau opsi dari GPU nya (GTX 1650 / GTX 1650Ti) .

 

Untuk part pendukung lain, unit review Lenovo Legion 5 Ryzen 5 ini sudah diconfig untuk ready to use,- dengan 2 keping  DDR4 3200MHz 8GB. Legion 5 punya dua slot RAM yang mampu menampung RAM hingga 32 GB dual-channel.

 

Secara default, storage sudah menggunakan jenis PCIe SSD yang cukup komperhensif. Tak tanggung-tanggung, semua SKU mendapat opsi kapasitas yang sama yakni 512GB. Yang juga unik, SSD

 

Lenovo Legion 5 versi AMD dibanderol mulai dari 14,999 juta untuk versi Ryzen 5 dan GTX 1650 4GB GDDR5. Semua SKU juga mendapat ekstra layanan premium care dan accidental damage protection sepanjang masa garansi 2 tahunnya.

 

Workstation

 

Review Legion 15 15ARH05 - Workstation

 

Sisi workstation saya perhatikan, banyak yang mengalami perubahan. Yang langsung terlihat secara fisik adalah kualitas panel yang nampak sekali di-upgrade sisi kualitas warnanya. Kini Legion punya bargain yang mumpuni sebagai pertimbangan calon pengguna yang mencari mesin design grafis portable.

 

[vc_row_inner content_placement=”middle” css=”.vc_custom_1578979837958{border-radius: 2px !important;}”][vc_column_inner width=”1/2″][dt_fancy_image type=”from_url” image=”https://media.skyegrid.id/wp-content/uploads/2020/09/Review-Legion-15-15ARH05-Keyboard-backlight.jpg” image_dimensions=”800×400″ image_alt=”Pilihan warna Lenovo Yoga Slim 7″ onclick=”lightbox”][/vc_column_inner][vc_column_inner width=”1/2″][dt_fancy_image type=”from_url” image=”https://media.skyegrid.id/wp-content/uploads/2020/09/Review-Legion-15-15ARH05-Palm-rest.jpg” image_dimensions=”800×400″ image_alt=”opsi menarik dengan bahan fabric” onclick=”lightbox”][/vc_column_inner][/vc_row_inner]

 

Hal kedua yang langsung terlihat adalah disain keyboard dan touchpad. Untuk keyboard, giliran area numpad dan direction key yang kini dapat perombakan. Sedangkan untuk touchpad, kini hadir dengan disain tanpa tombol, yang secara otomatis membuat ukurannya lebih besar.

 

Baca juga:  Lenovo Legion 5i dan Ideapad Gaming 3i Resmi Diluncurkan, Harganya?

 

  • Feature

 

Lenovo Legion Edge utility

 

Jauh berbeda dengan seri Yoga yang kita pernah review, Legion dibekali dua fitur khusus yang didisain untuk meningkatkan pengalaman gaming pengguna.

 

Pertaman Legion Edge, sebuah dashboard khusus yang berisi pengaturan cepat untuk memudahkan pengguna berpindah mode dari default ke mode gaming. Termasuk di dalamnya pengaturan profil power management, mode putaran kipas dan optimasi memory.

 

Dolby Atmos utility

 

Terpisah dari Legion Edge, pengguna juga diberi utility khusus mengatur audio hasil kerja sama Lenovo dengan Dolby Audio. Ada beberapa preset genre gaming yang bisa dipilih juga opsi untuk memaksimalkan kualitas audio input (mic).

 

  • Performa

 

 

Mulai dari pengujian CPU, hingga storage, saya tidak melihat Lenovo memberi batasan untuk menghindari kondisi throttling pada Legion 5 ini. Overall, performa grafisnya masih masuk 15 besar di chart 3Mark.

 

Performa storagenya juga bolehlah diacungi empat jempol. Konfigurasi AMD Ryzen yang notabene mengintegrasikan PCH untuk memangkas jalur bandwith, saya perhatikan sangat bermanfaat di laptop-laptop yang memanfaatkan SoC ini.

 

Sistem Pendingin & Manajemen daya

 

Legion 5 vs Legion Y540

 

Lalu bagaimana kemampuan sistem pendinginnya? Kita lihat gambar di atas, ada beberapa pembaruan yang dilakukan Lenovo pada Legion 5 terbaru ini. Mulai dari jumlah sirip (fin) di kedua sisi samping, panjang heatpipe, penampang heatsink dan kipas yang lebih besar sekaligus lebih kencang.

 

Namun walau lebih besar dan kencang, Lenovo mengklaim, Cool Front 2.0 ini lebih senyap dengan noise maksimal hanya 48db (Gaming test). Panas yang dihasilkan CPU dan GPU saya perhatikan tidak terlalu sering membuat clockspeed drop. Dengan kata lain, Lenovo mampu mengantisipasi dengan lebih cermat panas dari laptop ini.

 

Battery 60 Wh-nya mampu bertahan lebih dari 6 jam untuk test video playback 1080p format H264. Saya rasa, dengan mendisable Nvidia Geforce GTX1650Ti-nya, laptop ini mampu bertahan hingga 8 jam untuk skenario yang sama.

 

Seperti biasa, untuk hasil benchmark lengkap dan kemampuan sistem pendinginnya juga manajemen dayanya, kamu bisa tunggu di Youtube channel kita di sini. So, jangan lupa subscribe biar gak selalu dapat notif video-video baru dari kita.

 

  • Unique

 

Review Legion 15 15ARH05 - Design 4

 

Skyegrid Media lihat, laptop ini punya nilai jual utama pada pricing yang sangat kompetitif, fitur yang sangat baik dan sistem pendingin yang makin baik dibanding seri terdahulu. Upgrade panel dan dimensi charger, juga sesuatu yang patut diapresiasi dari seri Legion kali ini.

 

Hal yang mungkin saya agak terganggu adalah, posisi slot storage yang membuat pengguna tidak bisa meraih kapasitas media penyimpanan maksimal. Selain itu, agak sulit mencari celah kekurangan laptop ini.

 

Lenovo nampaknya makin memahami keinginan para calon penggunannya. Untuk price to performa, Legion ini punya potensi laptop AMD kacang goreng selanjutnya.

 

[/vc_column_text][vc_row_inner][/vc_row_inner][vc_column_inner width=”1/2″][dt_vc_list bullet_position=”middle”](+)

  • Seting harga berbanding performa sangat baik
  • Opsi switchable GPU bekerja sangat baik
  • Sistem pendingin bekerja baik dengan noise yang lebih minim

[/dt_vc_list][/vc_column_inner][vc_column_inner width=”1/2″][dt_vc_list bullet_position=”middle”](-)

  • Opsi upgrade seharusnya bisa lebih maksimal
  • Dimensi tergolong bongsor

[/dt_vc_list][/vc_column_inner][/vc_column][vc_column width=”1/6″][/vc_column][/vc_row]