Review WD Black AN1500 NVMe SSD Add-in-Card 1TB

Review WD Black AN1500 NVMe SSD Add-in-Card 1TB

Unit review WD Black AN1500 NVMe SSD Add-in-Card 1TB ini nampaknya dihadirkan memang untuk pengguna desktop PC yang masih ingin bertahan dengan motherboard ber-PCIe gen 3 mereka, tapi ingin mendapatkan headroom performa tranfer-rate kelas PCIe gen 4.

Jika sebelumnya saya dibuat terkesan dengan produk SSD stick berinterface PCIe 4.0 dengan kode produk WD Black SN850, yang lebih cocok untuk pengguna laptop. Kali ini saya kedatangan produk lain dari WD, tapi yang ditargetkan untuk pengguna Desktop PC.

  • Spesifikasi & Harga

Review WD Black AN1500 1TB

WD Black AN1500 NVMe SSD Add-in-Card tersedia dalam kapasitas 1TB, 2TB dan 4TB dengan harga eceran yang disarankan mulai dari 4.399 juta rupiah. Itu artinya, seri 1TB yang kita review ini, seharga kira-kira 3x lipat SSD m2 PCIe 1TB kelas mainstream.

Mahal, mungkin kata yang langsung muncul ke permukaan saat kamu menghitung secara parsial, dengan menjumlahkan harga dua buah SSD NVMe x4 512GB. Yap, versi 1TB berarti ada dua (2) keping m2 SSD 512GB di dalamnya (RAID 0).

Ada rupa ada harga, dan hal tersebut berlaku untuk produk satu ini. Karenanya, mari lihat dari sisi performa yang dijanjikan produk ini. Apakah sesuai dengan statement di kotak kemasan yang menampilkan throughput speed hingga 6500 Mbps yang setara SSD PCIe Gen 4? Kita lihat nanti di bagian performa.

Sebelum itu, ada yang harus kamu catat tentang kebutuhan jalur produk ini. Unit review WD Black AN1500 ini butuh delapan (8) dedicated line PCIe. Jadi produk ini harus menancap di slot PCIe x16. Dan Juga, kamu harus menghitung dari kapasitas maksimal PCIe line yang processor dan motherboard kamu punya, berapa sisa line yang tersedia.

  • Desain & Fitur

Review WD Black AN1500 1TB - Design

Asli, tampang WD Black AN1500 ini classy industrial abis, namun tetap punya garis desain ‘jantan gaming’ terutama saat RGB led nya aktif. Ukurannya hanya butuh 1x slot dengan panjang yang cukup mengkhawatirkan pengguna casing mini tower 15 liter ke bawah.

Review WD Black AN1500 1TB - Design 000

Jika dipegang, rasa berat langsung menyampaikan signal ke otak bahwa heatsinknya bukan sekedar pemanis. Dan dari bentuknya, apalagi saat terbuka, saya percaya ada solusi pendingin tingkat lanjut yang diterapkan WD pada produk satu ini.

Review WD Black AN1500 1TB - Attached

Saat tertancap dan sedang beroperasi, RGB led nya bisa kamu seting untuk menyesuaikan dengan profile RGB bawaan motherboard seperti Asus Aura Sync, Gigabyte RGB Fusion, atau MSI Mystic Light Sync.

– Features

Selain WD Dashboard seperti yang juga saya temukan pada WD Black SN850, pengguna juga akan mendapat utility disk management Acronis True Image versi 2020.Cukup berguna mengingat konfigurasi RAID 0 butuh proses backup manual.

Kita bisa memantau kapasitas terpakai, suhu real time, estimasi sisa masa pakai SSD, bahkan memonitor kecepatan akses. Pengaturan mode RGB Led-nya juga bisa kita temukan pada utility WD Dashboard ini. Total ada 13 efek pola RGB Led yang bisa pengguna pilih dari sini.

Review WD Black AN1500 1TB - RAID setup

Karena unit review WD Black AN1500 ini secara default telah dikonfigurasi sebagai RAID 0, yang tidak mungkin dirubah oleh pengguna, beberapa fitur storage moderen harus absen. Seperti misalnya Secure erase. Enkripsi perangkat keras AES 256-bit juga tidak didukung. Namun, WD Black AN1500 mendukung pelaporan data Trim dan S.M.A.R.T.

  • Performa

Review WD Black AN1500 1TB - CrystalDiskMark

Betul sekali, untuk menghadirkan performa mendekati SSD yang berjalan di PCIe gen 4, WD mengakalinya dengan menurunkan sebuah kontroler RAID kelas atas, yang menggabungkan performa dua buah SSD PCIe gen 3 x4.

Dalam mode RAID 0, pastinya bandwitdh yang tersedia jadi dua kali lipat. Secara teori, dibeberapa skenario yang bisa memanfaatkan akselerasi RAID (aplikasi benchmark misalnya), performanya benar-benar mendekati sebuah SSD PCIe gen 4.

Review WD Black AN1500 1TB - AS SSD

Sebagai info, AN1500 ini menggunakan metode SLC cache yang punya karakteristik multiple hole. Dimana saat memproses data berukuran besar, performanya cenderung drop cukup signifikan. Ini mengindikasikan bahwa produk ini lebih cocok sebagai partisi OS dibanding partisi DATA.

Walaupun bisa dipastikan juga, pengguna tidak akan selalu dapatkan performa puncak dua buah SSD SN730s dalam konfigurasi RAID 0 ini. Yang mungkin sekali tercermin dari user experience real world yang sama sekali tidak berbeda dengan user experience yang diberikan sekeping PCIe SSD Gen 3 x4.

– Temperatur & Konsumsi Daya

Review WD Black AN1500 1TB - CrystalDiskMark Info

WD meletakan heatsink pendingin berukuran besar pada AN1500 ini bukan tanpa alasan. Sekeping PCIe SSD Gen 3 x4 saja bisa menyemburkan panas yang lumayan tinggi,- apalagi dua buah. Berdempetan pula.

Review WD Black AN1500 1TB - Heatsink

Tapi saya lihat WD cukup cermat menghitung jumlah kalori (*baca panas) maksimal yang dilepas dua SSD dalam AN1500 ini. Sebagai bukti, selama saya bebankan benchmark beruntun, temperatur yang terdeteksi jauh dari angka mengkhawatirkan.

Sejak produk ini mentargetkan pengguna desktop yang umumnya tidak terlalu mempermasalahkan konsumsi daya, harusnya ketambahan 18 watt bukan masalah besar demi performa transfer data yang berkali-kali lipat lebih cepat.

Yang perlu jadi catatan adalah, AN1500 ini mengkonsumsi daya cukup tinggi saat idle, sekitar 6 watt menurut HWInfo yang saya gunakan.

  • Unique

Review WD Black AN1500 1TB - Sales package

Kalau kamu pengguna desktop PC, dengan satu atau lebih slot PCIe x16 yang ‘vacant’, atau semua slot m2 sudah terisi, dan kebetulan sedang mencari sebuah solusi storage kelas enterprise, produk satu ini harus banget kamu pertimbangkan.

Selain pertimbangan harga, dan kebutuhan 8x PCIe lane-nya, tidak ada hal lain yang saya perlu komentari pada unit review WD Black AN1500 versi 1TB ini.

Walau nama panjangnya Add-In card, atau bisa diartikan kartu tambahan internal, tapi peruntukan produk satu ini nampaknya bertolak belakang. Saya lihat, AN1500 ini malah lebih cocok untuk primary storage dibanding jadi secondary drive.

Saya sendiri menyarankan kamu memindahkan primary storage kamu ke produk ini, karena AN1500 ini lebih mampu memaksimalkan kapasitas bandwidth slot PCIe yang dipakainya, dibanding slot m2 yang kemampuan transfer datanya terlimitasi oleh fisik interfacenya.

Gimana?

rifanfernando

leave a comment

Create Account



Log In Your Account